6 Kalimat Kocak dan Menggugah di Piala Oscar 2017

Piala Oscar 2017 atau Academy Awards ke-89 dipenuhi oleh kata-kata kocak hingga menggugah dari para artis maupun pengisi acara.

Diterbitkan 27 Februari 2017, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Los Angeles - Piala Oscar 2017 telah berakhir. Banyak kejadian unik dan tak terduga yang menghiasi penghargaan insan perfilman paling bergengsi di dunia ini. Salah satunya, tentu saja kesalahan pengumuman pemenang Film Terbaik yang akhirnya jatuh pada Moonlight.

Selain hal-hal unik tersebut, Piala Oscar 2017 juga dihiasi oleh beragam kutipan kalimat dari para pemenang, pembaca penghargaan, maupun presenter acara ini. Kelucuan sampai nuansa yang menggugah, tersebar sepanjang acara yang bertempat di Dolby Theatre, Los Angeles, AS, Minggu (26/2/2017).

Beberapa fakta menarik mengenai piala Oscar 2017 yang akan segera berlangsung.

Pesan-pesan menggugah itu mengandung tema politik hingga persaudaraan. Bahkan, ketika terjadinya insiden salah sebut pemenang, ada satu kutipan yang menarik untuk diingat kembali.

Maka, tak heran kalau kutipan-kutipan yang dilontarkan selama Piala Oscar 2017 berlangsung, mampu menghibur sekaligus menginspirasi para pemirsa. Apa saja itu? Simak selengkapnya berikut ini.

 

Viola Davis (Fences)

Aktris Viola Davis berhasil meraih penghargaan kategori Best Supporting Actress berkat performanya di  film Fences. Tak disangka, Viola justru memberikan pidato yang mampu membuat bulu kuduk kita merinding. Tentang orang-orang yang tak pernah melihat mimpinya terwujud, sampai mereka meninggal.

"Ada satu tempat di mana semua orang dengan potensi terbesar dikumpulkan. Satu tempat. Dan itu kuburan. Orang-orang bertanya kepada saya selama ini, 'Jenis cerita apa yang kau ingin sampaikan, Viola?' Dan saya katakan menggali mayat-mayat itu. Menggali mayat-mayat itu."

"Cerita-cerita dari orang-orang yang bermimpi besar dan tidak pernah melihat mimpi-mimpinya membuahkan hasil. Orang-orang yang jatuh cinta dan kehilangan. Saya menjadi seorang artis, dan syukurklah saya berhasil, karena kami adalah -satunya profesi yang merayakan apa artinya hidup."

Asghar Farhadi (The Salesman)

Sutradara Asghar Farhadi tak datang ke Amerika Serikat semenjak adanya larangan imigrasi terhadap beberapa negara mayoritas Muslim, termasuk negaranya, Iran. Asghar Farhadi akhirnya menitipkan pidatonya kepada temannya setelah memenangkan kategori Best Foreign Language Film.

"Maaf saya tidak bersama kalian malam ini. Absennya saya untuk menghormati orang-orang dari negara saya dan orang-orang dari enam negara lain yang tidak dihormati oleh hukum yang tidak manusiawi yang melarang masuknya para imigran ke AS. Membagi dunia ke dalam kategori 'kami' dan 'musuh kami' yang menciptakan ketakutan."

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

"Sebuah pembenaran yang menipu untuk kemunduran dan perang. Perang seperti ini menghalangi demokrasi dan hak asasi manusia di negara-negara yang telah menjadi korban agresi sendiri. Para sineas dapat menyalakan kamera mereka untuk merekam sifat manusia yang sama-sama kita miliki dan mendobrak stereotip atas dasar bangsa dan agama. Mereka menciptakan empati di antara kita dan orang lain. Sebuah empati yang kita butuhkan hari ini lebih dari sebelumnya."

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan