Mentok ARA, Intip Saham CDIA saat Pencatatan Hari Ini 9 Juli 2025

PT Chandra Daya Investasi (CDIA) mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (9/7/2025).

Diperbarui 10 Juli 2025, 15:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) resmi mencatatkan saham perdana pada Rabu (9/7/2025). Pada perdagangan perdana, saham CDIA mentok sentuh auto rejection atas (ARA).

Mengutip data RTI, saham CDIA dibuka naik Rp 66 atau 34,74% menjadi Rp 256 per saham dari harga penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) sebesar Rp 190 per saham. Harga saham CDIA tertinggi dan terendah Rp 256 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.345 kali dengan volume perdagangan 2.811.840 saham. Nilai transaksi Rp 57,8 miliar hingga penutupan perdagangan sesi pertama.

Auto rejection atas merupakan batas maksimal kenaikan harga saham dalam satu hari perdagangan yang ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Saat harga saham menyentuh batas ARA, sistem bursa secara otomatis akan menolak atau reject semua permintaan beli dengan harga lebih tinggi dari batas itu, demikian seperti dikutip dari brights.id.

Di sisi lain, penguatan harga saham CDIA ini di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menghijau. IHSG naik 0,40% ke posisi 6.931. Indeks LQ4 bertambah 0,53% ke posisi 766,75. Seluruh indeks saham acuan menghijau.

Pada sesi kedua perdagangan saham, IHSG berada di level tertinggi 6.939,84 dan terendah 6.807,21. Sebanyak 336 saham menguat dan 215 saham memerah. 233 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 726.002 kali dengan volume perdagangan 11,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 6,1 triliun.

 

 

Pencatatan Saham CDIA

 PT Chandra Daya Investasi Tbk resmi menjadi perusahaan tercatat yang sahamnya diperdagangkan di Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham CDIA.

Melalui Penawaran Umum Perdana Saham atau initial public offering (IPO) ini, Perseroan menghimpun dana sebesar Rp2,37 triliun melalui penerbitan 12.482.937.500 lembar saham baru dengan harga penawaran Rp 190 per saham.

Tingkat kepercayaan investor terhadap CDI Group tercermin dari kelebihan permintaan (oversubscription) hingga 563,64 kali dengan total partisipasi 400.126 investor sepanjang masa penawaran. Antusiasme ini terlihat selama seluruh proses penawaran, mulai dari masa penawaran awal pada 19-24 Juni 2025 hingga masa penawaran umum pada 2 – 7 Juli 2025.

Presiden Direktur PT Chandra Daya Investasi Tbk Fransiskus Ruly Aryawan menuturkan, pencatatan saham perdana hari ini menjadi momen penting bagi CDI Group dalam membangun fondasi yang kuat untuk pertumbuhan jangka panjang. Pihaknya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan investor yang mendukung kesuksesan proses IPO ini.

"Asia Tenggara, termasuk Indonesia, saat ini berada dalam fase pertumbuhan industri yang sangat dinamis dan menuntut dukungan infrastruktur yang andal dan efisien. Kebutuhan akan layanan logistik, kepelabuhanan dan penyimpanan, jaringan energi serta pengelolaan air menjadi potensi yang besar dalam pengembangan Perseroan. CDI Group melihat peluang strategis untuk terus memperluas layanan dan memperkuat peran kami sebagai penyedia solusi infrastruktur yang relevan dan terintegrasi,” ujar Ruly seperti dikutip dari keterangan resmi, Rabu (9/7/2025).

 

 

Dana IPO

Melalui dana yang dihimpun dari IPO ini, CDI Group akan memperkuat kapabilitas anak usaha, mempercepat proyek-proyek strategis dan memberikan layanan infrastruktur yang berdampak positif bagi pertumbuhan industri.

"Kami berkomitmen untuk menjadi mitra pertumbuhan yang mendorong solusi infrastruktur yang relevan bagi kebutuhan industri di masa depan, serta menciptakan nilai tambah yang nyata bagi para pemangku kepentingan dan masyarakat luas,” kata dia.

Ruly juga menekankan pentingnya dukungan dari pemangku kebijakan dalam keberhasilan IPO ini. “Kami menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) atas dukungan, arahan dan pendampingan dalam memastikan kelancaran proses IPO. Hal ini tidak hanya memperkuat kepercayaan pasar, tetapi juga mencerminkan komitmen bersama dalam mendorong petumbuhan sektor infrastruktur di Kawasan,” ujar dia.

CDI Group memiliki portofolio yang terdiversifikasi di sektor energi, air, kepelabuhan dan penyimpanan, serta logistik. Dana yang dihimpun melalui IPO akan dimanfaatkan untuk memperkuat kapabilitas inti Perseroan, khususnya di sektor logistik serta kepelabuhanan dan penyimpanan.

Rincian Dana IPO:

  • Sekitar Rp 871,76 miliar akan dialokasikan untuk mendukung ekspansi di sektor logistik, melalui penyertaan modal kepada entitas anak usaha yang selanjutnya akan digunakan untuk pembelian kapal serta pembiayaan operasional.
  • Sekitar Rp 1,48 triliun akan digunakan untuk pengembangan sektor kepelabuhanan dan penyimpanan. Investasi ini mencakup pembangunan fasilitas tangki penyimpanan, jaringan pipa Ethylene serta sarana pendukung lainnya di kawasan industri strategis.