Sukses

IHSG Kembali Lesu, Sektor Saham Transportasi Terbang 3 Persen

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham, Rabu (25/1/2023). Di tengah koreksi IHSG tersebut, sektor saham transportasi justru pimpin penguatan.

Mengutip data RTI, IHSG melemah 0,45 persen ke posisi 6.829,93. Indeks LQ45 susut 0,75 persen ke posisi 932,33. Sebagian besar indeks acuan kompak tertekan. Pada perdagangan Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.871,36 dan terendah 6.821,28.

Sebanyak 250 saham menguat dan 276 saham melemah. 195 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.218.669 kali dengan volume perdagangan 22,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.936.

Mayoritas indeks sektor saham (IDX-IC) tertekan. Indeks sektor saham energi melemah 0,87 persen, sektor saham basic turun 0,58 persen, sektor saham siklikal susut 0,42 persen, dan sektor saham kesehatan melemah 0,39 persen. Selain itu, sektor saham properti tergelincir 0,06 persen, sektor saham teknologi susut 0,18 persen dan sektor saham infrastruktur terpangkas 0,34 persen.

Sementara itu, sektor saham industri bertambah 0,21 persen, sektor saham nonsiklikal menanjak 0,19 persen, sektor saham keuangan menguat 0,57 persen dan sektor saham transportasi bertambah 3,14 persen dan pimpin penguatan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Top Gainers-Losers pada 25 Januari 2023

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham INTD melambung 31,31 persen

-Saham TRUK melambung 26,17 persen

-Saham PEVE melambung 22 persen

-Saham PNLF melambung 16,57 persen

-Saham ASLC melambung 16,48 persen

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham CASH merosot 9,09 persen

-Saham MTSM merosot 7 persen

-Saham TAYS merosot 6,98 persen

-Saham INPS merosot 6,96 persen

-Saham CBRE merosot 6,92 persen

 

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

-Saham PICO tercatat 69.302 kali

-Saham PEVE tercatat 64.646 kali

-Saham BSBK tercatat 48.160 kali

-Saham DMAS tercatat 39.910 kali

-Saham GOTO tercatat 38.643 kali

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

-Saham GOTO senilai Rp 591,6 miliar

-Saham BBCA senilai Rp 463,3 miliar

-Saham BBRI senilai Rp 338,8 miliar

-Saham BBNI senilai Rp 312,1 miliar

-Saham BMRI senilai Rp 306,3 miliar

 

3 dari 4 halaman

Bursa Saham Asia Beragam pada 25 Januari 2023

Bursa saham Asia Pasifik bergerak variasi pada perdagangan saham, Rabu, 25 Januari 2023 mengikuti wall street yang juga berjuang mencari arah.

Sementara itu, bursa saham China dan Hong Kong masih tutup merayakan Tahun Baru China. Di Korea Selatan, indeks Kospi naik 1,39 persen ke posisi 2.428,57. Indeks Kosdaq bertambah 2 persen ke posisi 732,35. Indeks Nikkei 225 menguat 0,35 persen ke posisi 27.395,01. Indeks Topix menanjak 0,39 persen ke posisi 1.980,69. Demikian mengutip dari laman CNBC, Rabu pekan ini.

Indeks ASX 200 melemah 0,3 persen ke posisi 7.468,3 setelah inflasi Australia sentuh posisi tertinggi sejak 1990. Bursa saham China dan Hong Kong masih libur. Sedangkan inflasi Selandia Baru pada kuartal IV naik 1,4 persen.

Di bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street, indeks acuan cenderung sideways dengan indeks Dow Jones catat kenaikan dalam tiga hari berturut-turut. Indeks S&P 500 dan Nasdaq melemah.

4 dari 4 halaman

Penutupan IHSG pada 24 Januari 2023

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan saham Selasa (24/1/2023)). Di tengah koreksi IHSG, sektor saham teknologi memimpin penguatan.

Mengutip data RTI, IHSG merosot 0,20 persen ke posisi 6.860,85. Indeks LQ45 susut 0,18 persen ke posisi 939,34. Mayoritas indeks saham acuan berada di zona merah.

Pada perdagangan Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.906,79 dan terendah 6.841. Sebanyak 275 saham menguat sehingga tahan koreksi IHSG. 250 saham melemah dan 191 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 1.048.492 kali dengan volume perdagangan 23,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.847.

Secara indeks sektor saham (IDX-IC), mayoritas sektor saham tertekan. Sektor saham energi melemah 0,35 persen, sektor saham industri merosot 0,40 persen, sektor saham siklikal susut 0,06 persen, sektor saham kesehatan tergelincir 0,48 persen. Selain itu, sektor saham keuangan turun 0,10 persen, sektor saham properti melemah terbatas 0,18 persen dan sektor saham infrastruktur susut 0,38 persen.

Selain itu, sektor saham basic menguat 0,52 persen, sektor saham nonsiklikal bertambah 0,47 persen, sektor saham teknologi melonjak 3,16 persen dan sektor saham transportasi melompat 1,06 persen.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS