Sukses

Tunas Baru Lampung Tebar Dividen Interim 2022 Rp 40 per Saham

Liputan6.com, Jakarta - PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) akan membagikan dividen interim 2022 sebesar Rp 211,07 miliar. Pembayaran dividen interim 2022 itu akan dilakukan pada Desember 2022.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (1/12/2022), PT Tunas Baru Lampung Tbk membagikan dividen interim 2022 setara Rp 40 per saham. Pembagian dividen interim 2022 tersebut sesuai keputusan direksi yang telah disetujui dewan komisaris pada 29 November 2022.

Adapun pertimbangan untuk membagikan dividen interim 2022 berdasarkan data keuangan per 30 September 2022. Perseroan membukukan laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk Rp 571,09 miliar, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 10,50 miliar, dan total ekuitas sebesar Rp 6,80 triliun.

Berikut jadwal dividen interim 2022:

-Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 9 Desember 2022

-Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 12 Desember 2022

-Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 13 Desember 2022

-Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 14 Desember 2022

-Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 13 Desember 2022 waktu 16.00

-Tanggal pembayaran dividen pada 21 Desember 2022

Pada penutupan perdagangan Kamis, 1 Desember 2022, saham TBLA naik 2,86 persen ke posisi Rp 720 per saham. Saham TBLA dibuka stagnan Rp 700 per saham. Saham TBLA berada di level tertinggi Rp 725 dan terendah Rp 695 per saham. Total frekuensi perdagangan 621 kali dengan volume perdagangan 35.654 saham. Nilai transaksi Rp 2,5 miliar.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Rights Issue, Tunas Baru Lampung Terbitkan 768,43 Juta Saham

Sebelumnya, PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) akan menambah modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (29/11/2022), PT Tunas Baru Lampung Tbk akan menerbitkan saham sebanyak-banyaknya 768.433.869 saham dengan nilai nominal Rp 125 per saham.

Perseroan menyatakan, jumlah saham yang akan diterbitkan itu bergantung pada keperluan dana perseroan dan harga pelaksanaan rights issue. Perseroan akan memakai dana rights issue untuk menambah modal kerja perseroan.

“Perseroan memperkirakan rencana penambahan modal melalui rights issue akan berpengaruh positif terhadap kondisi keuangan konsolidasi perseroan,” tulis perseroan.

Dengan aksi korporasi tersebut memperkuat struktur permodalan, terutama meningkatkan kemampuan kas untuk memenuhi kebutuhan modal kerja,sehingga diharapkan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

Adapun dengan rights issue tersebut, pemegang saham Tunas Baru Lampung yang tidak menggunakan haknya untuk rights issue dapat terdilusi sebesar maksimal 12,6 persen.

Perseroan melaksanakan rights issue dalam jangka waktu wajar untuk dilakukan, tetapi tidak lebih dari 12 bulan sejak tanggal persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan tunduk pada efektifnya pernyataan pendaftaran.

Untuk melaksanakan aksi korporasi tersebut, Tunas Baru Lampung akan gelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 4 Januari 2023.

Pada penutupan perdagangan Selasa, 29 November 2022, saham TBLA turun 1,41 persen ke posisi Rp 700 per saham. Saham TBLA dibuka stagnan Rp 710 per saham.

Saham TBLA berada di level tertinggi Rp 710 dan terendah Rp 695 per saham. Total frekuensi perdagangan 464 kali dengan volume perdagangan 17.704 saham. Nilai transaksi Rp 1,2 miliar.

 

3 dari 4 halaman

Pengendali Tunas Baru Lampung Beli Saham TBLA Rp 108,75 Miliar

Sebelumnya, pemegang saham PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) dan sekaligus pengendali perseroan yaitu PT Budi Delta Swakarya menambah kepemilikan saham TBLA sebesar 2,81 persen.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (11/7/2022), PT Budi Delta Swakarya membeli 150 juta saham TBLA pada 5 Juli 2022 dengan harga transaksi Rp 725 per saham. Dengan demikian, nilai pembelian saham TBLA tersebut Rp 108,75 miliar.

Dengan pembelian saham itu, Budi Delta Swakarya memiliki 29,99 persen saham TBLA dengan status kepemilikan langsung. Jumlah kepemilikan saham itu setara 1.602.246.896 saham TBLA. Sebelum transaksi itu, PT Budi Delta Swakarya memiliki 1.452.246.896 saham TBLA atau setara 27,18 persen.

"Tujuan dari transaksi ini adalah PT Budi Delta Swakarya bermaksud untuk meningkatkan persentase kepemilikan sahamnya di perseroan di mana diharapkan berpotensi dapat memberikan manfaat di masa yang akan datang,” tulis Presiden Direktur PT Tunas Baru Lampung Tbk Sudarmo Tasmin dalam keterbukaan informasi BEI.

Pada perdagangan Senin, 11 Juli 2022, saham Tunas Baru Lampung melemah 4,35 persen ke posisi Rp 770 per saham. Saham TBLA dibuka melemah 25 poin ke posisi Rp 780. Saham TBLA berada di level tertinggi Rp 790 dan terendah Rp 760 per saham. Total frekuensi perdagangan 486 kali dengan volume perdagangan 16.466 saham. Nilai transaksi Rp 1,3 miliar.

 

 

4 dari 4 halaman

Tebar Dividen 2021

Sebelumnya, pemegang saham PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) menyetujui pembagian dividen tunai atas laba bersih perseroan tahun buku 2021.

Perseroan akan membagikan dividen total senilai Rp 263,84 miliar. "RUPST menyetujui dan menetapkan penggunaan laba bersih perseroan untuk tahun buku 2021 yaitu dengan membagikan dividen tunai sebesar Rp 263,84 miliar atau sebesar Rp 50 per saham," mengutip hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Tunas Baru Lampung, Kamis (30/6/2022).

Tunas Baru Lampung membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada 2021 mencapai Rp 738,20 miliar, naik dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 698,85 miliar. Raihan itu berasal dari pendapatan yang juga naik dari Rp 10,86 triliun di 2020 menjadi Rp 15,97 triliun di 2021.

Selain dibagikan sebagai dividen, sebesar Rp 500 juta laba bersih 2021 ditetapkan sebagai dana cadangan. Sisa dari laba bersih perseroan setelah dikurangi dana cadangan akan dimanfaatkan untuk kegiatan operasional perseroan yang dimasukkan dalam pos saldo laba.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS