Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia melonjak pada Senin, (15/6/2026). Kenaikan bursa saham Asia dipicu kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Sentimen tersebut mengurangi tekanan inflasi secara global dan suku bunga lebih tinggi. Di sisi lain, dolar AS melemah dan Harga minyak turun pada awal pekan ini.
Di bursa saham Asia, indeks Nikkei naik 3%, indeks Kospi Korea Selatan menguat 4,3%. Sementara itu, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang bertambah 1,5%.
Mengutip Channel News Asia, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif mengatakan di media sosial pada Senin pagi, kesepakatan telah tercapai. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan, perjanjian tersebut termasuk pembukaan Selat Hormuz yang vital, meskipun tanpa memberikan rincian.
Advertisement
Trump akan bertemu dengan para pemimpin Timur Tengah dan menghadiri sesi kerja dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy selama KTT G7 di Prancis minggu ini.
Iran mengatakan lalu lintas melalui selat tersebut akan diatur oleh Iran dan Oman, yang berpotensi menjadi pukulan terhadap aturan perdagangan bebas dan menunjukkan mungkin akan ada semacam pungutan pada pengiriman barang.
"Kurangnya detail, terutama mengenai kebebasan pelayaran, memang menjadi kekhawatiran, tetapi bukan sesuatu yang seharusnya membatasi pasar saat ini karena lonjakan selera risiko sedang terjadi," kata Analis FX senior di ITC Markets, Sean Callow.
"Prospek penurunan harga energi yang berkelanjutan mengubah percakapan bagi bank sentral tepat sebelum serangkaian keputusan kebijakan," ia menambahkan.
Berita ini akan melegakan para bank sentral yang bertemu minggu ini, mengurangi sebagian tekanan untuk memperketat kebijakan guna mencegah kenaikan ekspektasi inflasi yang didorong oleh sektor energi.
Pasar telah memperkirakan kemungkinan kesepakatan, tetapi konfirmasi tersebut cukup untuk membuat harga minyak mentah Brent turun 4 persen menjadi US$ 83,80 per barel, jauh dari puncaknya pada Mei sebesar US$ 126,41.
Â
Harga Minyak Turun
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540889/original/074569200_1774841000-6.jpg)
Minyak mentah AS turun 4,7 persen menjadi US$ 80,89 per barel, tetapi masih di atas level US$ 67 yang diperdagangkan sebelum perang dimulai.
"Kami memperkirakan harga minyak Brent berjangka akan turun menjadi US$80 pada akhir tahun, dengan asumsi selat tersebut tidak ditutup lagi," kata analis pertambangan dan energi di CBA, Vivek Dhar.
"Perkiraan kami secara implisit mengasumsikan bahwa ekspor minyak dan produk olahan dapat segera dilanjutkan melalui Selat Hormuz, tetapi pandangan ini mengandung ketidakpastian yang cukup besar terkait dengan kerusakan aset minyak dan kilang," Dhar menambahkan.
Di sisi lain, di Eropa, kontrak berjangka EuroStoxx 50 dan DAX masing-masing naik 0,2%. Sementara itu, kontrak berjangka FTSE bertambah 0,3%.
Kontrak berjangka S&P 500 naik 0,9%. Sementara itu, kontrak berjangka Nasdaq melonjak 1,5% di tengah lonjakan aset berisiko.
Pertemuan Bank Sentral
Adapun sejumlah bank sentral menggelar pertemuan pekan ini. Bank sentral itu antara lain AS, Inggris, Jepang, Australia, Swiss, Swedia, Norwegia, dan Rusia. Bursa sentral Jepang diprediksi menaikkan suku bunga pekan ini.
Sedangkan bank sentral AS atau the Federal Reserve diprediksi memeprtahankan suku bunga di kisaran 3,5%-3,75%. Adapun pertemuan bank sentral AS pekan ini menjadi debut ketua the Fed Kevin Warsh. Pernyataan, proyeksi ekonomi, dan konferensi pers akan dicermati untuk mencari sinyal apa pun the Fed akan menurunkan pelonggaran kebijakan moneternya karena para pejabat semakin bersikap hawkish terhadap risiko inflasi.
Â
Advertisement
Pasar Keuangan dan Komoditas Global
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3512417/original/039985100_1626406790-wall_street__2_16_juli_robb-miller-oEGDKf4ZtNg-unsplash.jpg)
Obligasi pemerintah AS menguat karena harapan harga minyak akan turun secara berkelanjutan dan mengurangi risiko inflasi. Imbal hasil obligasi 2 tahun turun 6 basis poin menjadi 4,02%.
Penurunan imbal hasil dan perbaikan risiko secara umum menarik dolar AS melemah. Euro naik 0,4 persen menjadi US$ 1,1608. Dolar AS turun 0,2% terhadap yen menjadi 159,90, sementara poundsterling naik 0,3% menjadi US$ 1,3446.
Bank of England diperkirakan mempertahankan suku bunga di 3,75% pada Kamis dan hingga tahun 2026, dengan para pembuat kebijakan diperkirakan tidak terburu-buru untuk memperketat kebijakan moneter. Hasil pemungutan suara Bank of England dan laporan kebijakan moneter akan menjadi hal yang menarik.
Data ekonomi utama Inggris mencakup inflasi dan penjualan ritel Mei, serta data ketenagakerjaan April. Pemilihan Makerfield pada Kamis juga akan dipantau, karena kemenangan wali kota dari Partai Buruh, Andy Burnham, dapat membuka jalan untuk perebutan kepemimpinan melawan Perdana Menteri Keir Starmer.
Di pasar komoditas, penurunan imbal hasil membantu harga emas yang tidak memberikan bunga naik 1,9% menjadi US$ 4.300 per ounce.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463536/original/058765400_1767636182-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331557/original/037451000_1787549916-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-24T123722.755.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337309/original/008779100_1788240212-cek_fakta_-_pinjol_ojk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7961905/original/013698500_1780798434-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-07T090929.694.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046088/original/077180100_1581323846-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-5.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411708/original/048619800_1479708636-Iran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337788/original/082416500_1788257357-1000247086.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2408411/original/021376800_1542192171-Pasar-saham-Indonesia1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4857433/original/009395600_1717852813-WhatsApp_Image_2024-06-08_at_10.14.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4883223/original/030233500_1720093649-20240704-IHSG-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3617767/original/009410000_1635569943-Dharma-Group1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5354221/original/062916400_1758205890-df9cbc34-4120-4a02-95a2-3b3a4d743f6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487883/original/066756000_1769682062-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1040537/original/091207600_1446442504-20151102-IHSG-Masih-Berkutat-di-Zona-Merah-Jakarta4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046084/original/091856600_1581323843-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-1.jpg)