Wall Street Bergelombang, Indeks S&P 500 Cetak Penguatan Hari Kelima

Indeks saham acuan S&P 500 naik 0,06% hingga ditutup pada 5.528,75, membukukan penguatan kelima berturut-turut. Namun Indeks Nasdaq Composite kebalikannya bergerak turun 0,1% dan berakhir pada 17.366,13.

Diterbitkan 29 April 2025, 08:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street menguat tipis pada penutupan perdagangan hari Senin. Pekan ini, Wall Street bersiap menghadapi minggu yang padat dengan laporan keuangan perusahaan dan data ekonomi.

Investor juga tengah menunggu kemajuan apa pun dalam negosiasi kesepakatan perdagangan antara AS dengan sejumlah negara terutama China.

Mengutip CNBC, Selasa (29/4/2025), indeks saham acuan S&P 500 naik 0,06% hingga ditutup pada 5.528,75, membukukan penguatan kelima berturut-turut. Indeks Nasdaq Composite turun 0,1% dan berakhir pada 17.366,13. Dow Jones Industrial Average naik 114,09 poin atau 0,28% hingga ditutup pada 40.227,59.

Empat dari perusahaan "Magnificent Seven" yaitu Amazon, Apple, Meta Platforms, dan Microsoft sempat tertekan selama sesi perdagangan Senin menjelang laporan triwulanan mereka.

Apple dan Meta Platforms mengakhiri sesi sedikit lebih tinggi, masing-masing naik sekitar 0,4%. Microsoft turun 0,2% sementara Amazon turun 0,7%.

Pada Senin, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memberikan sedikit kejelasan tentang arah mencapai kemungkinan perjanjian perdagangan dengan China, tetapi mengatakan bahwa tanggung jawabnya bukan pada AS.

Namun, di sisi positifnya, Bessent mengatakan bahwa mereka membuat kemajuan pada proposal perdagangan lainnya, yang menunjukkan kesepakatan dengan India akan menjadi salah satu yang pertama yang akan datang.

"Saya percaya bahwa terserah China untuk meredakannya, karena mereka menjual lima kali lebih banyak kepada kami daripada yang kami jual kepada mereka, jadi tarif 120%, 145% ini tidak berkelanjutan," kata Bessent di "Squawk Box" CNBC.

 

Kemajuan Pembicaraan Perang Dagang

Komentar Menkeu AS ini setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan minggu lalu bahwa diskusi dengan China sedang berlangsung, membantah klaim Beijing tentang tidak adanya pembicaraan perdagangan antara kedua negara.

"Beberapa hari terakhir telah menunjukkan adanya sedikit penurunan dalam ketegangan perdagangan AS-China, dengan kedua belah pihak mengurangi tarif yang tidak berkelanjutan yang diterapkan awal bulan ini dan AS mengisyaratkan beberapa niat untuk meredakan ketegangan," tulis ekonom Barclays Jonathan Millar dalam catatan terbarunya.

"Ini sebagian besar hanya omong kosong, untuk saat ini, dan kami tetap skeptis bahwa akan ada cukup momentum konkret dalam diskusi perdagangan untuk menghindari resesi AS." tambah dia.

Pekan ini merupakan akhir dari April, dimana Wall Street mengalami fluktiasi yang sangat tinggi setelah Trump mengungkap rencana tarif yang luas dan kemudian menarik kembali beberapa bea.

 

Kinerja Wall Street selama April

Sejauh ini untuk April, S&P 500 turun lebih dari 1%, berada sekitar 10% di bawah level tertinggi 52 minggu yang dicapai pada akhir Februari. Dow Jones berada di jalur untuk kehilangan lebih dari 4% bulan ini, sementara Nasdaq Composite naik sekitar 0,4%.

S&P 500 sempat memasuki pasar bearish pada 7 April dan telah pulih sejak saat itu, tetapi indeks tersebut gagal menembus level resistensi utama.

Minggu ini akan dirilis sejumlah laporan tentang pasar tenaga kerja serta data utama tentang inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Puncak data ekonomi yang ditunggu adalah rilis data penggajian nonpertanian pada hari Jumat, sementara produk domestik bruto kuartal pertama dan pengukur inflasi pilihan Fed akan dirilis pada hari Rabu.