Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesa (BEI) mencatat 26 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan dana dihimpun Rp 18,11 triliun hingga 24 Desember 2025.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna menuturkan, hingga kini terdapat sembilan perusahaan dalam pipeline pencatatan saham di BEI.
Berikut adalah klasifikasi aset perusahaan yang saat ini berada dalam pipeline merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017:
Advertisement
- 2 perusahaan aset skala kecil (aset di bawah Rp 50 miliar)
- 1 perusahaan aset skala menengah (aset antara Rp 50 miliar-Rp 250 miliar)
- 6 perusahaan aset skala besar (aset di atas Rp 250 miliar)
Berikut rincian sektornya:
- 2 perusahaan dari sektor basic materials
- 0 perusahaan dari sektor consumer siklikal
- 0 perusahaan dari sektor consumer nonsiklikal
- 1 perusahaan dari sektor energi
- 3 perusahaan dari sektor keuangan
- 0 perusahaan dari sektor perawatan kesehatan
- 1 perusahaan dari sektor industri
- 0 perusahaan dari sektor infrastruktur
- 0 perusahaan dari sektor properti dan real estate
- 1 perusahaan dari sektor teknologi
- 1 perusahaan dari sektor transportasi dan logistic
Selain itu, BEI mencatat telah diterbitkan 181 emisi dari 78 penerbit efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) dengan dana yang dihimpun Rp 215,6 miliar.
“Hingga 24 Desember 2025 terdapat 20 emisi dari 13 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline,” ujar Nyoman.
Klasifikasi sektornya antara lain 1 perusahaan dari sektor basic materials, satu perusahaan dari sektor consumer nonsiklikal, empat dari perusahaan sektor energi, dan tiga perusahaan dari sektor keuangan. Selanjutnya satu perusahaan dari sektor industri, dua perusahaan dari sektor infrastruktur, satu perusahaan dari sektor properti dan real estate.
BEI juga memproses rights issue sebanyak 14 perusahaan hingga 24 Desember 2025 dengan nilai Rp 34,47 triliun.
“Serta masih terdapat satu perusahaan tercatat dalam pipeline rights issue BEI yakni di sektor properti dan real estate,”
Jumlah IPO Menurun Sejak 2023, BEI Ungkap Penyebabnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112073/original/098823700_1659528503-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-3.jpg)
Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan penjelasan mengenai alasan berkurangnya jumlah perusahaan yang melakukan pencatatan saham sejak 2023. Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menekankan penurunan ini tidak berkaitan dengan kebijakan bursa, melainkan karena jumlah perusahaan yang memenuhi syarat untuk melakukan penawaran umum perdana (IPO) memang semakin sedikit.
"Kita sekarang ini terkena jumlah yang masuk kalau kita lihat memang itu (paling banyak) di tahun 2023, memang pertanyaannya adalah kita bukan bicara kami fokus ke lighthouse tetapi di samping jumlah yang tadi kita bicara target, kita juga melihat bahwa kita punya target internal," ujar Iman dalam acara Media Workshop, di Ubud Bali, Sabtu (15/11/2025).
Ia menjelaskan, BEI tidak dapat mengarahkan atau memaksa perusahaan untuk melantai di bursa. Keputusan IPO bergantung sepenuhnya pada kesiapan perusahaan, proses penjaminan, dan evaluasi dari regulator.
Advertisement
Dorong Perusahaan Besar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2935917/original/056992200_1570705752-20191010-IHSG-3.jpg)
Dari pemaparannya, pada 2023 tercatat 79 perusahaan melakukan IPO—angka tertinggi sepanjang sejarah BEI. Namun jumlah itu turun menjadi 41 pada 2024. Hingga 7 November 2025, baru 24 perusahaan yang masuk ke pasar saham, masih jauh dari target 45 IPO tahun ini.
"Kalau kita lihat bahwa hari ini target 45 baru 24 (tahun ini), nah itulah kondisi saat ini perusahaan-perusahaan yang eligible," tutur Iman.
Ia menambahkan bahwa BEI tidak hanya berfokus pada kuantitas emiten baru, tetapi juga mendorong hadirnya perusahaan besar sebagai “lighthouse” untuk memperkuat pasar.
"Jadi jangan salah paham yang kecil-kecil nggak usah, nggak kayak gitu, tetapi lighthouse-nya menjadi juga target tambahan di samping tadi terhadap jumlah," pungkas Iman.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302828/original/029922600_1784608224-744109091_2878715122499118_855064475453451994_nfd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302730/original/042892700_1784605254-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-21T103804.683.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7669455/original/089727000_1780463646-Ahok_cek_fakta_dana_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302208/original/030738800_1784536511-Screenshot_2026-07-20_150334.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3566691/original/052633000_1631185687-20210909-PPKM-IHSG-6.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1345712/original/030389700_1473863666-000_G50CY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301650/original/002120800_1784510182-AP26200768196604.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301614/original/015685300_1784504538-063_2286808437.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302473/original/030559500_1784555002-Spain_s_Gavi__left__falls_as_he_scuffles_with_Argentina_s_Leandro_Paredes__5__and_Thiago_Almada.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302386/original/025200300_1784544811-argentina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301730/original/072758800_1784514690-scaloni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301628/original/002576500_1784505654-ar7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301814/original/084260800_1784520494-simeone.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301640/original/047977900_1784506281-messi_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301617/original/065063300_1784505165-ar1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301608/original/075036800_1784503489-TORRES_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3008993/original/066039300_1577703438-20191230-Akhir-2019_-IHSG-Ditutup-Melemah-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4645120/original/074567700_1699758609-WhatsApp_Image_2023-11-12_at_09.53.52_429fc32f_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5538445/original/012947400_1774516597-WhatsApp_Image_2026-03-26_at_15.26.41.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487882/original/010180200_1769682060-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1694577/original/055475300_1503994464-20170829-Saham-Akibat-Rudal-Korut-AP4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5344976/original/094862600_1757498720-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5182873/original/071417500_1744109076-20250408-Penutupan_IHSG-HER_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277611/original/083761300_1672400408-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga.jpg)