Saham Nvidia Sentuh Rekor, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp 86.265 Triliun

Harga saham Nvidia telah naik lebih dari 14 kali lipat sejak akhir 2022.

Diterbitkan 25 April 2026, 10:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga saham Nvidia ditutup pada rekor tertinggi pada Jumat, 24 April 2026 untuk pertama kali sejak Oktober 2025. Kenaikan harga saham Nvidia mendorong kapitalisasi pasar perseroan melewati USD 5 triliun atau Rp 86.265 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.250). Harga saham Nvidia yang melonjak itu seiring investor berbondong-bondong masuk ke perdagangan chip artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan menjelang rilis laba perseroan dari perusahaan raksasa teknologi.

Mengutip CNBC, harga saham Nvidia naik 4,3% dan ditutup di USD 208,27. Harga saham Nvidia telah menguat lebih dari 14 kali lipat sejak akhir 2022, didorong meningkatnya permintaan untuk layanan dan model kecerdasan buatan. Unit pemrosesan grafis Nvidia diandalkan oleh Google, Microsoft, Meta dan Amazon serta pengembang model OpenAI dan Anthropic.

Selain itu, reli harga saham Nvidia pada Jumat pekan ini dipicu oleh laba lebih baik dari perkiraan pada Kamis malam dari produsen chip Intel, yang sebagian besar telah tersisih dari pasar AI hingga baru-baru ini. Saham Intel melonjak 24%, kinerja terbaik sejak 1987.

Di sisi lain, Advanced Micro Devices, yang bersaing dengan Nvidia dan Intel melonjak 14%, sementara produsen chip perangkat seluler Qualcomm naik 11%.

Investor telah mengurangi kepemilikan saham teknologi kapitalisasi besar karena harga minyak meroket akibat perang Iran dan gangguan rantai pasokan yang mengikutinya.

Namun, sebagian besar sektor teknologi kembali diminati akhir-akhir ini dengan permintaan investor kembali diminati akhir-akhir ini dengan permintaan infrastruktur AI yang tidak menunjukkan tanda-tanda melambat.

Nasdaq kini naik 15% pada April, menuju bulan terbaiknya sejak April 2020. Nvidia menghadapi persaingan yang semakin ketat di bidang AI. Alphabet, pelanggan utama Nvidia mengumumkan chip baru yang akan mencoba menyaingi penawaran Nvidia ketika tersedia untuk pelanggan cloud akhir tahun ini.

Saham Nvidia Melonjak Berkat Komentar CEO Jensen Huang soal Belanja AI

Sebelumnya, pergerakan saham Nvidia berada di zona positif pada Jumat, 6 Februari 2026. Komentar CEO Nvidia Jensen Huang mengenai belanja modal untuk infrastruktur artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan berdampak terhadap pergerakan saham Nvidia.

Mengutip CNBC, Sabtu (7/2/2026), CEO Nvidia, Jensen Huang menuturkan, belanja modal industri teknologi yang melonjak untuk infrastruktur AS dapat dibenarkan, tepat dan berkelanjutan.

"Alasannya adalah karena arus kas semua perusahaan ini akan mulai meningkat,” ujar dia saat acara Halftime Report CNBC, dikutip Sabtu pekan ini.

Saham Nvidia ditutup naik hampir 8% pada Jumat, 6 Februari 2026. Harga saham Nvidia naik 7,92% menjadi USD 185,41.  Harga saham Nvidia berada di level tertinggi USD 187 dan terendah USD 174,60. Kapitalisasi pasar Nvidia tercatat USD 4,51 triliun.

Komentar Huang muncul setelah pelanggan utama Nvidia, Meta, Amazon, Google dan Microsoft melaporkan pendapatan terbaru mereka selama dua minggu terakhir. Perusahaan-perusahaan ini memberi tahu investor berencana untuk secara dramatis meningkatkan pengeluaran untuk infrastruktur AI. Secara total, perusahaan-perusahaan hyperscaler ini dapat menghabiskan USD 660 miliar untuk belanja modal 2026. Sebagian besar pengeluaran tersebut dialokasikan untuk membeli chip Nvidia.

Wall Street memberikan respons yang beragam terhadap peningkatan pengeluaran tersebut, yang menyebabkan saham Meta dan Alphabet naik, tetapi menghukum Amazon dan Microsoft.

Huang mengatakan, pembangunan infrastruktur terbesar dalam sejarah manusia” didorong oleh permintaan daya komputasi yang “sangat tinggi”, yang dapat digunakan oleh perusahaan AI dan hyperscaler untuk menghasilkan lebih banyak uang. Dia mengutip contoh spesifik tentang apa yang dilakukan pelanggan Nvidia dengan AI.

 

 

Puji OpenAI dan Anthropic

Meta menggunakan AI untuk beralih dari sistem rekomendasi yang berjalan pada CPU ke sistem yang menggunakan AI generatif dan agen, kata Huang. Ia mengatakan bahwa penggunaan chip Nvidia dan AI oleh Amazon Web Services akan memengaruhi cara raksasa ritel tersebut merekomendasikan produk, dan bahwa Microsoft akan menggunakan AI bertenaga Nvidia untuk meningkatkan perangkat lunak perusahaannya.

Ia juga memuji OpenAI dan Anthropic, dua laboratorium kecerdasan buatan terkemuka, yang keduanya menggunakan chip Nvidia melalui penyedia cloud. Nvidia menginvestasikan USD 10 miliar di Anthropic tahun lalu. Huang mengatakan awal pekan ini pembuat chip tersebut akan berinvestasi besar-besaran dalam putaran penggalangan dana OpenAI berikutnya.

“Anthropic menghasilkan banyak uang. OpenAI menghasilkan banyak uang,” kata Huang.

"Jika mereka memiliki daya komputasi dua kali lipat, pendapatan akan meningkat empat kali lipat.”

Ia mengatakan, semua unit pemrosesan grafis yang telah dijual Nvidia pada masa lalu, bahkan chip berusia enam tahun seperti A100 saat ini disewakan, yang mencerminkan permintaan berkelanjutan untuk daya komputasi AI.

“Selama orang terus membayar untuk AI dan perusahaan AI mampu menghasilkan keuntungan dari itu, mereka akan terus berlipat ganda, berlipat ganda, berlipat ganda, berlipat ganda,” kata Huang.