Catat Pendapatan Rp 1,1 Kuadriliun, Saham Microsot Naik 5%

Microsoft mebukukan pendapatan senilai USD 70,07 miliar atau Rp1,1 kuadriliun atau tumbuh 13% di kuartal pertama 2025.

Diperbarui 01 Mei 2025, 09:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Saham Microsoft naik sekitar 9% dalam perdagangan yang diperpanjang pada Rabu (1/5) waktu setempat, setelah perusahaan mencatat kinerja keuangan yang positif di kuartal pertama 2025. 

Melansir CNBC International, Kamis (1/5/2025) pertumbuhan pendapatan Microsoft didorong oleh bisnis cloud Azure-nya, dan mengeluarkan panduan yang sangat kuat

Microsoft mebukukan pendapatan senilai USD 70,07 miliar atau Rp1,1 kuadriliun. Pendapatan tersebut tumbuh 13% pada kuartal pertama 2025.

Pendapatan per saham Microsoft mencapai USD 3,46.Sebelumnya, Microsoft membidik pendapatan dalam kisaran USD 73,15 miliar (Rp1,21 kuadriliun) hingga USD 74,25 miliar (Rp.1,23 kuadriliun) Kisaran tersebut lebih tinggi dari konsensus LSEG sebesar USD 72,26 miliar.

Perusahaan melihat pertumbuhan bisnis cloud Azure sebesar 34% hingga 35% pada mata uang konstan, dibandingkan dengan konsensus StreetAccount sebesar 31,5%.

Manajemen menegaskan kembali bahwa belanja modal akan tumbuh pada tahun fiskal baru, meskipun pada tingkat yang lebih lambat dari tahun fiskal 2025 saat ini.

Adapun margin operasi tersirat Micorost tumbuh 43,35% hanya sedikit di bawah konsensus StreetAccount sebesar 43,5%.

CEO Microsoft, Satya Nadella mengatakan awal tahun ini, Microsoft berencana untuk menghabiskan USD 80 miliar pada tahun fiskal 2025 untuk pembangunan pusat data yang dapat menangani beban kerja Kecerdasan Buatan.

Proyek itu membutuhkan impor besar dari luar negeri, yang berarti biaya dapat meningkat tergantung pada di mana tarif berlaku.

Microsoft terus berinvestasi besar-besaran dalam infrastruktur AI selama kuartal tersebut. Belanja modal, tidak termasuk sewa pembiayaan, mencapai USD 16,75 miliar, naik hampir 53%.

 

Saham Meta Melejit 5% Usai Rilis Pendapatan Rp701,2 Triliun

Saham Meta melejit hingga 5% pada Rabu (30/4) waktu setempat, setelah raksasa teknologi tersebut melaporkan kinerja keuangan yang positif pada kuartal pertama 2025.

Melansir CNBC International, Kamis (1/5/2025) Meta mencatat pendapatan sebesar USD 42,31 miliar (Rp701,2 triliun) dari USD 41,40 miliar (Rp686,1 triliun) yang ditargetkan.

Perusahaan juga mencatat laba per saham sebesar USD 6,43.

Penjualan Meta di kuartal pertama 2025 naik 16% secara tahunan sementara laba bersih melonjak 35% menjadi USD 16,64 miliar (Rp275,7 triliun), naik dari USD 12,37 miliar (Rp205 triliun) di tahun sebelumnya.

Kepala keuangan Meta, Susan Li membidik bahwa penjualan perusahaan di kuartal kedua mencapai USD 42,5 miliar (Rp704,3 triliun) hingga USD 45,5 miliar (Rp754,1 triliun).

Namun, Li juga menambahkan bahwa perusahaan telah mulai melihat beberapa pengurangan belanja iklan dari eksportir e-commercenya di kawasan Asia.

"Bisnis kami juga berkinerja sangat baik, dan saya pikir kami berada dalam posisi yang baik untuk menavigasi ketidakpastian ekonomi makro," kata CEO Meta, Mark Zuckerberg kepada para analis dalam panggilan pendapatan pada Rabu (30/4).

 

Meta Pangkas Pengeluaran

Meta mengatakan bahwa pihaknya menurunkan kisaran total pengeluarannya pada tahun 2025, yang sekarang akan berada di antara USD 113 miliar hingga USD 118 miliar (Rp1,9 kuadriliun).

Angka itu sebelumnya adalah USD 114 miliar hingga USD 119 miliar.

Namun, Meta meningkatkan belanja modalnya pada tahun 2025 menjadi di kisaran USD 64 miliar hingga USD 72 miliar, naik dari prospek sebelumnya sebesar USD 60 miliar hingga USD 65 miliar.

"Prospek yang diperbarui ini mencerminkan investasi pusat data tambahan untuk mendukung upaya kecerdasan buatan kami serta peningkatan biaya perangkat keras infrastruktur yang diharapkan," kata perusahaan itu dalam rilis pendapatan.