Danantara Ungkap Penyebab MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal Indonesia

Danantara menyoroti potensi risiko penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI dari emerging market menjadi frontier market.

Diterbitkan 29 Januari 2026, 16:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menyoroti potensi risiko penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI dari emerging market menjadi frontier market. 

“Kalau untuk perubahan dari market sekarang ke frontier market kurang lebih Pak Burhan ijin itu kurang lebih USD 25-50 billion outflow. Saya serahkan balik kepada regulator bagaimana mereka mau bekerja di sini,” kata dia Pandu dalam Prasasti Economic Forum 2026 di Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Pandu mengungkapkan dirinya telah bertemu langsung dengan jajaran direksi MSCI untuk membahas berbagai masukan yang diberikan lembaga penyedia indeks global tersebut. Ia menilai sejumlah catatan yang disampaikan MSCI sudah jelas dan kini berada di ranah otoritas untuk meresponsnya.

“Saya sendiri sudah bertemu dengan Direksi MSCI. Masukan-masukan yang menurut saya sangat clear. At the end regulator harus bisa bertindak,” ujar Pandu.

Ia juga menyinggung daftar negara yang masuk kategori frontier market sebagai bagian dari upaya memahami kemungkinan perubahan klasifikasi tersebut. Menurutnya, langkah dan arah kebijakan selanjutnya sepenuhnya menjadi kewenangan regulator, mengingat informasi terkait potensi perubahan status pasar sudah terbuka.

Dari sisi investasi, Danantara tetap menempatkan pasar modal sebagai salah satu fokus utama, terutama untuk mendorong pendalaman pasar keuangan domestik. Namun, Pandu mengakui bahwa dinamika likuiditas akan memengaruhi strategi penempatan dana ke depan, khususnya bila terjadi perubahan status pasar yang berpotensi memicu arus keluar dana asing dalam jumlah besar.