Pengembangan Orange Bond : Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Kawasan Global South

Kerja sama antara banyak pihak menjadi momentum penting untuk mendorong penerbitan orange bond sebagai produk keuangan yang terstruktur dan kredibel.

Diterbitkan 17 November 2025, 19:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat pengembangan Orange Bond. Hal ini diungkap oleh Founder & CEO IIX, Durreen Shahnaz. Orange Bond merupakan instrumen keuangan berorientasi gender yang saat ini tengah tumbuh sebagai standar baru pembiayaan berkelanjutan.

Dalam Orange Forum 2025, ia menekankan bahwa pondasi kerjasama lintas lembaga di Indonesia sudah cukup kuat untuk membawa gerakan ini ke tahap implementasi yang lebih luas.

Shahnaz menjelaskan misi IIX sejak 16 tahun lalu adalah mendorong sistem keuangan yang menempatkan perempuan sebagai penggerak utama prinsip yang juga menjadi dasar Orange Bond Initiative.

“Apa yang kami mulai di IIX 16 tahun lalu sebenarnya berangkat dari misi yang sederhana namun berani, yaitu membawa keuangan dan pertumbuhan ekonomi berjalan bersama, dan menempatkan perempuan di garis depan dan pusatnya,” ujarnya dalam konferensi pers Orange Forum 2025, Senin (17/11/2025)

Ia menilai orange bond berperan strategis karena memusatkan pembiayaan pada proyek dan bisnis yang berdampak langsung pada perempuan serta kelompok rentan, sekaligus memperkuat aksi iklim.

Shahnaz menilai kolaborasi cepat di Indonesia menunjukkan kematangan ekosistem yang dibutuhkan untuk mengadopsi instrumen tersebut.

“Bappenas telah menunjukkan dukungan dan komitmen untuk memastikan bahwa Orange Movement hadir dan menjadi bagian dari sistem Indonesia,” katanya.

 

 

Sinergi antara Sektor Keuangan dengan Media

Menurut Shahnaz, kerja sama antara Bappenas, OJK, Bursa Efek Indonesia, serta perbankan nasional menjadi momentum penting untuk mendorong penerbitan orange bond sebagai produk keuangan yang terstruktur dan kredibel.

Ia menambahkan bahwa dengan menempatkan kesetaraan gender sebagai inti struktur pembiayaan, Indonesia dapat membuka alokasi modal yang lebih besar untuk usaha mikro, proyek sosial, hingga inovasi iklim yang dipimpin perempuan.

Ia juga memberikan apresiasi kepada media yang dianggap memiliki peran penting dalam memperkuat kesadaran publik terhadap berbagai instrumen pembiayaan berbasis inklusi, termasuk orange bond.

Menurutnya, sinergi antara sektor keuangan dan media akan menentukan keberhasilan perluasan gerakan ini, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di tingkat global.

Indonesia Jadi Contoh Utama

Dengan perkembangan yang ada, Shahnaz optimistis Indonesia dapat menjadi contoh utama negara berkembang yang berhasil menggabungkan keuangan berkelanjutan, pemberdayaan perempuan, dan aksi iklim dalam satu kerangka pembiayaan yang terukur melalui orange bond.