Profil dan Prediksi D'Academy Asia: Shiha Zikir, si Kuda Hitam

Shiha Zikir layaknya primadona di ajang Dangdut Academy Asia. Wajah cantiknya begitu mirip dengan penyanyi Rossa.

Diterbitkan 28 Desember 2015, 18:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Prediksi ini pun tak meleset. Shiha kini menjadi satu-satunya wakil negara Malaysia yang masih bertahan bahkan sukses menembus Grand Final Dangdut Academy Asia. Pemilik nama lengkap Nurshiha Mohd. Zikir ini memang tak seperti dua finalis lain. Ketika Lesti dan Danang selalu banjir pujian dengan raihan nilai diatas 90 poin bahkan ke angka 98, Shiha yang hanya mampu mendapat 94 untuk nilai tertingginya, kerap mendapat kritikan. Wajar saja, Shiha sejatinya memang bukan penyanyi dangdut murni.

Pernah menjadi salah satu kontestan ajang Akademy Fantasy Malaysia di tahun 2005 saat berusia 17 tahun, Shiha tak begitu cakap bercengkok dangdut. Tapi menurut Saipul Jamil, kemauan Shiha mempelajari musik dangdut selama kompetisi layak diacungi jempol.

Best performance-nya sejauh ini menurut juri dan komentar adalah saat ia menyanyikan lagu "Ratapan Anak Tiri". Lagu balada milik Iis Dahlia ini tak hanya terdengar sedih menyayat hati. Tapi Shiha nyaris merubahnya jadi terdengar seperti bukan lagu dangdut. Lebih tepatnya dangdut rasa Melayu.

Grup B D'Academy Asia (via Twitter Indosiar)

Mas Idayu (Malaysia) menilai Shiha selalu menampilkan progres membanggakan sepanjang kompetisi. Fakhrul Razi (Brunei) dan Rosalina Musa (Singapura) berpendapat penghayatan Shiha pada sebuah lagu sangat dalam. Ini yang membuatnya terlihat sempurna.

Selama kompetisi, Shiha juga tak pernah main aman. Ketimbang menyanyikan lagu dangdut yang sudah populer, ia lebih memilih membawakan lagu Melayu yang terasa asing didengar. Tapi ini justru jadi keunggulannya sejauh ini. Pak Ngah memuji Shiha tak hanya berkompetisi tapi juga membawa budaya bangsa lebih dikenal Asia.

Sejatinya, inilah tujuan kompetisi Dangdut Academy Asia digelar. Shiha, lajang kelahiran 2 November 1987, bisa dibilang hanya menjadi kuda hitam di Grand Final. Meski begitu, prestasinya patut diapresiasi lebih. Seperti pengakuannya di konser terakhir sebelum lolos ketika ditanya apakah ia yakin bakal menembus Grand Final? Ia hanya menjawab singkat,"nothing to lose". Mungkinkah dengan tampil tanpa beban, Shiha mampu jadi juara dan membalikan semua prediksi?

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Puji Astuti HPS, Ade IrwansyahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan