Guardians of the Galaxy Vol. 2, Opera Angkasa Bermacam Rasa

Marvel sekali lagi sukses menyajikan Guardians of the Galaxy Vol. 2 sebagai film superhero angkasa yang menarik ditonton.

Diterbitkan 27 April 2017, 18:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Melihat kelucuan Baby Groot di trailer Guardians of the Galaxy 2. (Via: CinemaBlend)

Sementara elemen laga dalam Guardians of the Galaxy Vol. 2 ditampilkan dengan konsep yang sangat unik, termasuk soal visual dan teknik bertarung. Adegan laga dalam film ini sendiri, lebih banyak menawarkan pertempuran baku tembak ketimbang pertarungan dengan baku hantam.

Akting para pemain di beberapa momen drama juga patut diperhitungkan. Pendalaman karakter melalui dialog-dialog tajam dengan bumbu humor maupun haru, dibawakan dengan sangat baik, membuat kita merasa dekat dengan setiap karakter.

Guardians of the Galaxy Vol. 2. (Marvel Studios)

Seperti halnya film pertama, Guardians of the Galaxy Vol. 2 juga melimpah dengan humor yang membuat kita terbahak-bahak. Banyaknya referensi dari beberapa film, budaya pop, hingga ejekan fisik yang disampaikan beberapa karakter terasa sangat kocak. Misalnya saja ketika Drax bertemu Mantis atau ketika ras hewan Rocket menjadi bahan gunjingan.

Film ini juga terasa lebih ringan ketimbang seri pertama, meskipun konfliknya berganti-ganti. Namun, justru hal itulah yang membuat film ini tak terasa monoton. Banyaknya karakter juga menjadikan Guardians of the Galaxy Vol. 2 terasa ramai. Barangkali itu juga disebabkan karena watak karakter antagonis film kedua ini tak dibuat mengerikan layaknya Ronan pada film pertama.

Guardians of the Galaxy Vol. 2. (Marvel Studios)

Cameo beberapa aktor dan aktris seperti Ving Rhames yang kita kenal di film-film Mission: Impossible, aktris laga Asia Michelle Yeoh, suara Miley Cyrus, sampai Michael Rosenbaum yang dikenal sebagai Lex Luthor di Smallville juga benar-benar ada. Lima buah adegan bonuh post-credit, credit title yang unik, penampilan Sylvester Stallone, serta cameo David Hasselhoff, makin membuat Guardians of the Galaxy Vol. 2 terasa sangat berbeda dan luar biasa.

Terlalu Mengaduk Perasaan

Meskipun banyak menyajikan adegan laga, namun beberapa momen tersebut terasa digambarkan kurang baik. Misalnya saja emosi Star-Lord yang sejak awal menaruh hati kepada Gamora, kurang kuat ketika nyawa pujaan hatinya itu terancam.

Efek khusus memang masih menjadi andalan waralaba ini. Namun, beberapa desain yang menggunakan efek tersebut juga kurang orisinal. Beruntung hal itu terselamatkan oleh bumbu horor serta momen mencengangkan yang disertakan dalam film ini. Bagi yang sudah banyak menonton film jenis ini, beberapa desain mungkin terasa cukup menyebalkan.

Guardians of the Galaxy Vol. 2. (Marvel Studios)

Skenario yang ditawarkan juga mudah ditebak, terutama bagi fans berat yang sudah membaca komik-komik superhero Marvel. Hubungan saudara antara Nebula dan Gamora yang berubah drastis di film ini terasa membingungkan. Dialognya pun sulit dicerna.

Film ini juga bisa dianggap sebagai filler belaka, atau pengisi jeda kosong di waralaba Marvel Cinematic Universe. Sehingga, andai tak dibuat pun tak terlalu mengganggu, karena temanya hanya mengangkat pendalaman karakter serta sisi lain dari galaksi dalam kisah ini. Momen mengharukan yang dimunculkan pun sebetulnya bisa diceritakan secara verbal.

Guardians of the Galaxy Vol. 2. (Marvel Studios)

Ditambah lagi, beberapa antagonis dalam film ini dirasa terlalu dilemahkan karena penyelesaiannya benar-benar mulus dan cepat.

Satu hal lain yang membuat Guardians of the Galaxy Vol. 2 kurang sempurna, adalah film ini terlalu sering mencampurkan elemen humor dalam adegan serius dan menggugah. Ini sebenarnya bukan satu hal yang salah.

Namun masalahnya, saat datang adegan haru yang diniatkan untuk mengguncang emosi penonton, film ini justru gagal melakukannya karena penonton keburu sudah mati rasa. 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan