IHSG Hari Ini 10 Maret 2026 Melesat 1,41%, Mayoritas Sektor Saham Menghijau

534 saham melonjak sehingga mengangkat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham Selasa, (10/3/2026).

Diterbitkan 10 Maret 2026, 19:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak signifikan pada perdagangan saham Selasa, (10/3/2026). Kenaikan IHSG hari ini di tengah mayoritas sektor saham menghijau dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melonjak 1,41% ke posisi 7.440,91. Indeks saham LQ45 bertambah 1,25% ke posisi 759,94. Seluruh indeks saham acuan menghijau.

Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.499,82 dan level terendah 7.372,82. Sebanyak 534 saham menguat sehingga angkat IHSG. 190 saham melemah dan 93 saham diam di tempat.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menuturkan, IHSG rebound dari koreksi tajam sehari sebelumnya yang dipicu oleh koreksi harga minyak mentah. Selain itu, penguatan indeks bursa wall street dan Asia serta technical rebound.

Pada perdagangan Selasa, pukul 16.35 WIB, harga minyak acuan jenis WTI tercatat turun 7,83 persen ke level 87,35 dolar AS per barel, sementara minyak jenis Brent turun 7,99 persen ke level 91,05 dolar AS per barel.

Ia menuturkan, melemahnya harga minyak global seiring dengan potensi berakhirnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS), pasca Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan operasi militer terhadap Iran sudah “very complete”

“Data ekonomi dalam negeri, data penjualan ritel domestik tumbuh 5,7 persen year on year (yoy) pada Januari 2026, dari sebelumnya 3,5 persen pada Desember 2025, serta lebih baik dibandingkan perkiraan yang sebesar 4 persen (yoy),” ujar dia.

Sementara itu, penjualan ritel pada Februari 2026 diperkirakan juga akan berakselerasi seiring dengan adanya Tahun Baru Imlek, dimulainya bulan Ramadan, serta menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Dari Amerika Serikat (AS), investor menantikan data inflasi bulan Februari 2026, yang diperkirakan stabil di level 2,4 persen (yoy), sedangkan untuk core CPI diperkirakan stabil di level 2,5 persen (yoy).

 

Sektor Saham

Total frekuensi perdagangan saham 2.027.867 kali dengan volume perdagangan saham 36,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 19,2 triliun.  Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.845.

Dari 11 sektor saham, 10 sektor saham menghijau dan satu sektor saham melemah. Sektor saham teknologi turun 0,04%. Sementara itu,  sektor saham basic melonjak 4,42% dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi bertambah 2,06%, sektor saham industri menanjak 2,86%, sektor saham consumer nonsiklikal menguat 0,97%.

Kemudian sektor saham consumer siklikal bertambah 2,58%, sektor saham kesehatan melesat 0,82%, sektor saham keuangan bertambah 0,99%. Lalu sektor saham properti menanjak 2,17%, sektor saham infrastruktur bertambah 1% dan sektor saham transportasi mendaki 2,29%.

Gerak Saham

Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, saham LSIP melemah 1,14% ke posisi Rp 1.305 per saham. Harga saham LSIP dibuka stagnan  di posisi Rp 1.320 per saham. Saham LSIP berada di level tertinggi Rp 1.345 dan level terendah Rp 1.290 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.597  kali dengan volume perdagangan saham 152.962 saham. Nilai transaksi Rp 20 miliar.

Saham PSAB ditutup mendaki 6,09% ke posisi Rp 505 per saham. Harga saham PSAB dibuka naik ke posisi Rp 484 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 476 per saham. Harga saham PSAB berada di level tertinggi Rp 515 dan terendah Rp 482 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.534 kali dengan volume perdagangan saham 778.018 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 38,3 miliar.

Harga saham INDY meroket 8,4% ke posisi Rp 4.000 per saham. Saham INDY dibuka menguat ke posisi Rp 3.760 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 3.690 per saham. Saham INDY berada di level tertinggi Rp 4.070 dan terendah Rp 3.650 per saham. Total frekuensi perdagangan 12.184 kali dengan volume perdagangan saham 271.497 saham. Nilai transaksi Rp 105 miliar.

Saham GOTO stagnan di posisi Rp 55 per saham. Harga saham GOTO berada di level tertinggi Rp 57 dan level terendah Rp 55 per saham. Total frekuensi perdagangan 13.463 kali dengan volume perdagangan saham 33.480.016 saham. Nilai transaksi Rp 186,1 miliar.

Top Gainers-Losers

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham INPC melonjak 32,67%
  • Saham LRNA melonjak 25,71%
  • Saham NETV melonjak 25%
  • Saham ALKA melonjak 24,78%
  • Saham YELO melonjak 19,32%

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham SHID merosot 14,89%
  • Saham INDS merosot 14,62%
  • Saham SKBM merosot 14,57%
  • Saham FITT merosot 14,39%
  • Saham MKAP merosot 14,35%

 

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham BUMI tercatat 87.654 kali
  • Saham BNBR tercatat 59.853 kali
  • Saham YELO tercatat 56.942 kali
  • Saham PTRO tercatat 56.889 kali
  • Saham MEDC tercatat 49.071 kali

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BUMI senilai Rp 1,3 triliun
  • Saham BBCA senilai Rp 906,3 miliar
  • Saham PTRO senilai Rp 873 miliar
  • Saham TLKM senilai Rp 865 miliar
  • Saham BBRI senilai Rp 628,7 miliar

Bursa Saham Asia Pasifik

Bursa saham regional Asia pada Selasa sore ini antara lain, indeks Nikkei naik 1.519,69 poin atau 2,88 persen ke 54.248,40, indeks Hang Seng bertambah 551,43 poin atau 2,17 persen ke 25.959,90.

Selain itu, indeks Shanghai menanjak 26,54 poin atau 0,65 persen ke 4.123,14, dan indeks Strait Times melesat 104,03 poin atau 2,19 persen ke 4.861,64.