Saham Petrosea Dijagokan Masuk Indeks MSCI Februari 2026

Selain saham PT Petrosea Tbk (PTRO), berikut saham emiten lainnya yang berpeluang masuk indeks MSCI pada Februari 2026.

Diterbitkan 14 Januari 2026, 13:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Petrosea Tbk (PTRO) menguat pada perdagangan saham sesi pertama, Rabu (14/1/2026). Kenaikan harga saham PTRO terjadi di tengah potensi masuk indeks MSCI pada Februari 2026.

Mengutip data RTI, pada penutupan perdagangan saham sesi pertama, harga saham PTRO naik 1,95% ke posisi Rp 11.750 per saham. Harga saham PTRO dibuka menguat 275 poin ke posisi Rp 11.800 dari penutupan sebelumnya Rp 11.525 per saham. Saham PTRO berada di level tertinggi Rp 11.875 dan level terendah Rp 11.475 per saham. Total frekuensi perdagangan 11.719 kali dengan volume perdagangan 191.280 saham. Nilai transaksi Rp 222,6 miliar.

Berdasarkan data Google Finance, harga saham PTRO melemah 1,47% dalam lima hari terakhir. Namun, sepanjang 2025, harga saham PTRO sudah melonjak 233,81%.

Adapun kenaikan harga saham PTRO pada perdagangan Rabu pekan ini di tengah potensi saham PTRO masuk MSCI. Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji menjagokan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PTRO masuk MSCI.

“Kinerja pergerakan harga saham secara tren lebih kuat dibandingkan IHSG. Secara year to date juga lebih tinggi dibandingkan IHSG. Likuiditas juga bisa masuk ke MSCI, kapitalisasinya juga bisa masuk ke MSCI, bahkan free float karena ini merupakan kriteria penting masuk ke indeks MSCI,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Sementara itu, mengutip riset PT Samuel Sekuritas menyebutkan, MSCI dijadwalkan mengumumkan hasil peninjauan pada 10 Februari 2026 dengan tanggal efektif rebalancing pada 1 Maret 2026.

Seiring hal itu, sejumlah emiten dinilai masuk radar investor sebagai kandidat kuat untuk masuk indeks MSCI.

 

 

Saham Emiten Lain

Head of Research Samuel Sekuritas, Prasetya Gunadi menuturkan, dari hasil riset Samuel, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga sebagai salah satu kandidat terkuat masuk MSCI Indonesia Global Standard. resmi masuk ke dalam indeks MSCI.

"Emiten ini saat ini memiliki kapitalisasi pasar sekitar USD 10,3 miliar dengan tingkat free float sebesar 28,3%. Likuiditas saham BUMI juga tergolong solid, tercermin dari rata-rata nilai transaksi harian satu tahun terakhir yang mencapai USD 36,7 juta. Dengan profil tersebut, kami memperkirakan potensi aliran dana asing yang dapat masuk ke saham BUMI berada di kisaran USD 180–300 juta apabila resmi masuk ke dalam indeks MSCI,” ujar dia seperti dikutip dari riset Samuel Sekuritas.

Selain BUMI, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), menurut Prasetya, memiliki peluang signifikan untuk masuk ke MSCI Indonesia Global Standard. PANI mencatatkan kapitalisasi pasar sekitar USD 13,3 miliar dengan free float sebesar 15,9%.

 

MSCI Small Cap

Meskipun likuiditas perdagangan PANI relatif lebih rendah dibandingkan BUMI, skala kapitalisasi pasar dan struktur kepemilikan sahamnya tetap menjadikan PANI sebagai kandidat kuat dengan potensi foreign inflow yang sebanding, yakni di kisaran USD 180–300 juta.

"Di luar kedua emiten tersebut, kami juga mengidentifikasi sejumlah saham lain yang berpotensi masuk ke MSCI Indonesia Small Cap. Saham-saham seperti DEWA, ISAT, ADMR, COIN, BIPI, BUVA, TINS, BULL, dan SSIA masuk dalam radar karena telah memenuhi kriteria MSCI dari sisi kapitalisasi pasar, free float, dan likuiditas perdagangan,” kata dia.

Prasetya menuturkan, masuknya emiten-emiten ini ke dalam indeks MSCI Small Cap berpotensi mendorong peningkatan visibilitas di mata investor global, meskipun estimasi aliran dana asingnya relatif lebih terbatas dibandingkan kategori Global Standard.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.