Sukses

Strategi Bank Mandiri Jaga NIM Tetap Stabil

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) tengah menyiapkan sejumlah strategi dalam menjaga margin bunga bersih (net interest margin/NIM) tetap stabil.

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Sigit Prastowo menuturkan, posisi NIM saat ini sebesar 5,16 persen mampu membuat Bank Mandiri optimal sebagai agent development. Hal itu terlihat dari penyaluran kredit yang dilakukan pada 2022.

"NIM sebesar 5,16 persen pada Desember 2022 merupakan cerminan keberhasilan dari Bank Mandiri dalam menurunkan biaya dana. Bukan melalui penyaluran kredit dengan biaya atau suku bunga yang tinggi," kata Sigit dalam konferensi pers, ditulis Rabu (15/3/2023).

Dia menuturkan, ke depan Bank Mandiri akan menjaga NIM tetap stabil dengan menjaga cosf of fund yang tetap rendah melalui strategi bank digital

"Strategi bank digital dengan penambahan fitur-fitur di Livin maupun super platform Kopra, juga strategi akuisisi ekosistem secara close loop. Ini terlihat dari CASA rasio Bank Mandiri tahun lalu mencapai 77,6 persen lebih tinggi dibandingkan dengan level sebelumnya yaitu kisaran 67 persen, pada saat kita belum melakukan proses digitalisasi yang masif," ujar dia.

Lebih lanjut, digitalisasi Bank Mandiri juga turut mendorong pendapatan non bunga atau fee base income yang meningkat baik dari Livin dan Kopra, masing-masing tumbuh 13,1 persen dan 10 persen sepanjang 2022.

"Tahun ini strategi tersebut akan kami teruskan, melakukan transformasi operasional ke arah digital. Artinya, ke depan transaksi di cabang dan internal bisnis proses akan optimalisasikan ke arah digital untuk meningkatkan efisiensi secara berkelanjutan," ujar dia.

 

2 dari 4 halaman

Bank Mandiri Tebar Dividen Rp 529,34 per Saham, 60 Persen dari Laba Bersih 2022

Sebelumnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memutuskan untuk membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar 60 persen dari laba bersih tahun buku 2022 atau senilai Rp24,7 triliun. Dividen tersebut setara dengan Rp 529,34 per saham.

Bank Mandiri mencatatkan laba bersih sebesar Rp 41,17 triliun sepanjang 2022. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menuturkan, pihaknya akan membagikan dividen sebesar Rp 24,7 triliun.

"Kalau kita lihat secara besaran per lembaran sahamnya Rp 529,34. Sementara, 40 persen laba bersih menjadi laba ditahan,"kata Darmawan dalam konferensi pers, Selasa (14/3/2023).

Dengan demikian, sebesar 40 persen atau senilai Rp 16,46 triliun ditetapkan sebagai laba ditahan. Adapun, khusus dividen untuk pemerintah Indonesia yang merupakan pemegang saham perseroan dengan kepemilikan 52 persen dari modal ditempatkan dan disetor Bank Mandiri atau sebesar Rp 12,84 triliun akan disetorkan ke rekening kas umum negara.

Sementara itu, batas kepemilikan 48 persen saham publik senilai Rp 11,85 triliun akan diberikan kepada pemegang saham sesuai dengan porsi kepemilikannya masing-masing.

Kemudian, memberikan kuasa dan wewenang kepada direksi perseroan dengan hak subtitusi untuk menetapkan jadwal dan tata cara pembagian dividen tahun buku 2022 sesuai ketentuan yang berlaku.

 

 

 

3 dari 4 halaman

Kinerja Bank Mandiri pada 2022

Sebelumnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) berhasil mencatatkan laba bersih Rp 41,2 triliun sepanjang 2022. Raihan laba itu tumbuh 46,9 persen YoY. Sehingga memperkuat permodalan (capital) Bank Mandiri sebagai faktor utama untuk memiliki kemampuan dalam melakukan ekspansi bisnis, terutama mendukung fungsi intermediasi dalam menyalurkan kredit.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menjelaskan, kinerja yang solid ini tak terlepas dari kondisi makroekonomi yang membaik, didukung oleh kebijakan strategis pemerintah dan regulator dalam menjaga stabilitas perekonomian.

"Sepanjang 2022, Bank Mandiri telah secara aktif menggarap segmen digital banking untuk mendukung transformasi digital sebagai bisnis yang berkelanjutan dengan menangkap peluang di seluruh sektor dan segmen potensial," ujarnya dalam keterangan resmi kinerja kuartal IV Bank Mandiri, Selasa (31/1/2023).

Dia menuturkan, pertumbuhan laba bersih tersebut turut ditopang oleh optimalisasi fungsi intermediasi perseroan yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang positif. Tercatat, hingga akhir 2022, kredit secara konsolidasi perseroan mampu tumbuh positif sebesar 14,48 persen YoY menjadi Rp 1.202,2 triliun.

Melihat pencapaian tersebut, Bank Mandiri optimis pertumbuhan kredit pada 2023 mampu tumbuh di kisaran 10-12 persen secara YoY. Tentunya, dengan tetap menekankan sisi kualitas, yakni fokus pada sektor-sektor yang prospektif, resilient, dan memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang.

"Selain dari perspektif sektoral, kami juga terus mengoptimalkan bisnis turunan dari ekosistem nasabah wholesale dan sektor unggulan di masing-masing wilayah," imbuh Darmawan.

 

4 dari 4 halaman

Total Aset Bank Mandiri

Berkat pencapaian kredit yang impresif, total aset Bank Mandiri secara konsolidasi pun berhasil menyentuh Rp 1.992,6 triliun atau tumbuh 15,5 persen secara tahunan. Total aset tersebut juga menjadi rekor terbesar sepanjang sejarah perseroan.  

Pencapaian kredit Bank Mandiri tahun lalu pun melampaui pertumbuhan kredit secara industri sebesar 11,35 persen di. Bila dirinci berdasarkan segmennya, kredit Bank Mandiri didominasi oleh kredit korporasi yang mencapai Rp 414,1 triliun, pada akhir 2022, tumbuh 11,8 persen dari periode tahun sebelumnya Rp 370,2 triliun. 

Selain itu, kredit komersial juga menorehkan kinerja positif yakni tumbuh sebesar 13,0 persen YoY menjadi Rp 196,3 triliun pada akhir 2022.

"Dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, Bank Mandiri berkomitmen untuk bersama-sama mendorong kebangkitan ekonomi di sektor-sektor potensial pada masing-masing wilayah termasuk UMKM," papar dia.  

Salah satu komitmen ini juga diwujudkan lewat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Mandiri di tahun 2022 yang berhasil memenuhi target pemerintah sebesar Rp 40 triliun kepada lebih dari 351 ribu pelaku usaha UMKM. Penyaluran KUR Bank Mandiri pun utamanya disalurkan ke sektor produksi sebanyak 59,73 persen atau senilai Rp 23,9 triliun.  

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.