Liputan6.com, Jakarta - PT Astra International Tbk (ASII) mencatat pendapatan bersih naik, tetapi laba bersih turun pada Januari-September 2026.
PT Astra International Tbk meraup pendapatan bersih Rp 243,86 triliun hingga September 2026. Pendapatan ini naik tipis sekitar 0,10% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 243,60 triliun.
Sementara itu, laba bersih tidak termasuk non-recurring items melemah terbatas 1% menjadi Rp 24,56 triliun hingga September 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 24,71 triliun.
Advertisement
Seiring hal itu laba bersih turun 12% menjadi Rp 21,60 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 24,47 triliun. Sementara itu, laba bersih per saham turun 11% menjadi Rp 541 hingga September 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 605 per saham.
Perseroan mencatat non-recurring items sebesar Rp 3 triliun yang terutama terdiri atas penurunan nilai (impairment) dan penyesuaian nilai wajar atas investasi ekuitas. Dengan memperhitungkan non-recurring items itu, laba bersih grup tercatat Rp 21,6 triliun, susut 12% dibandingkan periode sama tahun lalu.
Nilai aset bersih per saham pada 30 September 2026 naik 5% menjadi Rp 5,999. Kas bersih pada 30 September 2026, tidak termasuk anak perusahaan Jasa Keuangan Grup mencapai Rp 1,8 triliun, dibandingkan Rp 7,2 triliun pada 31 Desember 2025, terutama disebabkan oleh akuisisi perusahaan tambang emas PT Arafura Surya Alam dan share buyback. Utang bersih anak perusahaan Jasa Keuangan Grup mencapai Rp 66,7 triliun pada 30 September 2026, meningkat dibandingkan Rp 64,9 triliun pada 31 Desember 2025.
"Astra mencatat kinerja yang resilien selama sembilan bulan pertama 2026. Laba bersih Grup, tanpa memperhitungkan non-recurring items, stabil sebesar Rp 24,6 triliun (turun 12% jika memperhitungkan non-recurring items). Pertumbuhan pada sebagian besar bisnis Astra diimbangi oleh kondisi yang menantang pada bisnis Solusi Pertambangan dan Alat Berat,” ujar Presiden Direktur Astra International Rudy, mengutip keterangan resmi, Rabu, (28/10/2026).
Ia menambahkan, dibandingkan kuartal-kuartal sebelumnya, kinerja pada kuartal ketiga membaik, terutama ditunjang oleh peningkatan volume kontrak pertambangan, dimulainya kembali produksi tambang emas Martabe, serta bisnis otomotif yang tetap bertumbuh.
“Kami memperkirakan faktor-faktor tersebut akan terus menunjang kinerja grup pada kuartal keempat,” kata dia.
Perseroan Tetap Optimistis terhadap Core Business
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3153677/original/019791700_1592280960-Astra_1.jpg)
Terkait pengalokasian modal, Perseroan tetap disiplin dalam menjalankannya. Sejak November 2025 hingga September 2026, grup telah menyelesaikan program share buyback dengan total nilai Rp 10 triliun.
Selain program share buyback Astra Rp 8 triliun yang masih berlangsung, United Tractors dan Astra Agro Lestari juga mengumumkan program share buyback yang baru pada Oktober 2026. Inisiatif alokasi modal grup juga mencakup penawaran tender sukarela oleh Astra untuk menambah kepemilikan saham di Astra Otoparts.
"Di tengah volatilitas pasar, kami tetap optimistis terhadap kekuatan core business Astra dan akan terus meningkatkan efisiensi operasional, menjaga posisi neraca yang kuat, serta mengejar peluang pertumbuhan secara selektif,” ujar Rudy.
Ia menambahkan, Astra juga akan terus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia sekaligus menciptakan nilai bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.
Kontribusi laba bersih grup berdasarkan bisnis pada Januari-September 2026:
Otomotif
Laba bersih dari bisnis otomotif naik 8% menjadi Rp 9,78 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 9,03 triliun
Jasa Keuangan
Laba bersih dari jasa keuangan tumbuh 6% menjadi Rp 7,15 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 6,73 triliun
Solusi Pertambangan dan Alat Berat
Laba bersih dari solusi pertambangan dan alat berat merosot 28% menjadi Rp 5,06 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 7,07 triliun
Lain-lain
Kontribusi bisnis lain-lain naik 36% menjadi Rp 2,55 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,87 triliun.
Laba bersih tidak termasuk non-recurring susut 1% menjadi Rp 24,56 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 24,71 triliun.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384458/original/090026400_1793172561-Screenshot_2026-10-28_141303.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376757/original/016204500_1792391224-cek_fakta_jasa_marga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357774/original/082781700_1790305729-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-25T100732.986.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382785/original/072637300_1793009878-cek_fakta_-_bantuan_pupuk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3194079/original/097851200_1596032514-Foto_01.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384763/original/070551500_1793181619-taspen.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277611/original/083761300_1672400408-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4883223/original/030233500_1720093649-20240704-IHSG-ANG_5.jpg)