Laba Positif, Utang Adhi Karya Susut Rp 5,9 Triliun pada 2024

ADHI telah menyetujui laporan kinerja audited pada Tahun Buku 2024, Laba bersih 2024 mengalami peningkatan sebesar 18,0% jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Diterbitkan 30 April 2025, 19:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), telah menyelesaikan pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2024 pada hari ini, Rabu 30 April 2025. Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui delapan agenda.

Pada agenda pertama, ADHI telah menyetujui laporan kinerja audited pada Tahun Buku 2024, Laba bersih 2024 mengalami peningkatan sebesar 18,0% jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal tersebut disebabkan oleh dua hal, yang pertama adanya margin laba kotor yang mengalami peningkatan yakni sebesar 12,2% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 11,6%. Yang kedua, pertumbuhan laba JV dari tahun sebelumnya sebesar 81,4%.

"Untuk liabilitas mengalami penurunan sebesar 18,8% atau setara Rp 5,9 triliun yang didominasi oleh penurunan kewajiban kepada mitra kerja sebesar Rp 2,1 triliun serta kewajiban kepada bank dan lembaga keuangan lainnya/obligasi sebesar Rp 3,1 triliun," ungkap Corporate Secretary PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Rozi Sparta dalam keterangan resmi, Rabu (30/4/2025).

Liabilitas sampai dengan akhir 2024 turun menjadi Rp 25,37 triliun dibanding posisi akhir 2023 sebesar Rp 31,27 triliun. Terdiri dari liabilitas jangka pendek senilai Rp 20,05 triliun dan liabilitas jangka panjang RP 5,32 triliun.

Pada agenda keenam, RUPST menetapkan perubahan atas rencana penggunaan dana hasil penawaran umum terbatas melalui Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II). Perubahan penggunaan dana untuk mengoptimalkan pembangunan proyek Tol Solo- Yogyakarta-Kulon Progo yang telah dilakukan kajian dan reviu dari BPKP.

"Usulan perubahan ini tidak mengubah esensi pemanfaatan Dana Hasil Penawaran Umum baik dalam memberikan kontribusi bagi perekonomian maupun terhadap kepentingan masyarakat luas," tutur Rozi.

Pada agenda terakhir, disepakati adanya perubahan susunan manajemen menjadi sebagai berikut:

Dewan Komisaris:

  • Komisaris Utama: Dody Usodo Hargo
  • Komisaris Independen: R. Erwin Moeslimin Singajuru : Elan Suherlan
  • Komisaris Independen: Elan Suherlan
  • Komisaris Independen: Rustam Sofyan Sirait
  • Komisaris: Bob Arthur Lombogia

Direksi:

  • Direktur Utama: Entus Asnawi Mukhson
  • Direktur Human Capital dan Legal: Ki Syahgolang Permata
  • Direktur Keuangan: Bani Iqbal
  • Direktur Operasi I: Alloysius Suko Widigdo
  • Direktur Operasi II: Harimawan
  • Direktur Operasi III: Vera Kirana
  • Direktur Manajemen Risiko dan Kesisteman: Yan Arianto

 

Penjualan Susut, Laba Adhi Karya Naik 17,98 Persen pada 2024

Perseroan berhasil membukukan pertumbuhan positif dari sisi laba meski pendapatan mengalami penurunan. Pendapatan ADHI pada tahun buku 2024 tercatat sebesar Rp 12,35 triliun, turun 33,48 persen dibandingkan pendapatan usaha pada tahun buku 2023 yang tercatat sebesar Rp 20,07 triliun.

Bersamaan dengan itu, beban pokok pendapatan turun menjadi Rp 11,72 triliun pada 2024 dibanding Rp 17,75 triliun pada 2023. Alhasil, diperoleh laba kotor Rp 1,63 triliun, turun dari laba kotor tahun buku 2023 yang tercatat sebesar Rp 2,32 triliun.

Pada tahun buku 2024, perseroan membukukan beban usaha senilai Rp 925,96 miliar, naik dari Rp 878,8 miliar pada 2023. Sehingga laba usaha pada 2024 susut menjadi Rp 702,1 miliar dari Rp 1,44 triliun pada 2023.

Pada periode yang sama, perseroan membukukan bagian laba ventura bersama sebesar Rp 884,67 miliar. Kemudian bagian laba entitas asosiasi tercatat sebesar Rp 2,37 miliar. Bersamaan dengan itu, beban keuangan tercatat sebesar Rp 837,54 miliar, beban lainnya Rp 139,02 miliar, dan beban pajak penghasilan final Rp 305,83 miliar.

 

Laba Naik 17,98 Persen pada 2024

Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan, perseroan membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk tahun buku 2024 sebesar Rp 252,5 miliar. Laba itu naik 17,98 persen dibandingkan raihan pada 2023 yang sebesar Rp 214,02 miliar. Sehingga laba per saham dasar naik menjadi Rp 30,03 dari sebelumnya 25,46 per saham.

Aset sampai dengan 31 Desember 2024 turun menjadi Rp 35,04 triliun dari Rp 40,49 triliun yang dicatatkan pada akhir 2023. Terdiri dari aset lancar senilai Rp 22,52 triliun dan aset tidak lancar Rp 12,52 triliun.

Liabilitas sampai dengan akhir 2024 turun menjadi Rp 25,37 triliun dibanding posisi akhir 2023 sebesar Rp 31,27 triliun. Terdiri dari liabilitas jangka pendek senilai Rp 20,05 triliun dan liabilitas jangka panjang RP 5,32 triliun.

Adapun ekuitas sampai dengan 31 Desember 2024 tercatat sebesar Rp 9,68 triliun. Ekuitas itu naik dibandingkan posisi akhir 2023 yang tercatat sebesar Rp 9,22 triliun.