Train to Busan, Saat Mayat Hidup Menginvasi Negeri Ginseng

Selain rasa tegang, Train to Busan juga menghadirkan unsur melankolis yang bisa jadi akan membuat penonton berurai air mata.

Diterbitkan 02 September 2016, 07:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Selain rasa tegang, sang penulis naskah, Park Joo Suk, dan Yeon Sang Ho rupanya juga sukses membuat unsur cerita yang begitu melankolis menjelang akhir cerita. Sisi melankolis itu mampu menyentuh hati, sehingga bukan tak mungkin membuat penonton berurai air mata.

Train to Busan (Nate)

Meski bergenre thriller, Train to Busan, sarat akan nilai-nilai kemanusiaan. Melalui ceritanya, penonton diajarkan untuk peduli, tidak bersikap egois dan harus saling membantu walau dalam suasana genting sekalipun. Karena boleh jadi, mereka yang mementingkan dirinya sendiri dan mengabaikan yang lain, justru malah tidak akan selamat.

Film ini juga memberikan bumbu romansa lewat karakter yang dimainkan Ahn Soo Hee dan Choi Wook Sik. Manisnya hubungan mereka terlihat dari upaya keduanya untuk melindungi satu sama lain.

Meski kelihatannya sempurna, namun film ini masih memiliki celah. Terutama soal ujung pangkal maupun akhir malapetaka zombie tersebut yang masih kurang jelas.

Film Train to Busan. foto: gizmodo

Secara keseluruhan film ini sangat menarik untuk disaksikan, terutama untuk mereka yang memang hobi menonton film yang menghadirkan tema bencana dan zombie. Tak heran, di Korea Selatan sana, Train to Busan sudah mampu menembus angka 10 juta penonton, sejak dirilis pada bulan Juli lalu.

Selain dianggap sebagai salah satu film Korea Selatan tersukses secara finansial tahun ini, film ini juga telah diputar di Cannes Film Festival pada bulan Mei lalu. Di sana, Train to Busan juga mendapat apresiasi yang luar biasa dari pengamat. (Ufa/Des/Rtn)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Zulfa Ayu Sundari, Desika Pemita, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan