Eagles of Death Metal Ungkap Cerita Teror Berdarah di Paris

Aksi pembantaian yang terjadi di dalam gedung Bataclan, Paris, Prancis, tempat konser Eagles of Death Metal masih teringat jelas.

Diterbitkan 26 November 2015, 13:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Konser Eagles of Death Metal yang diserang di aula Bataclan di Paris, 13 November lalu. (BBC)

Jesse Hughes, salah satu pendiri Eagles of Death Metal berlari mencari pacarnya. Ia membuka pintu dan menemukan salah seorang teroris berdiri di hadapannya. "Peluru mengenai pintu dan saya seperti " Oh sial'." Hughes berlari ke bawah dan mendengar suara pacarnya berbicara kepada kru band. Ia lalu melarikan diri melalui pintu samping.

Hughes mengungkapkan kalau ia melihat orang-orang berdesakan tanpa bisa bergerak sama sekali. "Orang-orang tak tahu apa yang harus dilakukan."

"Pertunjukannya berlangsung baik, anak-anak itu menikmatinya. Lalu dua orang bersenjata masuk dan langsung menembak," kata Shawn London, penata suara Eagles of Death Metal. Dikatakannya, orang-orang lalu mencoba berlindung di balik peralatannya.

"Saya sedang berdiri dan saya lihat si penembak, dia menembakan senjatanya ke arah saya namun meleset dan mengenai peralatan. Ketika itulah saya langsung tiarap. Penembak itu melanjutkan menembak. Ia berteriak Allahu Akbar," lanjut London.

Baca Juga

  • Vokalis The Killers Ajak Para Musikus Tak Takut Pasca-Teror Paris
  • Kata Anggun soal Serangan Teror Paris

Ketika teroris berhenti menembak, London dan lima orang lainnya lari. Mereka kembali ditembaki namun meleset, mengenai pintu kaca. Akhirnya, para personel band berhasil melarikan diri ke kantor polisi terdekat.

"Saya akhirnya bisa sedikit khawatir, setidaknya tentang ketidakjelasan (nasib)," ujar Hughes. "Masih kacau, masih banyak orang-orang dari konser datang berlumuran darah," timpal Galindo.

Orang pertama yang mereka hubungi adalah Joshua Homme, salah satu pendiri Eagles of Death Metal yang absen dalam konser malam itu. Ia sedang berada di dalam studio ketika menerima SMS berisikan pesan yang berbunyi "Semuanya tertembak. Mereka menyandera. Saya berlumuran darah,".

Konser Eagles of Death Metal yang diserang di aula Bataclan di Paris, 13 November lalu. (BBC)

Jesse Hughes mengenang mereka yang tewas malam itu. Ia mengungkapkan, alasan dari banyaknya yang terbunuh adalah karena mereka tak mau meninggalkan orang-orang yang mereka cinta. Malam itu, para penonton datang tak sendirian, bersama sahabat dan kekasih mereka.

"Beberapa orang bersembunyi di kamar ganti, dan para pembunuh berhasil mengambil dan membunuh semuanya, kecuali seorang anak yang bersembunyi di balik jaket kulit saya. Alasan hebat banyak yang mati adalah karena banyaknya orang yang tak mau meninggalkan teman-teman mereka," kata Hughes.

Nick Alexander, manager merchandiser Eagles of Death Metal tewas malam itu karena melindungi orang lain. "Ia berdarah karena tak ingin orang lain tersakiti," kata Hughes mulai menangis.

Homme menunjukan daftar nama-nama yang tak berhasil selamat malam itu. "Sangat sulit kupercaya. Saya ingin menulisnya untuk melihat. Ya Tuhan, orangtua mereka. Seandainya saya bisa berbicara kepada orangtua mereka. Saya ingin berlutut dan bilang, 'apapun yang kau butuhkan',".

Eagles of Death Metal (teamrock.com)

Meski begitu, Eagles of Death Metal tidak takut untuk kembali ke Paris. Mereka berencana kembali manggung secepatnya mengenang para penggemar mereka yang tewas.

"Saya tak sabar untuk kembali ke Paris. Saya ingin main. saya ingin menjadi band pertama yang tampil setelah Bataclan dibuka kembali. Teman-teman kami menonton rock n roll di sana dan mati. Saya ingin ke sana dan hidup. Kami tak akan melupakan kalian, Kami mencintai kalian semua. Saya cinta kalian semua, dan kami akan melaluinya," kata Hughes.

Eagles of Death Metal telah meminta sesama musisi lainnya untuk meng-cover lagu hits mereka I Love You All the Time yang keuntungannya nanti akan disalurkan kepada para korban pembantaian teror Paris. (Gul/fei)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Rizkiono Unggul Wibisono, Ferry NoviandiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan