Deli Putra Lepas 900 Juta Saham PKPK

Manajemen Paragon Karya Perkasa (PKPK) menyatakan tidak ada perubahan pengendali saham, modal dan total saham meski Deli Putra Bangsa lepas saham.

Diterbitkan 16 Juli 2026, 18:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK) menyampaikan ada transaksi penjualan seluruh kepemilikan saham yang dimiliki oleh salah satu pemegang saham perseroan, PT Deli Putra Bangsa (DPB). Direktur Utama PT Paragon Karya Perkasa Tbk Haryanto Sofian mengungkapkan, transaksi tersebut telah dilakukan pada 16 Juli 2026 dengan jumlah saham yang dilepas mencapai 900 juta lembar saham.

"Pada tanggal 16 Juli 2026 telah dilakukan penjualan seluruh kepemilikan saham di dalam Perseroan, yaitu dari PT Deli Putra Bangsa (“DPB”) sebanyak 900.000.000 saham," ujar Haryanto dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (16/7/2026).

Meski terjadi perubahan kepemilikan saham oleh DPB, perseroan memastikan aksi tersebut tidak berdampak terhadap struktur permodalan maupun jumlah saham beredar. Selain itu, transaksi tersebut juga tidak menyebabkan perubahan terhadap pihak pengendali perseroan maupun penerima manfaat akhir (ultimate beneficial owner).

"Atas transaksi tersebut di atas, tidak terjadi perubahan atas permodalan, total saham, pengendali Perseroan, dan Penerima Manfaat Akhir," ujarnya.

Selain itu, Dirut Paragon Karya Perkasa juga menyatakan transaksi penjualan saham tersebut tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun keberlangsungan usaha perseroan.

"Dampak kejadian, informasi atau fakta material tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Emiten atau Perusahaan Publik tidak ada," pungkasnya.

 

Dirut Beli 58.500 Saham PKPK, Ini Tujuannya

Sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK), Haryanto Sofian, tercatat melakukan aksi pembelian saham perseroan dalam tiga transaksi terpisah pada 30 Maret 2026. Aksi ini dilakukan dengan tujuan investasi dan turut meningkatkan jumlah kepemilikan sahamnya di perusahaan.

Berdasarkan Keterbukaan Informasi BEI, Selasa (31/3/2026) Haryanto membeli saham sebanyak total 58.500 lembar. Rinciannya, pembelian pertama sebanyak 8.900 saham di harga Rp 2.060 per saham.

Kemudian, disusul pembelian kedua sebanyak 1.100 saham di harga Rp 2.070, serta pembelian ketiga sebanyak 48.500 saham di harga Rp 2.030 per saham.

Dengan adanya transaksi tersebut, jumlah saham yang dimiliki Haryanto meningkat dari sebelumnya 2.240.400 saham menjadi 2.298.900 saham. Meski terjadi penambahan jumlah saham, porsi kepemilikan atau hak suara tetap berada di level 0,19%.

Mengutip laman PKPK, pada 1983 PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK) didirikan terutama adalah untuk menunjang pengoperasian blok-blok migas tersebut oleh PT Vico Indonesia, Total E&P Indonesie, dan pelanggan baru PKPK sejak 2011 adalah Salamander Energy Ltd.

 

 

 

Pengembangan Usaha

Beberapa kurun waktu sesudahnya, PKPK juga mengembangkan operasi usahanya di wilayah lain, seperti di blok Kangean dan Pagerungan untuk PT EMP Kangean, serta yang terbaru di wilayah Sampang (Madura) untuk Santos Energy Ltd, namun pada dasarnya wilayah usaha utama PKPK adalah Kalimantan Timur sedemikian rupa pengembangan usaha PKPK di sektor lainnya di kemudian hari dilakukan di wilayah Kalimantan Timur.

Pengembangan usaha penting PKPK di sektor lain adalah angkutan batubara untuk PT Pamapersada Nusantara di Bontang pada akhir 1990an, selanjutnya pertambangan batubara dan sektor penunjang perkebunan pada 2005.

Pengembangan usaha di sektor batubara tersebut sekaligus menandai pengembangan manajemen, karena bersamaan dengan PKPK melaksanakan Penawaran Umum 20,83% kepada masyarakat, dan mencatatkan saham-sahamnya pada Bursa Efek Indonesia pada Juli 2007.