IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok ke 5.342

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin turun tajam pada perdagangan saham Senin, (8/6/2026).

Diterbitkan 08 Juni 2026, 16:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meninggalkan posisi 5.400 pada perdagangan saham Senin, (8/6/2026). Tekanan IHSG hari ini terjadi di tengah seluruh sektor saham yang tertekan.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun 4,52% menjadi 5.342,13. Indeks saham LQ45 melemah 5,5% menjadi 527,07. Seluruh indeks saham acuan kompak tertekan.

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 5.523,94 dan terendah 5.317,90. Sebanyak 661 saham melemah sehingga bebani IHSG. Sedangkan 78 saham menguat dan 78 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan tercatat 2.213.567 kali dengan volume perdagangan saham 32,4 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 21,4 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 18.170.

Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham industri turun 6,39%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi terpangkas 4,03%, sektor saham basic turun 4%. Kemudian sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 4,36%. Lalu sektor saham consumer siklikal melemah 4,25%.

Selanjutnya sektor saham kesehatan turun 4,44%, sektor saham keuangan susut 2,82%, sektor saham properti terperosok 2,92%, sektor saham teknologi susut 4,68%. Lalu sektor saham infrastruktur turun 6,29% dan sektor saham transportasi terpangkas 5,58%.

Harga saham BBCA ditutup turun 4,43% menjadi Rp 4.850 per saham. Harga saham BBCA dibuka melemah Rp 4.950 dari penutupan sebelumnya Rp 5.075 per saham. Harga saham BBCA berada di level tertinggi Rp 5.050 dan terendah Rp 4.850 per saham. Total frekuensi perdagangan 117.346 kali dengan volume perdagangan saham 7.133.029 saham. Nilai transaksi harian Rp 3,5 triliun.

Gerak Saham

Harga saham GJTL ditutup melemah 3,81% menjadi Rp 1.010 per saham. Saham GJTL dibuka turun lima poin menjadi Rp 1.045 per saham.Harga saham GJTL berada di level tertinggi Rp 1.050 dan terendah Rp 950 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.112 kali dengan volume perdagangan saham 74.396 saham. Nilai transaksi Rp 7,6 miliar.

Harga saham INCO melemah 7,22% menjadi Rp 4.240 per saham. Harga saham INCO dibuka turun menjadi Rp 4.300 per saham dari pekan lalu Rp 4.570 per saham. Saham INCO berada di level tertinggi Rp 4.610 dan terendah Rp 4.090 per saham. Total frekuensi perdagangan 12.139 kali dengan volume perdagangan saham 290.793 saham. Nilai transaksi Rp 126 miliar.

Harga saham DSSA susut 2,4% menjadi Rp 595 per saham. Harga saham DSSA dibuka melemah menjadi Rp 595 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 610 per saham. Harga saham DSSA berada di level tertinggi Rp 630 dan terendah Rp 560 per saham. Total frekuensi perdagangan 44.388 kali dengan volume perdagangan saham 5.187.030 saham. Nilai transaksi harian Rp 307,9 miliar.

Top Gainers-Losers

Saham-saham LQ45 yang masuk  top gainers antara lain:

  • Saham ADMR naik 3,57%
  • Saham MBMA naik 1,38%
  • Saham UNVR naik 0,32%

 

Saham-saham LQ45 yang masuk top losers antara lain:

  • Saham TLKM melemah 14,86%
  • Saham HRTA melemah 13,62%
  • Saham ISAT melemah 8,78%
  • Saham PGAS melemah 8,55%
  • Saham JPFA melemah 8,01%

Saham-saham LQ45 teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BBCA senilai Rp 3,5 triliun
  • Saham BBRI senilai Rp 1,7 triliun
  • Saham BMRI senilai Rp 1,5 triliun
  • Saham TLKM senilai Rp 810,1 miliar
  • Saham ANTM senilai Rp 712,7 miliar

 

Saham-saham LQ5 teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham BBCA tercatat 117.342 kali
  • Saham BBRI tercatat 108.280 kali
  • Saham BUMI tercatat 67.285 kali
  • Saham BMRI tercatat 53.393 kali
  • Saham BRPT tercatat 51.642 kali