BRI Membayar Dividen Mulai Hari Ini 8 Mei 2026

Manajemen BRI menegaskan pembagian dividen mencerminkan pendekatan yang seimbang antara distribusi laba ke pemegang saham dan struktur modal.

Diterbitkan 08 Mei 2026, 14:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) resmi membayar dividen tunai kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2025 pada Jumat, (8/5/2026).

Pembayaran dividen tersebut merupakan tindak lanjut atas keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BRI yang telah diselenggarakan pada 10 April 2026. Total dividen tunai yang dibagikan BRI mencapai Rp 52,1 triliun atau sebesar Rp 346 per saham.

Nilai tersebut telah termasuk dividen interim sebesar Rp 137 per saham atau Rp 20,6 triliun yang sebelumnya telah dibayarkan pada 15 Januari 2026. Dengan demikian, sisa dividen tunai yang dibayarkan pada 8 Mei 2026 sebesar Rp 209 per saham atau senilai Rp 31,47 triliun.  

Corporate Secretary BRI Dhanny, menyampaikan kebijakan pembagian dividen tersebut tetap memperhatikan keseimbangan antara pemberian nilai tambah bagi pemegang saham dan penguatan struktur permodalan untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

"Pembagian dividen tersebut mencerminkan komitmen BRI dalam memberikan economic value yang optimal dan berkelanjutan kepada para pemegang saham, sekaligus mencerminkan fundamental yang kuat serta ketahanan kinerja Perseroan yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global,” ujar Dhanny dalam keterangan BRI, Jumat (8/5/2026).

Ia menjelaskan, kebijakan dividen BRI mencerminkan pendekatan yang seimbang antara distribusi laba kepada pemegang saham dan penguatan struktur permodalan untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan.

Pendekatan ini sejalan dengan strategi BRI dalam memastikan kualitas pertumbuhan positif yang berkelanjutan. Adapun pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah investor yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (recording date) pada 22 April 2026.

 

Kinerja Kuartal I 2026

Sebelumnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BRI mencatatkan laba bersih sebesar Rp 15,5 triliun pada kuartal I 2026 atau tumbuh 13,7% secara tahunan atau year-on-year (yoy), di tengah tekanan global yang meningkat akibat eskalasi risiko geopolitik dan ketidakpastian kebijakan moneter.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan capaian tersebut ditopang oleh fundamental bisnis yang tetap kuat serta strategi pertumbuhan yang dijalankan secara selektif dan prudent.

“Dengan fundamental bisnis yang tetap kuat di tengah dinamika industri, didukung oleh pertumbuhan kredit yang selektif, penurunan biaya dana, serta kualitas aset yang tetap terjaga, BRI berhasil mencatatkan laba bersih pada triwulan I 2026 sebesar Rp 15,5 triliun atau tumbuh 13,7% secara year-on-year,” ujarnya dalam Konferensi Pers, Kamis (30/4/2026).

Selain laba, kinerja operasional BRI juga menunjukkan tren positif. Pre-Provision Operating Profit (PPOP) tumbuh 7,7% yoy menjadi Rp 32,2 triliun, mencerminkan kemampuan perseroan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pendapatan dan efisiensi.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit dan pembiayaan meningkat 13,7% yoy menjadi Rp 1.562 triliun, dengan segmen UMKM tetap menjadi pilar utama dengan penyaluran mencapai Rp 1.211 triliun.

 

 

Penghimpunan Dana

Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat tumbuh 9,4% yoy menjadi Rp 1.555 triliun, yang didorong oleh pertumbuhan dana murah (CASA) sebesar 13,2% yoy menjadi Rp 1.058,6 triliun. Total aset BRI juga meningkat 7,2% yoy menjadi Rp 2.250 triliun hingga akhir kuartal I 2026.

“Di tengah dinamika global yang masih penuh tantangan, BRI mampu menjaga momentum pertumbuhan yang sehat melalui berbagai inisiatif transformasi,” kata Hery.

Dari sisi kualitas aset, loan at risk (LAR) membaik menjadi 9,7% dari sebelumnya 11,1% pada periode yang sama tahun lalu. Efisiensi pendanaan juga terlihat dari penurunan cost of fund menjadi 2,3%, serta cost of credit yang membaik menjadi 3,2%.

Sejalan dengan itu, rasio profitabilitas turut meningkat dengan return on asset (ROA) mencapai 2,8% dan return on equity (ROE) naik menjadi 18,4%. Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) juga tumbuh 11,9% yoy menjadi Rp 40,15 triliun.

Secara keseluruhan, BRI mampu menjaga kinerja yang solid dengan tetap memperhatikan kualitas pertumbuhan di tengah tantangan global.