6 Film Jepang Terbaik Bertema LGBT

Ada sekitar enam buah film Jepang terbaik yang mengusung tema LGBT. Apa saja itu?

Diterbitkan 01 Februari 2016, 18:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pemerkosaan, cinta segitiga, dan tema bermuatan seksual lainnya sangat kental di sepanjang ceita film. Terlebih, lagi, Like Grains of Sand melibatkan penyanyi top Ayumi Hamasaki di kala usianya belum menginjak 20.

Like Grains of Sand tak hanya disukai banyak pengamat. Film ini pun mendapat penghargaan di Mainichi Film Concours 1996 untuk Best Screenplay, Rotterdam International Film Festival 1996 di Tiger Award, serta Torino International Gay & Lesbian Film Festival 1997 untuk Best Feature Film.

46-okunen no Koi

3. Big Bang Love, Juvenile A (2006)

Film berjudul asli 46-okunen no Koi besutan sutradara Takashi Miike ini mengusung genre misteri dan kriminal. Fokusnya sendiri berpusat kepada seorang pemuda bernama Jun yang mengaku telah melakukan pembunuhan terhadap pemuda lain bernama Shiro di sebuah Lapas khusus anak laki-laki.

Lalu, dua orang detektif berusaha memecahkan masalah tersebut dengan menggali informasi dari teman-teman tersangka serta para pekerja di dalam penjara. Lalu, terkuaklah kehidupan masa lalu Jun dan Shiro selama berada di Lapas.

Tema LGBT di film ini tak terlalu dikuatkan. Akan tetapi, bisa dibilang film ini sukses meracik LGBT sebagai bumbu yang menyedapkan hingga menarik untuk ditonton.

Mishima: A Life in Four Chapters

4. Mishima: A Life in Four Chapters (1985)

Berpusat pada mendiang penulis bernama Yukio Mishima, film arahan sutradara Paul Schrader ini sukses mendramatisir semua kehidupan sang penulis menjadi lebih luar biasa. Terlebih lagi, kisahnya dibuat menjadi empat fragmen yang terinspirasi dari buku-buku ciptaannya.

Kontroversi perihal orientasi seksual Mishima juga menjadi salah satu bumbu dalam film yang turut melibatkan Francis Ford Coppola dan George Lucas selaku produser eksekutif ini.

Salah satu kekuatan filmnya ada pada penggambaran dramatis saat sang tokoh melakukan seppuku atau ritual bunuh diri. Hal itu dilakukan setelah ia gagal mengkudeta Pasukan Bela Diri Jepang di tahun 1970.

2LDK

5. 2LDK (2002)

2LDK berfokus kepada dua orang aktris wanita bernama Nozomi dan Lana yang tinggal di satu apartemen milik agensi manajemen mereka. Hubungan keduanya sangat keras dan mengerikan. Namun, beberapa adegan diyakini mampu memberi imajinasi tersendiri terhadap kaum LGBT.

Di Jepang, film ini disebut memiliki konten LGBT yang sangat bersahabat. Sehingga, unsur-unsur tersebut hanya dimunculkan secara tersirat dan bukan menjadi satu hal yang eksplisit. Bahkan, dua karakter utamanya saja masih sama-sama menyukai pria.

Gohatto

6. Taboo (1999)

Menyatukan tema samurai dan LGBT, film berjudul asli Gohatto ini dirasa menjadi salah satu film paling unik ketimbang judul-judul yang telah disebutkan tadi. Sutradara Nagisa Oshima dianggap sukses dalam menggali homoseksualitas di abad ke-19.

Lebih unik lagi, film ini menyorot anggota Shinsengumi yang kala itu bertindak sebagai polisi khusus di era bakumatsu. Di situ, terdapat satu anggota pria berwajah cantik yang menjadi incaran hasrat anggota lainnya. Banyak unsur yang mengingatkan film ini kepada Merry Christmas, Mr. Lawrence dan Seven Samurai.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Feby FerdianTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan