Sutradara Muda Banyuwangi Ini Pukau Teuku Rifnu Wikana

Teuku Rifnu Wikana sangat terkejut menyaksikan film dokumenter karya putra Banyuwangi yang berjudul Tumiran.

Diterbitkan 25 November 2017, 14:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Kalau disuruh jagokan di antara film film dokumenter lainnya di Indonesia, aku pasti pilih itu film (Tumiran). Aku bahkan turut bangga filmku nanti juga akan diputar di nobar ini nanti bareng sama film dia,” ujarnya.

Nobar ini digelar selama dua hari, 24 – 25 November di tempat yang sama. Pada hari pertama menampilkan film Tumiran, dan hari ini akan diisi film Mencari Hilal dan Night Bus.

Dipuji Niniek L Karim

Pujian yang sama juga diberikan oleh aktris senior Niniek L. Karim. Menurut Niniek, film Tumiran ini dibuat dengan detail sehingga penonton ikut terlarut pada kisahnya. Film ini membuat Niniek jadi merasa tumbuh kepedulian pada nelayan yang hidupnya masih banyak dalam kondisi memprihatinkan.

Tumiran dikisahkan sebagai nelayan yang tinggal di Lombok, dan setiap tahun dia pulang ke tanah leluhurnya di Banyuwangi dan siap menjalani tradisi Keboan.

“Menonton ini kita diajak tertawa, terharu, sedih sampai ingin berbuat sesuatu untuk nelayan Indonesia. Karya anak muda seperti ini patut untuk diapresiasi dan di-support terus oleh berbagai pihak,” ucapnya.

Film Tumiran ini dibuat pada tahun 2013. Film ini pernah memenangi piala Ki Dewantara di ajang AFI 2015. Film ini juga sempat diputar di Pameran ISI Malaysia (2014), Indo Film Cafe Belanda (2015), dan Frankfurt Book Fair (2015).

(Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Sementara itu sang sutradara Vicky, mengatakan sangat senang filmnya bisa diputar kembali di ajang AFI. “Senang sekali, bisa diputar di ajang besar perfilman Indonesia AFI ini, apalagi pelaksanaannya di tanah kelahiran sendiri. Ini sesuatu yang tak ternilai bagi saya,” kata Vicky.

Vicky bersama pemuda desa lainnya mendirikan Banyucindih Creative yang bergerak di bidang video kreatif. Alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini beberapa kali mendapat tawaran pekerjaan dari PH (production house) dan stasiun televisi nasional. “Saya maunya berkarya di sini saja. Di desa saya, di tanah kelahiran saya,” ujarnya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Dian Kurniawan, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan