Liputan6.com, Jakarta - Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA Lianawaty Suwono menambah kepemilikan saham BBCA pada akhir Januari 2026. Seiring aksi beli saham BBCA itu, Direktur BCA Lianawaty genggam 0,0025% saham BBCA.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (31/1/2026), Direktur BCA Lianawaty Suwono membeli 300.000 saham BBCA pada 28 Januari 2026 dengan harga saham Rp 7.025 per saham. Nilai transaksi pembelian saham BBCA itu mencapai Rp 2,10 miliar. Adapun harga pembelian saham itu sama seperti penutupan perdagangan saham BBCA pada 28 Januari 2026.
“Tujuan transaksi investasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.
Advertisement
Setelah transaksi pembelian saham BBCA, Lianawaty genggam 3,14 miliar saham BBCA atau setara 0,0025%. Sebelumnya, ia memiliki 2,84 miliar saham atau setara 0,0023%.
Pada penutupan perdagangan saham, Jumat, 31 Januari 2026, harga saham BBCA ditutup naik 2,78% ke posisi Rp 7.400 per saham. Harga saham BBCA dibuka stagnan di posisi Rp 7.200 per saham. Saham BBCA berada di level tertinggi Rp 7.600 dan level terendah Rp 7.200 per saham. Total frekuensi perdagangan 111.138 kali dengan volume perdagangan 6.369.320 saham. Nilai transaksi Rp 4,7 triliun.
Sebelumnya, mengutip data RTI, IHSG jelang akhir pekan melonjak 1,18% ke posisi 8.329,60. Indeks saham LQ45 bertambah 2,52%. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.
Menjelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.408,30 dan level terendah 8.167,15. Sebanyak 551 saham menguat sehingga angkat IHSG. 194 saham melemah dan 65 saham diam di tempat.
Sementara itu, total frekuensi perdagangan saham 3.399.422 kali dengan volume perdagangan saham 57,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 41,7 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.765.
Mayoritas sektor saham menghijau. Sektor saham transportasi naik 6,14% dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi bertambah 0,27%, sektor saham basic menanjak 0,25%, sektor saham consumer nonsiklikal melesat 1,97%. Selain itu, sektor saham kesehatan bertambah 0,91%, sektor saham keuangan melesat 3,05%, sektor saham properti mendaki 1,47% dan sektor saham teknologi melesat 1,7%.
BCA Bakal Buyback Saham
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3008994/original/036183300_1577703439-20191230-Akhir-2019_-IHSG-Ditutup-Melemah-5.jpg)
Sebelumnya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA akan membeli kembali atau buyback saham maksimal Rp 5 triliun. Buyback saham dilakukan BCA untuk mendukung stabilitas pasar modal Indonesia 2026.
Selain itu, buyback saham dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan investor dan memberikan tingkat pengembalian yang lebih optimal bagi pemegang saham. Perseroan akan melakukan pengalihan saham hasil Buyback dengan memperhatikan ketentuan POJK No. 29/2023 dan/atau ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku. Demikian mengutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, (29/1/2026).
Adapun jumlah saham yang akan di-buyback oleh perseroan tidak akan melebihi 10% dari dari modal disetor perseroan dan jumlah saham yang beredar atau free float usai perlaksanaan buyback tidak akan menjadi kurang 7.5% dari jumlah saham tercatat.
"Periode share buyback akan dilaksanakan selama 12 bulan sejak disetujuinya rencana shares buyback oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang rencananya akan dilaksanakan pada 12 Maret 2026, kecuali di akhiri lebih cepat oleh perseroan dengan memperhatikan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F.Haryn dalam keterangan resmi.
Advertisement
Tunjuk BCA Sekuritas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3103081/original/031459600_1586948198-20200415-Pergerakan-IHSG-Turun-Tajam-1.jpg)
Buyback akan dilakukan di BEI lewat pasar regular dan hanya akan dilakukan melalui PT BCA Sekuritas. Buyback akan dilakukan pada harga yang dianggap baik dan wajar oleh Perseroan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku.
Pelaksanaan Buyback tidak akan mengakibatkan penurunan modal di bawah batas minimum sebagaimana dipersyaratkan dalam POJK No. 11/2016.
"Pelaksanaan buyback ini tidak memiliki dampak material bagi kinerja keuangan dan kegiatan usaha Perseroan. Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, BCA senantiasa mematuhi prinsip Corporate Governance (GCG) dan mematuhi peraturan/ketentuan yang berlaku," kata dia.
Pada penutupan perdagangan saham Rabu, 28 Januari 2026, harga saham BBCA turun 6,33% ke posisi Rp 7.025 per saham. Harga saham BBCA dibuka melemah 450 poin ke posisi Rp 7.050 per saham. Saham BBCA berada di level tertinggi Rp 7.400 dan level terendah Rp 6.925 per saham. Total frekuensi perdagangan 273.709 kali dengan volume perdagangan saham 10.518.523 saham. Nilai transaksi Rp 7,5 triliun.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481724/original/069742900_1769143528-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-23T110013.385.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7503211/original/044195200_1780275516-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-01T075745.914.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112072/original/006568500_1659528503-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-2.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261548/original/054938700_1781743858-ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260847/original/080495800_1781665547-063_2281975528.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261507/original/086752300_1781723618-063_2282082971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260720/original/014464000_1781645481-HK9wcDqXAAAOMgO.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261512/original/033497000_1781727509-063_2282087886.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261448/original/088941000_1781704030-000_B7CB6XU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5626466/original/003931900_1778221281-ALJAZAIR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4258833/original/075986400_1670866002-000_3339699.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8265428/original/072310000_1782111808-AP26172732756707.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264294/original/025943800_1782105633-IMG-20260622-WA0055.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264181/original/054321300_1782097612-063_2282690679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4216934/original/094233100_1667793288-Wall-Street-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112072/original/006568500_1659528503-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4958686/original/030324900_1727872149-20241002-Harga_Saham-ANG_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3008993/original/066039300_1577703438-20191230-Akhir-2019_-IHSG-Ditutup-Melemah-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8266129/original/047112300_1782114227-soechi_arenza.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1563516/original/054046800_1491900182-RS-Jakarta-Eye-Center6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487883/original/066756000_1769682062-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1505543/original/019386800_1486967392-Pembukaan-Saham6.jpg)