Investor Asing Beli Saham Rp 4,23 Triliun pada 20-24 Oktober 2025, Ini Rinciannya

Berikut kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan aksi oleh investor asing pada 20-24 Oktober 2025.

Diterbitkan 26 Oktober 2025, 15:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat investor asing masih melanjutkan aksi beli saham pada 20-24 Oktober 2025.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (26/10/2025), IHSG sepekan melonjak signifikan. IHSG naik 4,5% ke posisi 8.271,72. Pada pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.351,05 dan level terendah 7.937,38.

Kapitalisasi pasar saham juga naik 3,31% menjadi Rp 15.234 triliun dari pekan lalu Rp 14.746 triliun. Namun, selama sepekan, transaksi harian cenderung lesu. Rata-rata transaksi harian susut 18,85% menjadi Rp 22,28 triliun dan volume perdagangan merosot 19,70% menjadi 30,47 miliar saham.

Sedangkan total frekuensi perdagangan terpangkas 12,91% menjadi 2,36 juta kali transaksi dari pekan lalu 2,71 juta kali transaksi.

Sektor saham property dan transportasi mencatat kenaikan pekan ini. Sektor saham properti dan real estate menguat 15,82% dan sector saham transportasi bertambah 0,45%.

Investor asing masih melanjutkan aksi beli saham selama sepekan. Tercatat aksi beli saham oleh investor asing mencapai Rp 4,23 triliun. Pada pekan lalu, investor asing mencatat aksi beli saham Rp 1,94 triliun.

Pada pekan ini, investor asing membukukan aksi beli saham terbesar pada 21 Oktober senilai Rp 1,34 triliun.

Berikut rincian aksi investor asing pada 20-24 Oktober 2025:

  • Senin, 20 Oktober 2025: investor asing beli saham Rp 529,77 miliar
  • Selasa, 21 Oktober 2025: investor asing beli saham Rp 1,34 triliun
  • Rabu, 22 Oktober 2025: investor asing beli saham Rp 120,10 miliar
  • Kamis, 23 Oktober 2025: investor asing beli saham Rp 1,08 triliun
  • Jumat, 24 Oktober 2025: investor asing beli saham Rp 1,15 triliun

 

Dalam riset Ashmore Asset Management Indonesia, pekan ini, hasil pertemuan Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) mengejutkan pasar. Berbeda dengan harapan pasar terhadap penurunan suku bunga. Bank sentral menekankan perlu fokus pada stabilitas mata uang dan transmisi kebijakan yang masih menunjukkan pelonggaran moneter yang berkelanjutan.

“Meski suku bunga acuan dipertahankan, Bank Indonesia telah meningkatkan insentif bagi bank yang menyalurkan kredit ke sektor prioritas dan menurunkan suku bunga kredit dengan memberikan diskon rasio cadangan wajib,” demikian seperti dikutip.

 

Sentimen Suku Bunga

Hal itu dinilai akan meningkatkan jumlah kredit yang bersedia disalurkan bank secara bertahap yang dapat mendorong pertumbuhan sektor riil.

"Keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan pada rapat Oktober tidak mengubah arah penurunan suku bunga acuan yang berkelanjutan, di mana kami masih memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 50 bps pada akhir tahun ini,” demikian seperti dikutip.

Mengalihkan fokus ke The Federal Reserve (the Fed) atau bank sentral AS, pasar memperkirakan penurunan suku bunga acuan pada rapat FOMC pekan depan dan penurunan suku bunga acuan lagi pada Desember dengan total 50 bps pada akhir tahun.

 

Rotasi Saham

Mengingat BI telah mengambil langkah jauh lebih awal daripada The Fed dalam siklus pelonggaran ini, mempertahankan suku bunga tetap konstan akan memungkinkan kesenjangan suku bunga kebijakan antara Indonesia dan AS tetap relatif stabil meskipun secara historis ketat.

“Hal ini akan membantu stabilitas Rupiah sekaligus menjaga arus modal asing ke obligasi dan ekuitas Indonesia,” demikian seperti dikutip.

Pergeseran Sektor Saham

Untuk saham, pekan ini, Ashmore melihat pergeseran bertahap dari saham tematik pertumbuhan atau momentum menuju nilai dan fundamental, seiring bank-bank besar pulih setelah koreksi berkelanjutan di sektor ini.

"Kami yakin bahwa katalis jangka menengah hingga panjang tetap ada untuk ekuitas Indonesia, namun pasar terus memantau transmisi kebijakan yang terus diluncurkan dengan arah pro-pertumbuhan yang berkelanjutan. Untuk siklus saat ini, kami tetap optimis terhadap risiko durasi sambil menekankan pentingnya kualitas dan fundamental dalam berinvestasi untuk cakrawala jangka menengah-panjang yang optimal,” demikian seperti dikutip.

  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • Investor Asing
  • IHSG Sepekan
  • Aksi Beli