Pasar Asia Mencemaskan, Bursa Wall Street Jatuh

"Jelas sekali ada kekhawatiran. Dunia terserang imbas dari pasar negara berkembang,"

Diterbitkan 25 Januari 2014, 09:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Bursa saham Wall Street Amerika Serikat jatuh untuk kedua kalinya ditandai dengan ambruknya indeks S&P 500 ke level terendah sejak Juni 2012. Pelaku pasar khawatir dengan aksi jual aset di pasar negara berkembang.

Mengutip Reuters, Sabtu (25/1/2014), indeks saham S&P tercatat turun 2,6% sepanjang pekan ini. Pelemahan ini merupakan yang terbesar sejak 9 Oktober dikhawatirkan akan jatuh lebih dalam.

"Jelas sekali ada kekhawatiran. Dunia terserang imbas dari pasar negara berkembang," ujar Managing Director of Equity dari Wedbush Securities di Los Angeles, Michael James.

Pasar negara berkembang diserang kepanikan setelah pertumbuhan ekonomi melambat. Selain itu, kondisi politik di Turki, Argentina dan Ukraina juga tengah bermasalah.

Seiring munculnya ekspektasi The Federal Reserves akan kembali menarik US$ 10 miliar program stimulusnya, investor khawatir bank sentral AS ini akan kembali menaikkan tingkat suku bunga acuan.

Kondisi ini membuat indeks bursa saham AS seluruhnya bergerak di zona merah. S&P tercatat melemah 38,17 poin (2,09%) ke level 1.790, 29, Dow JOnes turun 318,24 poin (1,96%) ke level 15.879,11, dan Nasdaq terkoreksi 90,701 poin (2,15%) ke posisi 4.128,17.

Selama sepekan, Dow JOnes tercatat turun 3,5% sementara NAsdaq tekoreksi 1,7%. Penurunan mingguan indeks Dow Jones merupakan yang terdalam sejak November 2011.(Shd)