Yakin Film Disney Layak untuk Anak? Simak 5 Fakta Mengerikan Ini

Beberapa fakta mengerikan di balik film Disney membuat banyak orang bergidik melihatnya.

Diterbitkan 14 September 2017, 00:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Rapuzel tumbuh sebagai gadis remaja tanpa mengetahui identitas dirinya. Bahkan, Rapunzel dijauhkan dari masyarakat, hanya digunakan untuk membuat sang penyihir awet muda dengan menyisir rambut sang puteri.

Penonton melihat film Rapunzel sangat menyenangkan, menceritakan tentang si baik dan si jahat. Sementara, film ini sempat dikritik kritikus karena memberikan pesan yang tak mendidik, melakukan apa pun demi keinginannya tercapai.

Cinta Buta

Princess Disney menggambarkan cinta buta yang tak bagus untuk anak-anak. Salah satunya, film Little Mermaid. Sang putri duyung bernama Ariel itu rela melakukan apa pun untuk menyatakan cintanya dengan sang pangeran.

Ariel sempat menjual suaranya demi menukarnya dengan kaki. Semua itu dilakukan Ariel agar bisa bertemu dengan sang pangeran.

Ariel dalam Little Mermaid (Pinterest)

Bahkan, Ariel dalam Little Mermaid ternyata juga menunjukkan momen vulgar saat dirinya berubah menjadi manusia. Saat itu, Ariel digambarkan tidak mengenakan sehelai pakaian pun.

Padahal, Ariel dikelilingi teman-teman pria, seperti Sebastian "sang kepiting" dan Flounder "si ikan lucu". Mereka melihat proses transformasi Ariel menjadi manusia, seperti diwartakan The Huffington Post.

Ciuman

Film pendek Lady and the Tramp tampaknya memberikan nuansa lucu dan menggemaskan bagi penggemar Disney. Cerita mengenai dua ekor anjing yang berkencan seperti manusia membuat penonton merasa geli.

Sepasang anjing berbeda kasta yang jatuh cinta--satu anjing merupakan hewan peliharaan, sementara satunya adalah binatang jalanan--menikmati makan malam.

 Lady and the Tramp

Dengan ditemani pemusik manusia yang membuat suasana makin romantis. Akibat terlalu menikmati suasana, Tramp dan Lady yang tengah menikmati spageti tak sadar makanan yang mereka nikmati berujung di mulut masing-masing. Akhirnya, ciuman tak sengaja pun terjadi.

Adegan di film pendek ini mengajarkan ciuman sejak dini kepada anak-anak. Beberapa orangtua pun protes, harus mendampingi buah hati saat menonton film Disney.

Eksploitasi

Princess Disney yang menyedihkan adalah Pocahontas. Di cerita Disney, Pocahontas berhasil hidup bahagia setelah bertemu dengan pria asing, John Smith.

Padahal, dalam cerita aslinya, Pocahontas yang merupakan wanita Indian yang terpaksa mengalami ekspolitasi. Dalam beberapa buku literatur, Pocahontas disebut-sebut meninggal pada usia 21 tahun di negara asing.

Pocahontas

Kisah animasi di film Pocahontas merupakan satu-satunya karakter Princess Disney yang dibuat berdasarkan kisah nyata. Dirilis 1995 silam, Pocahontas terinspirasi dari kisah hidup puteri kepala suku Powhatan yang hidup 1596 hingga 1617 silam.

Pocahontas dianggap sebagai wanita suku pedalaman yang pertama kali berinteraksi dengan orang asing, Inggris, yang mulai masuk ke Amerika. Film animasi Pocahontas dibuat 400 tahun memperingati ulang tahun Pocahontas yang asli.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Desika Pemita, Fadjriah Nurdiarsih, Telni RusmitantriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan