Mitratel Laporkan Peningkatan Modal Seiring Program MESOP

Mitratel (MTEL) resmi tingkatkan modal ditempatkan dan disetor usai laksanakan program saham MESOP Tahap II & III.

Diterbitkan 02 Januari 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel (MTEL) melaporkan adanya peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor Perseroan seiring dengan pelaksanaan Management and Employee Stock Option Plan (MESOP).

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (2/1/2026), manajemen menjelaskan, peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor tersebut merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan MESOP Tahap II dan Tahap III yang periode pelaksanaannya telah diumumkan sebelumnya pada 24 Oktober 2025. Seluruh proses pelaporan telah dilakukan melalui sistem pelaporan elektronik OJK dan BEI.

Sebelum pelaksanaan MESOP, jumlah saham ditempatkan dan disetor Mitratel tercatat sebanyak 83.559.636.344 saham dengan nilai nominal Rp 19,05 triliun. Setelah pelaksanaan program tersebut, jumlah saham meningkat menjadi 83.559.677.444 saham dengan nilai nominal mencapai Rp 19,05 triliun.

Perseroan menyampaikan peningkatan modal tersebut telah dituangkan dalam Akta No.122 tertanggal 31 Desember 2025 yang dibuat di hadapan Notaris Ashoya Ratam S.H., MKn.

Lebih lanjut, manajemen menegaskan bahwa peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor ini tidak menimbulkan dampak terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan.

 

Kinerja Perseroan

Sebelumnya, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel mencatatkan kinerja laba yang tumbuh sepanjang Januari hingga September 2025. Emiten infrastruktur telekomunikasi ini mampu menjaga tren positif di tengah pendapatan yang relatif stabil.

Berdasarkan laporan keuangan per September 2025, laba tahun berjalan Mitratel tercatat sebesar Rp 1,54 triliun. Capaian tersebut meningkat 0,61 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,53 triliun.

Kinerja positif juga tercermin pada laba usaha yang naik 0,40 persen secara year on year menjadi Rp 3,09 triliun hingga kuartal III-2025. Pada periode yang sama tahun lalu, laba usaha MTEL tercatat sebesar Rp 3,08 triliun.

 

Total Pendapatan Mitratel

Sementara itu, dari sisi pendapatan, anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) ini mencatatkan penurunan tipis. Hingga September 2025, total pendapatan Mitratel mencapai Rp 6,88 triliun secara kumulatif.

Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan pendapatan per September 2024 yang tercatat sebesar Rp 6,89 triliun, atau turun sekitar 0,16 persen secara tahunan.

Secara rinci, kontribusi pendapatan MTEL terutama berasal dari segmen sewa menara telekomunikasi sebesar Rp 6,47 triliun. Selain itu, pendapatan juga disumbang oleh jasa konstruksi senilai Rp 388,62 miliar serta jasa dan sewa lainnya sebesar Rp 20,99 miliar.