Apa Faktor yang Membuat Surga Yang Ke-2 Mampu Bertahan di SCTV?

Sinetron yang dibintangi Nabila Syakieb dan Miller Khan ini sudah mencapai 97 episode.

Diterbitkan 06 Agustus 2016, 17:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Bunda Sania diceritakan berwatak keras menjurus otoriter. Kekuasaan dan kekayaannya ditakuti banyak orang. Tak terkecuali anak dan para menantunya. Dalam peraturannya, ia selalu benar. Tak ada yang boleh menimpakan kesalahan pada sang bunda.

Dengan sifat kerasnya ini, Bunda Sania tak segan meminta yang itu artinya menitah sang putra, untuk mempoligami istrinya yang tengah koma. Sabrina memang tak kunjung hamil hingga beberapa tahun usia pernikahannya dengan Doni. Dan hal ini membuat Bunda Sania blingsatan.

Saat Sabrina jatuh koma karena kecelakaan mobil, jadi satu kesempatan buat mertuanya tersebut menyuruh anaknya menikah lagi dengan wanita yang bisa memberikan keturunan. Sialnya, wanita pilihannya adalah Vani (Angel Karamoy), yang tak lain sahabat Doni-Sabrina sendiri.

Dari sini, konflik Surga Yang Ke-2 terus meruncing. Bunda Sania menjadi begitu kejam, dan Vani seakan mengekor berubah licik. Duet Paramitha Rusady-Angel Karamoy dianggap sempurna. Keduanya total memerankan dua karakter antagonis ini dengan saling melengkapi.

Sinetron Surga yang Ke-2 di SCTV. foto: twitter

Meski jika diperhatikan, mimik dan gerak-gerik Paramitha terkadang berlebihan, penonton sepertinya tak peduli. Di lini masa sosial media, banyak penonton yang memuji sekaligus gemas dengan gayanya sebagai Bunda Sania. Jika anda rajin, coba lihat saja di kolom komentar video Surga Yang Ke-2 di situs vidio.com. Nyaris semua komentar hanya ditujukan pada tokoh ini.

Paramitha Rusady (plus Angel Karamoy) dengan aktingnya yang mumpuni, seakan menenggelamkan pesona Nabila Syakieb sebagai tokoh utama. Paramitha Rusady bahkan rasanya layak mendapat pujian tertinggi dan disebut lokomotif buat Surga Yang Ke-2 terus nyaman berlayar di SCTV. Bukankah begitu?

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Puji Astuti HPS, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan