Hercules Rasa The Rock dan Kelahiran Sebuah Epos Kepahlawanan

Hercules yang disutradarai Brett Ratner mengandaikan bagaimana kisah sesungguhnya mitos sang wirawan alias hero.

Diterbitkan 04 September 2014, 15:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Setiap peradaban konon memiliki mitos pahlawan super masing-masing.

Dari India, kita mengenal kisah Mahabharata tentang perang antara kebaikan (Pandawa) melawan kejahatan (Kurawa) dengan para dewa ikut serta di dalamnya. Dari Tiongkok, misalnya, ada cerita Perjalanan ke Barat mencari kitab suci oleh seekor kera sakti. Dalam perjalanan, ia harus menghadapi siluman jahat dan juga dibantu para dewa. Di Indonesia, kita mengenal lakon pewayangan Mahabharata yang telah diadaptasi dengan rasa lokal.

Sedang dari Yunani, misalnya, kita mengenal epos kepahlawanan. Epos adalah cerita dalam bentuk syair tentang perbuatan gagah seorang dewa atau hero dan peristiwa yang bermakna pada sebuah kebudayaan atau bangsa.

Dala

m epos, seorang hero selalu diidentifikasi secara genetis sebagai sosok pribadi yang lahir dari pernikahan antara dewa dengan manusia.

Epos kepahlawanan Hercules masuk kategori itu.

Hercules adalah manusia setengah dewa, putra dewa Zeus dari perkawinannnya dengan seorang wanita manusia biasa. Hal ini membuat istri Zeus, Hera cemburu. Ia ingin membunuh Hercules. Hera lalu memberi janji pada Hercules untuk tak mengganggu hidupnya lagi dengan syarat Hercules harus tuntas melakukan tugas-tugasnya. Yang dimaksud dengan tugas adalah Hercules harus mengalahkan monster-monster jahat.

***

Begitu kira-kira epos kepahlawanan Hercules yang kita kenal selama ini. Pertanyaannya, benarkah kisahnya seperti itu? Apakah di zaman dahulu pernah hidup sosok manusia setengah dewa yang mampu menaklukkan monster semacam ular berkepala banyak Hydra?

Tentu saja kisah itu hanya mitos. Sejarah mencatat, nenek moyang peradaban Yunani dimulai tiga ribu tahun SM saat bangsa Aegea tinggal dan mencipta peradaban di laut Mediterania. Dari situ, selama zaman perunggu, dari 3000 hingga 1200 SM, berkembang peradaban yang pada akhirnya berevolusi menjadi peradaban Yunani kuno (1100-146 SM). Epos Hercules, Iliad, atau Odysseus lahir dari masyarakat di sana.

Tidak ada yang tahu benar-benar bagaimana epos Hercules lahir. Nah, film ini, Hercules yang disutradarai Brett Ratner mengandaikan bagaimana kisah sesungguhnya mitos sang wirawan alias hero.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Menurut film ini, yang diangkat dari novel grafis karya Steve Moore, Hercules sejatinya manusia biasa. Dia punya pekerjaan sebagai tentara bayaran bersama kawan-kawannya. Sebagai tenaga bayaran, Hercules bekerja demi uang. Orang kaya, bangsawan, atau raja menyewa Hercules dan kawan-kawan menunaikan tugas lalu menerima sekarung uang bila tugas sudah ditunaikan. Dalam epos Hercules yang ini, aslinya ia adalah kstaria dari Athena yang kemudian terusir karena disalahkan atas kematian istri dan anak-anaknya. Sebagai kstaria yang terusir, Hercules mencari penghidupan sebagai tentara bayaran. Lantas, inikah kisah Hercules sesungguhnya? Selanjutnya>>

Halaman
Show All
Ade Irwansyah, Meiristica NurulTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan