IHSG Tergelincir ke 8.864, Transaksi Harian Saham Tembus Rp 40 Triliun

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan saham, Senin (12/1/2026), di tengah bursa saham Asia Pasifik yang menguat.

Diterbitkan 12 Januari 2026, 16:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di zona merah pada perdagangan saham Senin, (12/1/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah transaksi harian saham tembus Rp 40 triliun.

Mengutip data RTI,IHSG hari ini ditutup merosot 0,58% ke posisi 8.884,72. Indeks saham LQ45 turun 0,17% ke posisi 866,55. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.

Pada awal pekan ini, IHSG sempat sentuh level tertinggi 9.000,96. Namun, pada sesi kedua, IHSG berbalik arah melemah. IHSG menyentuh level terendah 8.715,41.

IHSG sempat turun ke level terendah 8.715, dan berupaya berbalik arah menghijau. Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menilai, IHSG yang berupaya naik wajar setelah IHSG terkoreksi cukup dalam. “Diperkirakan para investor mengambil peluang pada saat tersebut,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menuturkan, IHSG yang sempat turun dalam dibebani oleh emiten-emiten energi yang sempat terkoreksi kurang lebih 2%. Hal itu diperkirakan ada kemungkinan aksi ambil untung setelah beberapa emiten energi menguat signifikan. “Saat ini nampak IHSG kembali rebound meskipun masih berada di teritori negatif,” kata dia.

Sementara itu, pengamat pasar modal Reydi Octa menuturkan, pelemahan IHSG sekitar 2% dipicu oleh aksi ambil untung yang cukup agresif setelah indeks sempat menyentuh level psikologis 9.000.

“Di level tersebut, pasar membutuhkan katalis yang lebih kuat dan berkelanjutan agar penguatan bisa berlanjut dan bertahan di atas 9.000,” tutur dia.

Ia juga mengatakan, tekanan terhadap indeks juga semakin terasa akibat koreksi tajam pada saham-saham berisiko tinggi seperti BUMI dan DEWA yang cenderung lebih sensitif terhadap perubahan sentimen pasar. “Koreksi seperti ini masih tergolong wajar dan belum mengubah arah tren pasar secara keseluruhan,” kata dia.

Sebanyak 435 saham merosot sehingga bebani IHSG. 279 saham menguat dan 97 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 5.972.586 kali dengan volume perdagangan saham 74,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 40,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.840.

Sektor Saham

Mayoritas sektor saham melemah. Sektor saham infrastruktur melemah 2,37%, dan catat koreksi terbesar. Sementara itu, sektor saham teknologi turun 1,68%, sektor saham energi terpangkas 1,39%, dan sektor saham keuangan terperosok 1,04%.

Lalu sektor saham consumer nonsiklikal merosot 0,58%, sektor saham kesehatan terpangkas 0,35%. Di sisi lain, sektor saham industri dan consumer siklikal masing-masing naik 2,22%. Sektor saham basic bertambah 0,74%, sektor saham properti melesat 0,49% dan sektor saham transportasi melejit 0,75%.

Gerak Saham

Pada awal pekan ini, harga saham BBRI ditutup naik 0,54% ke posisi Rp 3.700 per saham. Harga saham BBRI dibuka stagnan di posisi Rp 3.680 per saham. Saham BBRI berada di level tertinggi 3.740 dan level terendah 3.660 per saham. Total frekuensi perdagangan 37.443 kali dengan volume perdagangan 2.697.639 saham. Nilai transaksi Rp 998,9 miliar.

Harga saham WIIM melemah 7,78% ke posisi Rp 1.660 per saham. Harga saham WIIM dibuka stagnan di posisi Rp 1.800 per saham. Saham WIIM berada di level tertinggi Rp 1.800 dan level terendah Rp 1.600 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.892 kali dengan volume perdagangan 96.725 saham. Nilai transaksi harian Rp 16,4 miliar.

Harga saham ARCI ditutup menguat 5,6% ke posisi Rp 1.790 per saham. Harga saham ARCI dibuka naik ke posisi Rp 1.800 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 1.695 per saham. Saham ARCI berada di level tertinggi Rp 1.865 dan level terendah Rp 1.690 per saham. Total frekuensi perdagangan 87.577 kali dengan volume perdagangan 4.098.856 saham. Nilai transaksi Rp 732 miliar.

Top Gainers-Losers

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham MSKY melonjak 34,88%
  • Saham DKHH melonjak 30,34%
  • Saham FOLK melonjak 25%
  • Saham KPIG melonjak 25%
  • Saham SOHO melonjak 24,85%

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham HATM merosot 14,68%
  • Saham CARE merosot 14,56%
  • Saham BBSS merosot 14,40%
  • Saham HILL merosot 13,76%
  • Saham AYLS merosot 13,68%

 

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham BUMI tercatat 368.352 kali
  • Saham PWON tercatat 194.591 kali
  • Saham BKSL tercatat 175.471 kali
  • Saham MINA tercatat 150.409  kali
  • Saham DEWA tercatat 149.502 kali

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BUMI senilai Rp 4,3 triliun
  • Saham ANTM senilai Rp 1,8 triliun
  • Saham DEWA senilai Rp 1,6 triliun
  • Saham RAJA senilai Rp 1,2 triliun
  • Saham BKLS senilai Rp 1,1 triliun

Bursa Saham Asia Pasifik

Bursa saham Asia Pasifik menguat pada perdagangan saham Senin, 12 Januari 2025. Indeks Kospi di Korea Selatan ditutup ke level tertinggi sepanjang masa dengan kenaikan bursa saham Asia Pasifik.

Selain itu, investor juga mempertimbangkan kemungkinan intervensi Amerika Serikat di Iran. Demikian dikutip dari CNBC, Senin, (12/1/2026).

Indeks Kospi menguat 0,84% ke posisi 4.624,79. Indeks Kosdaq bertambah 0,2% menjadi 949,81. Saham Hyundai Glovis melonjak hingga 7% setelah analis menaikkan target harga saham untuk perusahaan logistik Korea Selatan.

Produsen robot Boston Dynamics, di mana Hyundai Glovis memiliki 80% saham, mengumumkan kemitraan dengan Google DeepMind pada Senin lalu untuk mengintegrasikan AI ke dalam robot humanoid.

Harga minyak menjadi fokus perhatian karena Iran memasuki minggu ketiga protes, yang telah menyebabkan lebih dari 500 orang tewas, menurut sebuah kelompok hak asasi manusia yang berbasis di AS. Presiden Donald Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan opsi intervensi di Iran, menurut beberapa laporan pada hari Minggu.

Harga minyak mentah Brent berjangka berbalik arah dan turun menjadi USD 63,05 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 0,49% menjadi USD 58,83 per barel, pada pukul 10 pagi waktu Singapura.

Harga emas spot naik lebih dari 1,6% mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar USD 4.581,29 per ons.

Indeks ASX 200 di Australia menguat 0,48% menjadi 8.759,4. Indeks Hang Seng di Hong Kong menguat 1,44% ke posisi 26.608,48. Indeks saham di China daratan yakni indeks CSI 300 menguat 0,65% ke posisi 4.789,92.

Indeks Nifty 50 menguat 0,25% dan indeks BSE Sensez mendatar. Sementara itu, bursa saham Jepang libur.