Laba Bersih Bank Danamon Turun 33 Persen di Semester I-2026

Kendati laba bersih tertekan 33% akibat penyesuaian strategi dan biaya, Bank Danamon tetap mencatatkan pertumbuhan kredit 12% dan kualitas aset yang terjaga.

Diterbitkan 30 Juli 2026, 16:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membukukan laba bersih konsolidasian setelah pajak dan kepentingan nonpengendali sebesar Rp 2,4 triliun pada semester I-2026. Capaian tersebut mencatatkan penurunan sebesar 33% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Chief Financial Officer PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Theresia Adriana, menjelaskan bahwa penyesuaian kinerja laba bersih terjadi di tengah langkah perseroan yang tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent) serta menjaga kualitas permodalan dan likuiditas.

"Danamon tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnisnya, sebagaimana tercermin pada kualitas aset yang tetap terjaga dengan baik pada semester pertama 2026 meski laba bersih mengalami penurunan," ujar Theresia dalam konferensi pers daring, Kamis (30/7/2026).

Penurunan laba bersih tersebut juga mewarnai langkah transformasi perseroan dalam memperkuat sinergi dengan grup MUFG melalui pembentukan perusahaan induk keuangan operasional.

President Director PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Nobuya Kawasaki, mengatakan bahwa pembentukan perusahaan induk keuangan operasional merupakan bagian dari strategi jangka panjang grup untuk memperkuat transformasi bisnis.

"Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan grup dalam menyediakan solusi keuangan yang menyeluruh guna mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan," ujar Nobuya.

Ia menambahkan, Danamon tetap berkomitmen memperkuat kolaborasi di tengah tantangan ketidakpastian ekonomi global. "Kami tetap berkomitmen bekerja sama secara erat dengan seluruh pemangku kepentingan, regulator, dan para mitra dalam menyediakan solusi keuangan yang holistik bagi nasabah," tuturnya.

 

Kinerja Kredit dan DPK Tetap Bertumbuh

Meski laba bersih tertekan, penyaluran fungsi intermediasi Bank Danamon tetap menunjukkan tren positif. Total kredit dan trade finance konsolidasian tercatat sebesar Rp 230,1 triliun, tumbuh 12% (yoy).

Theresia menyebutkan bahwa pertumbuhan kredit tersebut ditopang oleh segmen wholesale banking, business banking, enterprise banking, financial institution, SME banking, consumer banking, serta kontribusi anak perusahaan.

Dari sisi penghimpunan dana, Danamon membukukan Dana Pihak Ketiga (DPK) konsolidasian (giro, tabungan, dan deposito) sebesar Rp 181,7 triliun, atau meningkat 14% dibandingkan semester I tahun lalu.

 

Kualitas Aset dan Rasio Keuangan

Di tengah koreksi laba, indikator kualitas aset dan permodalan perseroan terpantau berada dalam kondisi sehat:

Rasio Loan at Risk (LAR): 7,8% (membaik 253 basis poin yoy)

Rasio Kredit Bermasalah (NPL Bruto): 1,7%

Rasio Cakupan NPL (NPL Coverage): 282,4%

Liquidity Coverage Ratio (LCR): 134,8%

Net Stable Funding Ratio (NSFR): 112,3%

Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM): 22,3%