Emiten AUTO Tebar Dividen 2025 Rp 819,35 Miliar, Ini Jadwal Pembagiannya

PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) membagikan dividen Rp 170 per saham. Berikut jadwal lengkapnya.

Diterbitkan 22 April 2026, 21:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp 819,35 miliar. Dividen yang dibagikan itu setara Rp 170 per saham.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (22/4/2026), PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) membagikan dividen sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 17 April 2026.

Pembagian dividen tersebut mempertimbangkan data keuangan per 31 Desember 2026 yakni laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk Rp 2,20 triliun, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 11,69 triliun dan total ekuitas sebesar Rp 16,96 triliun.

Berikut jadwal pembagian dividen:

  • Tanggal efektif pada 17 April 2026
  • Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 27 April 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 28 April 2026
  • Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 29 April 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 30 April 2026
  • Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 29 April 2026 waktu 16:15
  • Tanggal pembayaran dividen pada 18 Mei 2026

Pada penutupan perdagangan saham Rabu pekan ini, saham AUTO naik 1,43% menjadi Rp 2.840 per saham. Harga saham AUTO dibuka menguat 50 poin menjadi Rp 2.850 per saham. Saham AUTO berada di level tertinggi Rp 2.860 dan level terendah Rp 2.800 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 1.942 kali dengan volume perdagangan saham 35.691 saham. Nilai transaksi Rp 10,2 miliar.

Kinerja Kuartal I 2026

Perseroan juga telah merilis laporan keuangan kuartal pertama 2026. PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) mencatat pendapatan Rp 5,25 triliun, naik 7,04% pada kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 4,89 triliun.

Beban pokok pendapatan bertambah 7,72% menjadi Rp 4,41 triliun hingga Maret 2026 dari kuartal pertama 2025 sebesar Rp 4,09 triliun. Seiring hal itu, laba bruto naik 5,75% menjadi Rp 841,86 miliar pada kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 796,08 miliar.

Beban penjualan naik menjadi Rp 265,28 miliar dari kuartal pertama Rp 247,84 miliar. Beban umum dan administrasi bertambah menjadi Rp 265,84 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 243,92 miliar.

 

Aset Perseroan

Selain itu, perseroan mencatat kenaikan laba bersih entitas asosiasl dan ventura bersama menjadi Rp 291,19 miliar pada kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 255,5 miliar. Penghasilan keuangan naik menjadi Rp 30,43 miliar dari Rp 12,01 miliar.

Perseroan mencatat laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk bertambah 10,5% menjadi Rp 558,94 miliar pada kuartal pertama 2026 dari kuartal pertama 2024 sebesar Rp 505,57 miliar. Perseroan mencatat laba per saham dasar dan dilusi naik menjadi Rp 116 pada kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 105.

Ekuitas naik menjadi Rp 17,48 triliun pada kuartal pertama 2026 dari 31 Desember 2025 sebesar Rp 16,96 triliun. Liabilitas perseroan naik menjadi Rp 6,07 triliun pada kuartal pertama 2026 dari Desember 2025 Rp 5,65 triliun. Aset naik menjadi Rp 23,56 triliun pada kuartal pertama 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 22,61 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 4,8 triliun.