Sukses

Saham GOTO Susut ke Rp 155, Sentuh Level Terendah Jelang Pembukaan Lock-Up

Liputan6.com, Jakarta - Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali koreksi hingga penutupan perdagangan sesi pertama, Rabu (30/11/2022).  Koreksi saham GOTO terjadi di tengah masa lock-up saham berakhir pada Rabu, 30 November 2022 dan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat hingga sesi pertama.

Mengutip data RTI, saham GOTO melemah 4,32 persen ke posisi Rp 155 per saham hingga sesi pertama. Saham GOTO dibuka turun dua poin ke posisi Rp 159 per saham. Saham GOTO berada di level tertinggi Rp 170 dan terendah Rp 153 per saham. Total frekuensi perdagangan 40.747 kali dengan volume perdagangan 17.618.484 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 284,3 miliar.

Sementara itu, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau. IHSG menguat 0,47 persen ke posisi 7.044,86. Indeks LQ45 bertambah 0,77 persen ke posisi 1.002,84. Sebagian besar indeks acuan bervariasi.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 7.062,43 dan terendah 6.994,41. Sebanyak 250 saham menguat dan 250 saham melemah. 198 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 887.339 kali dengan volume perdagangan 14,8 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 8,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 15.734.

Secara sektoral, sebagian besar indeks sektor saham menghijau. Sektor saham energi menguat 0,25 persen, sektor saham industri bertambah 0,55 persen, sektor saham siklikal naik 0,01 persen, dan sektor saham kesehatan menanjak 0,06 persen.

Sementara itu, sektor saham keuangan mendaki 0,68 persen, sektor saham properti melesat 0,32 persen dan sektor saham infrastruktur naik 0,14 persen. Sementara itu, sektor saham teknologi susut 1,74 persen, sektor saham basic melemah 0,13 persen, sektor saham transportasi turun 0,12 persen dan sektor saham nonsiklikal merosot 0,09 persen.

Adapun sepanjang tahun berjalan 2022, saham GOTO sudah turun 49,68 persen. Saham GOTO berada di level harga terendah 156 dan 416. Saham GOTO merosot memasuki masa periode lock up yang berakhir 30 November 2022.

Perseroan mencatatkan saham sebanyak 1,18 triliun pada 11 April 2022.  Untuk saham free float per 11 April 2022 sebanyak 781.657.936.056 saham atau 66 persen. Adapun jumlah saham yang di lock-up selama 8 bulan sebanyak 741.042.880.056 saham atau sebesar 62,57 persen dan jumlah saham yang tidak dilock-up sebanyak 40.615.056.000 saham atau 3,43 persen.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Investor GOTO Pra IPO Jajaki Penawaran Sekunder Setelah Lock-Up

Sebelumnya, manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk bersama pemegang saham pra-IPO sedang jajaki penawaran sekunder atau secondery offering terkoordinasi atas saham perseroan yang dimiliki oleh pemegang saham pra-IPO.

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk akan melaksanakan penawaran sekunder itu setelah berakhirnya periode lock-up atas saham tersebut pada 30 November 2022 untuk memfasilitasi suatu penjualan yang terstruktur melalui pasar negosiasi.

“Perseroan tidak akan menerbitkan saham baru atau melakukan penjualan saham baru atau melakukan penjualan saham di dalam proses ini sehingga tidak akan terjadi dilusi atas saham perseroan,” tulis perseroan dikutip dari keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/10/2022).

Perseroan juga tidak akan mendapatkan penerimaan dana dari hasil penjualan tersebut. Setiap transaksi akan bergantung pada kondisi pasar dan makro ekonomi, maupun faktor-faktor lainnya dan tidak ada jaminan yang diberikan transaksi tersebut akan dapat terlaksana.

Pada penutupan perdagangan Senin, 24 Oktober 2022, saham GOTO melemah 5 persen ke posisi Rp 190 per saham. Saham GOTO dibuka naik dua poin ke posisi Rp 202 per saham.

Saham GOTO berada di level tertinggi Rp 204 dan terendah Rp 190 per saham. Total frekuensi perdagangan 51.034 kali dengan volume perdaganagn 13.708.840 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 266,7 miliar.

3 dari 4 halaman

Rencana GOTO Usai Akuisisi Kripto Maksima Koin Rp 124,83 Miliar

Sebelumnya, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) buka suara terkait aksinya akuisisi saham PT Kripto Maksima Koin. Sekretaris Perusahaan GoTo, R A Koesoemohadiani menjelaskan, saat ini Perseroan tidak memiliki rencana untuk meluncurkan pertukaran atau perdagangan kripto (crypto exchange) dalam waktu dekat.

Meski begitu, Grup GoTo senantiasa menginkubasi, berinvestasi atau bereksperimen dengan teknologi baru untuk memastikan perseroan dapat memutar strategi inovasi produk pada waktu yang tepat dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Akuisisi juga sejalan dengan rencana bisnis jangka panjang dengan akuisisi perusahaan yang telah terdaftar di Bappebti sebagai calon pedagang fisik aset kripto.

“Kami percaya bahwa teknologi blockchain dapat memainkan peran utama dalam kehidupan konsumen di masa depan,” kata dia dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Senin (12/9/2022).

 

4 dari 4 halaman

Selanjutnya

GoTo akuisisi 50.000 lembar saham PT Kripto Maksima Koin senilai Rp 124,83 miliar pada 25 Agustus 2022. Nilai itu memperhitungkan persyaratan jumlah modal minimum untuk dapat terdaftar sebagai calon pedagang fisik aset kripto, nilai kelangkaan yang melekat pada izin yang dimiliki oleh PT Kripto Maksima Koin, dan nilai tambah prospektif yang didapat dengan menjadi pengendali akhir PT Kriptio Maksima Koin untuk Grup GoTo.

PT KMK sendiri telah mendapatkan sertifikat registrasi dari Bappebti No. 003/BAPPEBTI/CP-AK/1/2022 tertanggal 28 Januari 2022 sebagai calon pedagang fisik aset kripto. PT KMK belum meluncurkan produk apapun karena masih dalam tahap persiapan.

Sementara informasi keuangan PT KMK per 25 Agustus 2022 yakni, jumlah aset, liabilitas dan ekuitas masing-masing adalah Rp 47,2 miliar, Rp 51 juta dan Rp 47,2 miliar. Selanjutnya, jumlah beban dan jumlah rugi untuk periode pada 1 Januari sampai dengan 25 Agustus 2022 adalah Rp 3,1 miliar dan Rp 2,8 miliar.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS