Independence Day Resurgence, Menikmati Dahsyatnya Kiamat Kecil

Tak bisa dimungkiri, hal paling spektakuler dalam Independence Day Resurgence adalah penggambaran kiamat kecil yang begitu dahsyat.

Diterbitkan 24 Juni 2016, 09:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Independence Day Resurgence

Suatu hari, menjelang Hari Kemerdekaan Amerika, EDS menembak jatuh sebuah pesawat luar angkasa yang mendekati bulan. Sejak itu, keadaan mulai tak beres. Thomas Whitmore mulai mendapat firasat akan ada serangan kedua yang jauh lebih dahsyat dari para alien. Dr Okun pun bangkit dari koma. 

Benar saja, tepat pada 4 Juli, sebuah pesawat induk berukuran raksasa secara tak terdeteksi mendarat ke bumi. Para alien ini membawa kerusakan yang jauh lebih dahsyat dari serangan pertama.

Independence Day Resurgence

Satu hal yang patut dicatat tentang Independence Day Resurgence adalah memiliki ensemble cast, alias karakter berjumlah besar dengan peran relatif sama penting. Selain yang telah disebut di atas, masih ada Jake Morrison (Liam Hemsworth), seorang pilot tempur yang juga pacar Patricia; Dylan Dubrow-Hiller (Jessie Usher), pemimpin pilot di ESD yang merupakan anak dari jagoan film perdana, Kapten Steven Hiller; Presiden Elizabeth Lanford (Sela Ward); ayah David Levinson yang agak urakan; dan lainnya.

Namun bukan deretan pemain ini yang menjadi daya tarik Independence Day Resurgence. Sejujurnya, "bintang utama" film ini adalah efek CGI alias computer generated imagery yang berhasil menghidupkan adegan "kiamat kecil" secara sensasional.

Penyajian tanah yang terangkat, ombak yang bergulung, serta orang-orang yang beterbangan ke udara, terasa begitu dramatis. Apalagi efek suara menggelegar yang menggetarkan kursi, membuat Independence Day Resurgence menjadi film yang pas betul untuk ditonton di bioskop.

Independence Day Resurgence

Meski film ini begitu dahsyat dalam departemen audio-visual, harap jangan terlalu senang dulu. Pasalnya, Independence Day Resurgence lumayan kendur saat berbicara tentang performa aktor dan skenario.

Soal akting, kelemahan paling terasa pada pasangan Liam Hemsworth dan Maika Monroe, yang terasa lebih sibuk berpose di depan kamera dibanding berakting. Keduanya ditampilkan sebagai manusia ideal yang keren, cadas, pemberani, tangguh dalam keadaan apa pun.

Namun hasilnya, mereka malah seperti karakter tak manusiawi, yang tak peduli bahwa eksistensinya—dan orang-orang terkasihnya—bisa saja terhapus dalam hitungan menit. Adegan perpisahan maupun pertemuan yang harusnya emosional pun, malah terasa kering. Entah apa memang ini yang sang sutradara Roland Emmerich inginkan.

Independence Day Resurgence

>Melihat kecenderungan sepanjang film, tampaknya drama yang menyayat ala film Armageddon memang tidak menjadi tujuan sang sutradara. Gantinya, sisi komedi lebih ditekankan dalam film ini. Salah satunya lewat celetukan "pintar" yang dimaksudkan sebagai pemancing tawa. Atau mungkin juga plot tak logis yang terjadi di akhir film, yang berkaitan dengan ayah David dan sebuah bus sekolah.

Lain dari itu, apa lagi yang bisa diharapkan dari Independece Day Resurgence? Tentu saja propaganda tentang patriotisme dan kejayaan Amerika. Bila Anda berniat memainkan drinking game, yakni menenggak minuman setiap kali adegan yang menggambarkan hal ini muncul di layar, pasti perut Anda bakal kembung di penghujung film.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Ferry Noviandi, Hotnida Novita SaryTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan