Deretan Dividen Saham yang Siap Mengisi Rekening Pekan Ini

Berikut deretan emiten yang akan membayarkan dividen pada pekan ini.

Diterbitkan 09 Juli 2025, 15:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) memasuki periode pembagian dividen pada awal Juli 2025. Ini menjadi momentum penting bagi investor yang ingin mendulang cuan dari dividen. Untuk itu, investor perlu mencermati tanggal-tanggal penting dalam proses pembagian dividen, agar tidak kehilangan haknya.

Cum date adalah tanggal krusial pertama dalam rangkaian pembagian dividen. Investor yang ingin mendapatkan dividen dari suatu emiten wajib memiliki sahamnya paling lambat pada tanggal ini. Jika pembelian dilakukan setelah cum date, investor tidak berhak atas dividen yang dibagikan.

Setelah cum date, terdapat ex date, yaitu tanggal ketika investor yang baru membeli saham tidak lagi memperoleh hak dividen. Diikuti oleh recording date, yakni tanggal pencatatan resmi investor yang berhak menerima dividen. Terakhir, payment date adalah hari ketika dividen benar-benar dibayarkan kepada investor.

Melansir keterbukaan informasi Bursa, berikut Liputan6.com meringkas daftar emiten yang tebar dividen pekan ini:

Dividen Dibayarkan 10 Juli 2025

1. ZYRX, Rp 2,28 miliar atau Rp 1,71 per saham

2. TBIG, Rp 529,34 miliar atau Rp 23,73 per saham

3. MKPI, Rp 690,29 miliar atau Rp 728 per saham

4. ERAA, Rp 299,89 miliar atau Rp 19 per saham

5. SCCO, Rp 82,23 miliar atau Rp 100 per saham

6. SHIP, Rp 280,14 miliar atau Rp 103 per saham

7. MYOR, Rp 1,23 triliun atau Rp 55 per saham

8. JTPE, Rp 116,48 miliar atau Rp 17 per saham

9. SMIL, Rp 32,31 miliar atau Rp 3,69 per saham

10. RDTX, Rp 74,73 miliar atau Rp 278 per saham

Jadwal Pembagian Dividen Lainnya

Dividen Dibayarkan 11 Juli 2025

1. TIFA, Rp 63,94 miliar atau Rp 18 per saham

2. MASA, Rp 339,77 miliar atau Rp 37 per saham

3. JKON, Rp 53,00 miliar atau Rp 3,25 per saham

4. IGAR, Rp 4,71 miliar atau Rp 5 per saham

5. HYGN, Rp 6,06 miliar atau Rp 2,4 per saham

6. GTRA, Rp 3,45 miliar atau Rp 0,82 per saham

7. KINO, Rp 44,12 miliar atau Rp 32 per saham

8. KBLI, Rp 68,12 miliar atau Rp 17 per saham

9. SMKL, Rp 10,25 miliar atau Rp 3 per saham

10. KOCI, Rp 13,25 miliar atau Rp 3 per saham

11. AKPI, Rp 5,02 miliar atau Rp 8,2 per saham

12. JECC, Rp 7,56 miliar atau Rp 10 per saham

13. AXIO, Rp 17,52 miliar atau Rp 3 per saham

14. HGII, Rp 4,50 miliar atau Rp 0,7 per saham

15. TPIA, USD 30 juta (belum dikonversi ke rupiah)

16. KBLM, Rp 22,40 miliar atau Rp 20 per saham

17. VISI, Rp 3,08 miliar atau Rp 1 per saham

18. PTBA, Rp 3,83 triliun atau Rp 332,44 per saham

19. ANTM, Rp 3,65 triliun atau Rp 151,77 per saham

20. DPNS, Rp 1,66 miliar atau Rp 5 per saham

21. SMRA, Rp 148,58 miliar atau Rp 9 per saham

22. WIFI, Rp 4,72 miliar atau Rp 2 per saham

23. BDKR, Rp 4,54 miliar atau Rp 1 per saham

24. TINS, Rp 474,66 miliar atau Rp 63,73 per saham

25. CHIP, Rp 1,62 miliar atau Rp 2,01 per saham

26. BIRD, Rp 300,25 miliar atau Rp 120 per saham

27. BPII, Rp 71,17 miliar atau Rp 7,2 per saham

28. YUPI, Rp 503,29 miliar atau Rp 58,90 per saham

 

Penutupan IHSG 8 Juli 2025

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah menghijau pada perdagangan Selasa, (8/7/2025). Namun, IHSG hanya menguat tipis di tengah sektor saham yang bervariasi.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik tipis 0,05% ke posisi 6.904,39. Indeks LQ45 melemah 0,67% ke posisi 762,36. Sebagian besar indeks saham acuan melemah.

Pada perdagangan Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.916,83 dan level terendah 6.885,28. Sebanyak 308 saham melemah sehingga bebani IHSG. 276 saham menguat dan 209 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.083.924 kali dengan volume perdagangan 16,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 11,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.216.

Mayoritas sektor saham menghijau. Sektor saham infrastruktur melonjak 1,04 melonjak 1,04%, dan catat penguatan terbesar. Sektor saham energi bertambah 0,99%, sektor saham basic mendaki 0,85%, sektor saham industri menguat 0,19%. Selain itu, sektor saham kesehatan naik tipis 0,01%, sektor saham properti bertambah 0,12%.

Sementara itu, sektor saham consumer nonsiklikal susut 0,26%, sektor saham consumer siklikal tergelincir 0,29%, sektor saham keuangan merosot 0,56%, sektor saham teknologi melemah 0,29%, dan sektor saham transportasi tergelincir 0,57%.

Â