Kontrak Berjangka Bursa AS Melonjak Usai Trump Tunda Tarif ke Eropa

Donald Trump di akhir pekan mengatakan bahwa ia akan menunda batas waktu pengenaan tarif sebesar 50% pada Uni Eropa. Pernyataan ini disambut gembira oleh pelaku pasar saham AS.

Diterbitkan 27 Mei 2025, 07:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kontrak berjangka bursa saham Amerika Serikat (AS) melonjak pada perdagangan Senin malam setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Minggu kemarin bahwa ia setuju untuk menunda tarif sebesar 50% pada Uni Eropa.

Mengutip CNBC, Selasa (27/5/2025), Kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average naik 407 poin atau 1%. Kontrak berjangka S&P 500 naik 1,1%. Sementara kontrak berjangka Nasdaq 100 naik 1,3%.

Donald Trump di akhir pekan mengatakan bahwa ia akan menunda batas waktu pengenaan tarif sebesar 50% pada Uni Eropa hingga 9 Juli setelah permintaan dari Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

Trump mengenakan tarif 20% pada Uni Eropa sebagai bagian dari tarif timbal balik yang diberlakukannya, sebelum memangkas tarif menjadi 10% selama 90 hari pada tanggal 9 April.

Namun, Trump minggu lalu mengusulkan tarif 50% pada UE yang akan dimulai pada 1 Juni, dengan mengatakan bahwa blok yang beranggotakan 27 negara itu sangat sulit untuk dihadapi. Namun kemudian keputusan terbaru adalah menundanya hingga 9 Juli.

"Meskipun penundaan tarif UE telah memberikan dorongan jangka pendek pada pasar berjangka, kekhawatiran mendasar tentang hubungan perdagangan dan indikator ekonomi mendatang terus membebani sentimen investor," kata kepala analis Zaye Capital Markets Naeem Aslam, dalam sebuah catatan kepada klien.

 

 

Bursa AS Libur

Pergerakan Bursa berjangka pada Senin malam mengikuti gerak Wall Street pada minggu lalu yang merugi. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq Composite semuanya turun lebih dari 2% karena seruan Trump untuk tarif pada Uni Eropa. Pernyataan Trump ini membuat investor khawatir.

Pasar saham AS tutup pada hari Senin karena memperingati Hari Pahlawan.

Investor akan mencermati data ekonomi tentang barang tahan lama, perumahan, dan kepercayaan konsumen pada hari Selasa.

Mereka juga akan memantau komentar dari Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari dan Presiden Fed New York John Williams.

Kinerja Perusahaan

Para pelaku pasar saham atau investor juga akan mengikuti laporan laba dari Okta yang akan dirilis setelah bel pembukaan selasa, diikuti oleh perusahaan-perusahaan lain seperti Nvidia, Macy's, dan Costco di akhir minggu ini.

Menurut FactSet, lebih dari 95% perusahaan S&P 500 telah melaporkan laba pada musim ini dan hampir 78% telah melampaui ekspektasi analis.