Sukses

Kisah Damar Wicaksono, Putra Dono Warkop, Kuliah S3 di Swiss

Liputan6.com, Jakarta - Damar Canggih Wicaksono mendadak menjadi perbincangan di dunia hiburan. Ia merupakan anak dari mendiang Dono Warkop. Damar kini sedang kuliah S3 Teknik Nuklir di Swiss. Keberhasilannya membuat banyak orang kagum.

Pria berkacamata tersebut merupakan putra kedua almarhum Dono Warkop. Keberhasilan anak-anak mendiang Dono: Andika Aria Sena, Damar Canggih Wicaksono, dan Satrio Sarwo Trengginas diungkapkan langsung oleh sahabat ayahnya di Warkop, Indro.

Lagu-lagu melegenda dari Dono, Kasino, Indro atau Warkop DKI ini bakalan bikin kamu sehat lahir batin karena ketawa terus.

Sebelum melanjutkan kuliah di Swiss, Damar Wicaksono menyelesaikan strata satu Teknik Nuklir di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, pada 2009. Setahun berselang, Damar mendapat kesempatan untuk mendapat gelar master di Swiss dengan jurusan sama hingga lulus pada 2012.

Damar Canggih Wicaksono sekarang ini kuliah S3 untuk menjadi ahli nuklir di École Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL). Kakaknya, Andika Aria Sena, lulusan sarjana Broadcast UI bekerja di salah satu televisi swasta. Sedangkan si bungsu, Satrio Sarwo Trengginas, kini menjadi reporter majalah anak setelah lulus jadi sarjana dari Sastra Belanda UI.

Damar Canggih Wicaksono, putra Dono Warkop sebelum berangkat ke Swiss. (foto: instagram.com/ratihdewianggraeny)

Lantas seperti apa sosok Damar Wicaksono hingga sekarang? Si adik, Satrio Sarwo Trengginas menceritakannya saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (29/12/2015), tentang sosok kakaknya yang berhasil kuliah S3 tanpa didampingi kehadiran kedua orangtua mereka.

Ayah mereka, Dono Warkop, meninggal dunia pada 30 Desember 2001. Sedangkan sang ibu, Titi Kusumawardhani berpulang dua tahun sebelumnya, tepatnya pada 1999.

Gimana perjuangan Mas Damar sampai sukses seperti sekarang?

Satrio: Dia memang belajar ekstra lebih daripada yang lain. Dia juga kutu buku. Pernah waktu sudah duduk di bangku SMA dia sampai nulis-nulis rumus matematika pakai kapur di lemari pakaian, biar semakin ingat mungkin ya.

Sudah sejauh mana kuliahnya sekarang? Dan kabarnya Mas Damar jadi asisten dosen di Swiss?

Satrio: Saya enggak tahu ya kalau menjadi asisten dosen, belum cerita ke saya. Dia memang pernah bercerita tentang perjalanannya ke Amerika sebagai pembicara yang berkaitan dengan pendidikannya dan ke Jepang untuk menerima penghargaan sebagai best student.

Jurusan yang dipilih Teknik Nuklir, pernah ceritakah Mas Damar kenapa milih jurusan tersebut?

Satrio: Sayangnya, tidak pernah bercerita kenapa jurusan itu yang diambil. Yang jelas dia ingin menjadi seorang peneliti atau dosen di luar negeri.

Sebagai adik, bagaimana melihat keseharian Mas Damar Wicaksono? Sosok seperti apa Mas Damar?

Satrio: Dia seorang yang serius, pendiam, tertutup tapi perhatian dengan adik dan keluarganya.

Damar Canggih Wicaksono, putra Dono Warkop. (foto: istimewa)

Seperti apa dukungan kalian satu sama lainnya sampai bisa sama-sama berhasil seperti sekarang?

Satrio: Saya selalu dukung apa pun langkah yang diambil. Dukungannya berupa komunikasi satu sama lain, lebih perhatian. Karena kami bertiga jarang bertemu ya via WhatsApp, untuk menanyakan bagaimana kegiatan masing-masing dan saling menyemangati.

Melihat Mas Damar, pernah terpikirkan buat ikuti jejaknya kuliah sampai S3 juga? Bagaimana rencana ke depan kalian bertiga?

Satrio: Sebagai adik, tentunya bangga memiliki kakak seperti itu. Ya, saya juga akan ikuti jejaknya karena bagi keluarga, pendidikan itu penting. Rencana saya ke depan, melanjutkan pendidikan S2. Kalau Mas Damar mungkin ingin menjadi seorang peneliti ke depannya.

Apa pesan dari almarhum ayah yang paling diingat sampai sekarang buat kalian bertiga? Apa itu jadi pemicu semangat buat kalian?

Satrio: Kalau Bapak, saya pribadi tidak ingat. Perkataan ibu saya yang saya ingat bahwa harus jadi orang yang berguna dan membanggakan bagi keluarga apalagi bisa berguna bagi nusa dan bangsa.

Putra Dono Warkop, Satrio Sarwo Trengginas, Damar Canggih Wicaksono, dan Andika Aria Sena. (foto: instagram.com/ratihdewianggraeny)

Semangat ketiga anaknya mengingatkan kita pada sosok almarhum Dono. Ia tak hanya eksis di dunia hiburan, tetapi juga bisa lulus sekaligus menjadi dosen jurusan Sosiologi di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia. Aria, Damar, dan Satrio mengikuti jejaknya begitu konsen dengan pendidikan.

Melihat keberhasilan saudaranya, sang kakak, Andika Aria Sena, menyampaikan dukungannya melalui akun Path pribadinya yang terhubung ke Twitter. Aria mengunggah foto adiknya yang disandingkan bersama foto mendiang ayah mereka di salah satu media online.

Tak banyak yang ditulisnya, Aria hanya mengatakan, "Bapak pasti bangga mang." (Fir/Ade)**

Loading