Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini 25 Maret 2026

Berikut prediksi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rekomendasi saham pada perdagangan saham Rabu, (25/3/2026).

Diterbitkan 25 Maret 2026, 07:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Rabu, (25/3/2026). IHSG hari ini berpotensi turun di kisaran 6.745-6.887. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG naik 1,2% ke posisi 7.106 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, area penguatan terdekat di 7.115 pun sudah tercapai pada Selasa, 17 Maret 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A pada label hitam atau wave (2) pada label merah.

"Hal tersebut berarti, terdapat kemungkinan IHSG masih akan melanjutkan koreksinya ke rentang 6.745-6.887. Adapun area penguatan terdekat berikutnya berada di 7.176-7.238,” kata Herditya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.991,6.843 dan level resistance 7.156,7.239 pada perdagangan saham Rabu pekan ini.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistance 7.000-7.240.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA), dan PT Indika Energy Tbk (INDY).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) - Buy on Weakness

Saham BBYB menguat 4,35% ke 288 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian.

“Selama BBYB masih mampu bergerak di atas 264 sebagai stoplossnya, posisi BBYB saat ini diperkirakan sedang berada di awal wave [a] dari wave B,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 272-286

Target Price: 316, 346

Stoploss: below 264

 

2.PT XL Axiata Tbk (EXCL) - Buy on Weakness

Saham EXCL menguat 15,63% ke 2.960 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatannya pun mampu menembus MA20. “Saat ini, kami memperkirakan posisi EXCL berada pada bagian awal dari wave (C) dari wave [B],” tutur Herditya.

Buy on Weakness: 2.710-2.870

Target Price: 3.080, 3.260

Stoploss: below 2.630

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

3.PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) - Spec Buy

Saham HRTA terkoreksi 3,46% ke 2.510 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, tetapi pergerakannya masih mampu bertahan di atas MA60.

Herditya menuturkan, selama HRTA mampu bergerak di atas 2.410 sebagai stoplossnya, posisi HRTA diperkirakan sedang berada pada awal dari wave [c] dari wave B.

Spec Buy: 2.440-2.500

Target Price: 2.790, 2.940

Stoploss: below 2.410

 

4.PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) - Buy on Weakness

Saham MBMA menguat 2,19% ke 700 disertai dengan munculnya volume pembelian, pergerakannya pun masih mampu berada di atas MA60. “Kami memperkirakan, posisi MBMA saat ini berada pada bagian awal dari wave [c] dari wave B,” kata dia.

Buy on Weakness: 665-690

Target Price: 750, 825

Stoploss: below 650

 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 17 Maret 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau pada perdagangan saham Selasa, (17/3/2027), jelang libur panjang Nyepi dan Lebaran 2026. Kenaikan IHSG hari ini didorong seluruh sektor saham yang menghijau dan transaksi harian saham di atas Rp 20 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini melompat 1,2% ke posisi 7.106,83. Indeks saham LQ45 bertambah 1,22% ke posisi 722,41. Seluruh indeks saham acuan menghijau.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, penguatan IHSG ini masih inline pada laporan Selasa pagi.

"Kami masih memperkirakan adanya rebound dalam jangka pendek setelah IHSG mengalami koreksi cukup dalam kemarin,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Ia mengatakan, di sisi lain, dari perkembangan global, harga minyak mentah turun setelah Iran membuka Selat Hormuz untuk beberapa negara sehingga suplai minyak diharapkan berangsur pulih.

“Dari dalam negeri, nilai tukar Rupiah menguat terhadap USD dan juga hari ini BI Rate stay di level 4,75%,” ujar Herditya.

Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.148,25 dan level terendah 7.059,89. Sebanyak 457 saham menguat sehingga angkat IHSG. 214 saham melemah dan 148 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.555.710 kali dengan volume perdagangan saham 31,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 24,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.987.

Seluruh sektor saham menghijau. Sektor saham basic melonjak 3,43%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi naik 1,05%, sektor saham industri menguat 0,85%, sektor saham consumer nonsiklikal bertambah 1,07%.

Selain itu, sektor saham consumer siklikal menguat 0,28%, sektor saham kesehatan melompat 0,60%, sektor saham keuangan bertambah 0,46%, sektor saham properti mendaki 1,42%, sektor saham teknologi meroket 2,89%. Kemudian sektor saham infrastruktur mendaki 3,38% dan sektor saham transportasi meroket 3,69%