ABM Investama Tebar Dividen Rp 421 Miliar, Lo Kheng Hong Dapat Segini

PT ABM Investama Tbk (ABMM) akan membayarkan dividen tahun buku 2024 sebesar Rp 153 per saham pada 28 Mei 2025.

Diterbitkan 01 Mei 2025, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT ABM Investama Tbk (ABMM) akan membagikan dividen tahun buku 2024 sebesar Rp 421,23 miliar. Dividen yang dibagikan itu setara Rp 153 per saham.

Perseroan telah mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk membagikan dividen tahun buku 2024 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 25 April 2025.

Dividen yang dibagikan tersebut mempertimbangkan data keuangan per 31 Desember 2024. Perseroan mencatat laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar USD 139,36 juta, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar USD 100.000, dan total ekuitas sebesar USD 847,25 juta.

Seiring pembagian dividen itu, berapa dividen yang didapatkan investor Lo Kheng Hong?

Berdasarkan data BEI, Lo Kheng Hong memiliki 150.811.100 atau 5,47% saham ABMM. Dengan demikian, Lo Kheng Hong akan terima dividen ABMM Rp 23,07 miliar.

Jadwal Dividen

Berikut jadwal pembagian dividen ABMM:

  • Tanggal efektif pada 28 Mei 2025
  • Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 6 Mei 2025
  • Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 7 Mei 2025
  • Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 8 Mei 2025
  • Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 9 Mei 2025
  • Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 8 Mei 2025 waktu 16:00.
  • Tanggal pembayaran dividen pada 28 Mei 2025

 Pada penutupan perdagangan Rabu, 30 April 2025, harga saham ABMM ditutup turun 0,30% ke posisi Rp 3.320 per saham. Harga saham ABBM berada di level tertinggi Rp 3.340 dan level terendah Rp 3.310 per saham. Nilai kapitalisasi pasar tercatat Rp 9,14 triliun.

Kinerja Keuangan

Sebelumnya, saham PT ABM Investama Tbk (ABMM) terpantau berada di zona merah pada perdagangan hari ini, Kamis 13 Maret 2024. Saham ABMM turun 0,95 persen ke posisi 3.130 pada penutupan sesi I. Dalam sepekan, ABMM turun 3,69 persen dan turun 12,32 persen sejak awal tahun atau secara year to date (YTD).

Pada hari ini, perseroan juga mengumumkan kinerja tahun buku 2024 yang berakhir pada 31 Desember 2024. Pada periode tersebut, perseroan membukukan penurunan kinerja baik dari sisi pendapatan maupun laba.

Melansir keterbukaan informasi Bursa, Kamis (13/3/2025), sampai dengan 31 Desember 2024, perseroan membukukan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan senilai USD 1,2 miliar atau sekitar Rp 19,69 triliun (asumsi kurs Rp 14.410 per USD). Pendapatan itu turun 19,62 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD 1,49 miliar.

Seiring turunnya pendapatan, beban pokok pendapatan pada 2024 ikut turun menjadi USD 1,07 miliar dari USD 1,1 miliar pada 2023. Sehingga, perseroan membukukan laba kotor USD 131,19 juta pada 2024. Turun dibandingkan laba kotor tahun buku 2023 yang tercatat sebesar USD 392,05 juta.

Pada tahun buku 2024, perseroan membukukan beban penjualan dan distribusi sebesar USD 3,82 juta. Kemudian beban umum dan administrasi USD 53,07 juta, pendapatan lainnya USD 34,17 juta, dan beban lainnya USD 613.889.

 

 

Laba Perseroan

Bersamaan dengan itu, perseroan membukukan bagian atas laba entitas asosiasi sebesar USD 151,38 juta. Pendapatan dividen USD 831.453, pendapatan keuangan USD 4,56 juta, dan biaya keuangan USD 109,8 juta.

Setelah memperhitungkan beban pajak final dan beban pajak penghasilan, perseroan membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk tahun buku 2024 sebesar USD 139,36 juta atau sekitar Rp 2,29 triliun.

Laba itu turun 51,78 persen dibandingkan laba tahun buku 2023 yang tercatat sebesar USD 298 juta. Aset perseroan sampai dengan 31 Desember 2024 tercatat sebesar USD 2,09 miliar, turun dibanding posisi akhir 2023 yang tercatat sebesar USD 2,16 miliar. Terdiri dari aset lancar senilai USD 534,45 juta dan aset tidak lancar senilai USD 1,56 miliar.

Liabilitas sampai dengan 31 Desember 2024 turun menjadi USD 1,25 triliun dibanding posisi akhir 2023 sebesar USD 1,4 miliar. Sebesar USD 500,89 juta tercatat sebagai liabilitas jangka pendek. Sisanya sekitar USD 747,3 juta tercatat sebagai liabilitas jangka panjang. Sementara ekuitas sampai dengan 31 Desember 2024 tercatat sebesar USD 847,25 juta. Angka itu naik dibandingkan posisi akhir 2023, di mana perseroan mencatatkan ekuitas sebesar USD 758,93 juta.