IHSG Anjlok Setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani Diganti, Ini Kata Analis

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam usai pengumuman reshuffle kabinet pada Senin, (8/9/2025).

Diperbarui 08 September 2025, 18:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup berbalik arah di zona merah pada perdagangan Senin, (8/9/2025).

Koreksi IHSG terjadi usai Presiden Prabowo mengumumkan reshuffle Kabinet Merah Putih. Saat reshuffle kabinet itu, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa sebagai menteri keuangan menggantikan Sri Mulyani.

IHSG pun turun cukup dalam usai pengumuman reshuffle kabinet itu. Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun 1,28% ke posisi 7.766,84. Indeks LQ45 melemah 2,03% ke posisi 783,59. Sebagian besar indeks saham acuan merosot.

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.934,99 dan level terendah 7.766,84. Sebanyak 451 saham melemah sehingga menekan IHSG. 232 saham menguat dan 121 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 2.231.204 kali dengan volume perdagangan 36,7 miliar saham. Transaksi harian saham mencapai Rp 20,2 triliun. Dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.327.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta mengatakan, dinamika pergantian Sri Mulyani dari jabatan menteri keuangan menyebabkan IHSG langsung berada di zona merah dari zona positif.

"Dinamika pergantian Sri Mulyani dari jabatan Menteri Keuangan membuat pasar melakukan aksi jual,” UJAR dia saat dihubungi Liputan6.com.

 

 

Pasar Wait and See

Pengamat Pasar Modal Indonesia, Reydi Octa menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menghadapi tekanan dalam sepekan ke depan pasca pengumuman reshuffle kabinet. Ketidakpastian arah kebijakan dari menteri baru membuat pasar cenderung berhati-hati.

Reydi menuturkan investor akan bersikap menunggu perkembangan lanjutan sebelum mengambil langkah agresif.

"IHSG berpotensi cenderung tertekan untuk sepekan ke depan setelah adanya reshuffle kabinet, arah kebijakan dari Menteri baru jadi belum pasti, pasar akan berpola wait and see," ujarnya kepada Liputan6.com, Senin 8 September 2025.

Reydi menambahkan peluang tetap ada bagi investor dengan mempertimbangkan saham-saham berfundamental kuat. Saham perbankan besar disebut menarik untuk diperhatikan apabila terjadi koreksi harga akibat reaksi jangka pendek dari pasar.

"Saham-saham defensif patut dicermati, karena penurunan dalam akibat reshuffle bisa bersifat jangka pendek, sehingga saham perbankan besar yang kena koreksi, bisa jadi pilihan. Tetap fokus pada saham berfundamental solid sambil mencermati reaksi pasar terhadap hasil dari kabinet yang baru," pungkasnya.

 

Top Gainers-Losers

Saham-saham LQ45 yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham ANTM naik 6,49%
  • Saham UNTR naik 4,34%
  • Saham ICBP naik 1,35%
  • Saham MDKA naik 0,76%
  • Saham AMMN naik 0,31%

 

Saham-saham LQ45 yang masuk top losers antara lain:

  • Saham TMPO merosot 14,91%
  • Saham COCO merosot 14,63%
  • Saham WOWS merosot 14,63%
  • Saham SONA merosot 13,12%
  • Saham HUMI merosot 12,42%

 

Saham-saham LQ45 teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BBCA senilai Rp 2,5 triliun
  • Saham ANTM senilai Rp 1,4 triliun
  • Saham BMRI senilai Rp 916,2 miliar
  • Saham BBRI senilai Rp 571,4 miliar
  • Saham MDKA senilai Rp 497,5 miliar

 

Saham-saham LQ45 teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham BBCA tercatat 106.038 kali
  • Saham ANTM tercatat 71.153 kali
  • Saham BMRI tercatat 39.284 kali
  • Saham BBRI tercatat 31.694 kali
  • Saham ADRO tercatat 31.442 kali

Prabowo Resmi Lantik Empat Menteri dan Satu Wakil Menteri Baru

Sebelumnya, mengutip Kanal News Liputan6.com, Presiden Prabowo resmi melantik sejumlah nama sebagai menteri di kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta. 

Mereka yang dilantik yaitu Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan, Mukhtarudin sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi.

Selain itu Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf dan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Azar Simajuntak.

Pelantikan dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pimpinan lembaga negara lain.

Upacara pelantikan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Setelah itu, pelantikan dilanjutkan dengan pembacaan surat keputusan presiden tentang pemberhentian dan pengangkatan menteri.