Rekomendasi Saham Hari Ini 4 Februari 2026: INKP, IMPC, PANI, TINS hingga DEWA

Berikut strategi rekomendasi saham saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Rabu, (4/2/2026).

Diterbitkan 04 Februari 2026, 06:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Rabu (4/2/2026). IHSG hari ini berpotensi naik menguji 8.199-8.527. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melesat 2,52% ke posisi 8.122 dan disertai dengan munculnya volume pembelian pada perdagangan saham Selasa, 3 Februari 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave [x], sehingga masih terdapat peluang penguatan untuk menguji 8.199-8.527. Namun, IHSG juga berpeluang melemah.

"Namun demikian, cermati area koreksi yang berada di 7.966-8.066,” kata dia.

Herditya mengatakan, IHSG akan berada di level support 7.854,7.654 dan level resistance 8.181,8.318 pada perdagangan saham Rabu pekan ini.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan resistance 7.800-8.320.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Darma Henwa Tbk (DEWA).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), PT Indah Kiat Pulp and Papers Tbk (INKP), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), dan PT Timah Tbk (TINS).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) - Buy on Weakness

Saham IMPC menguat 7,39% ke 2.180 dan disertai dengan munculnya volume pembelian.” Saat ini, kami memperkirakan, posisi IMPC berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C pada label hitam,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 2.020-2.130

Target Price: 2.510, 2.730

Stoploss: below 1.800

 

2.PT Indah Kiat Pulp and Papers Tbk (INKP) - Buy on Weakness

Saham INKP menguat 10,06% ke 9.025 dan disertai dengan munculnya volume beli, penguatannya pun mampu menembus MA60. “Kami memperkirakan, posisi INKP saat ini berada pada bagian dari wave B dari wave (B),” kata dia.

Buy on Weakness: 8.700-8.900

Target Price: 9.375, 9.700

Stoploss: below 8.600

 

 

Rekomendasi Teknikal

3.PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) - Buy on Weakness

Saham PANI menguat 12,30% ke 8.900 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami perkirakan, posisi PANI saat ini berada pada bagian awal dari wave 1 dari wave (C),” kata dia.

Buy on Weakness: 8.350-8.800

Target Price: 9.850, 11.175

Stoploss: below 8.200

 

4.PT Timah Tbk (TINS) - Buy on Weakness

Saham TINS menguat 8,42% ke 3.220 dan disertai oleh munculnya volume pembellian. “Kami perkirakan, posisi TINS saat ini berada pada bagian dari wave B dari wave (4),” kata dia.

Buy on Weakness: 3.030-3.180

Target Price: 3.300, 3.610

Stoploss: below 3.000

 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 3 Februari 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak signifikan pada perdagangan saham Selasa (3/2/2026). IHSG hari ini kembali menembus level 8.100 dan seluruh sektor saham menghijau. Namun, investor asing masih lepas saham.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melonjak 2,52% ke posisi 8.122,59. Indeks saham LQ45 naik 2,17% ke posisi 806,24. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.122,59 dan level terendah 7.712,34. Sebanyak 654 saham menguat sehingga angkat IHSG. 108 saham melemah dan 56 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 3.273.812 kali dengan volume perdagangan saham 61,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 29,4 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.755.

Sementara itu, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing lepas saham Rp 833,87 miliar. Dengan demikian, sepanjang 2025, investor asing jual saham Rp 10,05 triliun.

Seluruh sektor saham menghijau. Sektor saham basic naik 6,52%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi bertambah 4,49%, sektor saham industri mendaki 5,42%, sektor saham consumer nonsiklikal melesat 1,36%. Kemudian sektor saham siklikal menanjak 2,67%, sektor saham kesehatan bertambah 2,05%. Lalu sektor saham keuangan mendaki 0,81%, sektor saham properti menguat 4,85%, sektor saham teknologi melesat 4,91%, sektor saham infrastruktur mendaki 0,96% dan sektor saham transportasi bertambah 4,87%.