IHSG Berpotensi Sentuh 7.500 pada Akhir 2022

Kinerja emiten yang solid dan kenaikan harga komoditas menjadi katalis positif untuk IHSG.

Diterbitkan 18 September 2022, 14:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi sentuh 7.500 pada akhir 2022. Hal ini akan didukung dari kinerja laba emiten pada semester II 2022.

Mengutip riset PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk, kinerja emiten pada semester I 2022 menunjukkan pertumbuhan earning before interest,tax, depreciation and amortization (EBITDA) dan laba. Masing-masing ebitda dan laba tumbuh 32 persen dan 60 persen YoY.

EBIT mencapai 52 persen dari perkiraan konsensus setahun penuh pada 2022. Setengah dari perusahaan mengalahkan harapan. Dengan demikian, revisi earning per share (eps) atau laba bersih per saham yang positif dapat berlanjut hingga akhir tahun terutama untuk beberapa sektor yaitu bank dan komoditas.

Adapun bank-bank besar year to date (Ytd) telah ungguli IHSG dengan naik 14 persen seiring pertumbuhan laba yang kuat. Bank juga meraih likuiditas yang terlihat dari tingginya saldo cadangan. Di sisi lain, kenaikan suku bunga seiring prospek inflasi yang tinggi dinilai akan menguntungkan bank-bank besar dalam jangka panjang.

Sementara itu, reli sektor komoditas juga berdampak positif untuk sektor saham energi. Sektor saham energi juga ungguli IHSG dengan naik 72 persen yang didukung harga batu bara pada kuartal II 2022.

Kenaikan harga komoditas juga mendorong aliran dana investor asing masuk ke pasar saham Indonesia. Tercatat aksi beli bersih oleh investor asing mencapai Rp 74,80 triliun hingga 14 September 2022.

"“Oleh karena itu kami melihat laba tetap kuat dan pertahankan pandangan optimisis untuk pasar saham hingga akhir 2022 dengan kisaran IHSG 7.500,” tulis Ashmore.

Rilis Data Ekonomi Sepekan

Sementara itu, dari rilis data ekonomi yang keluar pada pekan ini antara lain dari data inflasi Amerika Serikat tercatat 8,3 persen pada Agustus 2022, dan ini terendah dalam empat bulan dari posisi Juli 2022 8,5 persen. Namun, rilis inflasi AS itu di atas perkiraan pasar 8,1 persen. Indeks energi bertambah 23,8 persen dari posisi Juli 2022 sebesar 32,9 persen.

Selain itu, ekonomi Inggris tumbuh 0,2 persen pada Juli 2022 dari posisi Juni 2022. Pertumbuhan ekonomi Inggris naik dari sebelumnya turun 0,6 persen pada bulan sebelumnya, tetapi di bawah perkiraan pasar yang naik 0,4 persen. Pertumbuhan ekonomi tersebut didorong sektor jasa 0,4 persen, informasi dan komunikasi sebesar 1,5 persen.

Di sisi lain, indikator sentimen ekonomi ZEW untuk Jerman turun untuk bulan ketiga menjadi minus 61,9 pada September 2022 dari sebelumnya pada Agustus 2022 minus 55,3, dan mencapai level terendah sejak Oktober 2008 dan terburuk dari perkiraan pasar minus 60.

Selain ttu, produksi industri China naik 4,2 persen YoY pada Agustus 2022, mengalahkan konsensus 3,8 persen dan setelah naik 3,8 persen pada Juli 2022. Itu adalah bulan keempat berturut-turut catat defisit yang terpanjang sejak 2015.

Di sisi lain, indeks the Westpac-Melbourne Institute Consumer Sentimen untuk Australia melonjak 3,9 persen MoM pada September 2022, membalikkan kondisi dari koreksi 3 persen pada Agustus 2022 dan naik untuk pertama kalinya sejak November 2021.

Dari Indonesia, surplus perdagangan Indonesia meningkat ke level tertinggi dalam empat bulan USD 5,76 miliar pada Agustus 2022 dari periode sama tahun sebelumnya USD 4,76 miliar. Kinerja neraca dagang itu juga di atas harapan pasar surplus USD 4,09 miliar

Kinerja IHSG 12-16 September 2022

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada 12-16 September 2022. IHSG sempat sentuh posisi tertinggi sepanjang masa pada pekan ini membuat investor mengambil aksi untung sehingga menekan IHSG.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (17/9/2022), IHSG turun 1,02 persen ke posisi 7.168,87 dari penutupan pekan lalu di posisi 7.242,65.  Pada pekan ini, IHSG sempat sentuh all time high (ATH) di 7.377,49 dan terendah di posisi 7.276,42. Setelah sempat sentuh posisi tertinggi, IHSG pun melemah 1,87 persen ke posisi 7.168 pada Jumat, 16 September 2022.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, pergerakan IHSG dipengaruhi sentimen global.

IHSG dipengaruhi bursa saham global terutama Amerika Serikat (AS)  yang juga bergerak cenderung variasi dengan ada inflasi masih cukup tinggi. Hal ini dikhawatirkan ada kenaikan suku bunga bank sentral AS yang hawkish mengakibatkan yield obligasi AS tenor 10 tahun naik ke 3,45 persen. Selain itu, IHSG yang sempat sentuh posisi tertinggi dimanfaatkan oleh pelaku pasar.

“Kalau dilihat secara marketnya sebetulnya profit taking juga karena kemarin sempat ATH,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

 

Selanjutnya

Pada pekan depan, Herditya mengatakan, IHSG akan menguat terbatas dan ada FOMC Meeting serta rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia.

Selain itu, kapitalisasi pasar bursa merosot 0,38 persen menjadi Rp 9.426,53 triliun pada pekan ini. Kapitalisasi pasar bursa susut Rp 36,2 triliun dari pekan lalu Rp 9.462,81 triliun. Investor asing membukukan aksi beli Rp 1,93 triliun pada Jumat, 16 September 2022.

Pada pekan ini, investor asing membukukan aksi beli Rp 35,80 triliun dan aksi jual Rp 35,44 triliun. Dengan demikian, aksi beli investor asing tercatat Rp 358,89 miliar selama sepekan. Sepanjang 2022, investor membukukan aksi beli Rp 72.82 triliun.

Di sisi lain, rata-rata nilai transaksi di BEI pekan ini melonjak 33,82 persen menjadi Rp 20,45 triliun dari Rp 15,28 triliun pada pekan lalu. Rata-rata frekuensi transaksi harian bursa naik 8,5 persen menjadi 1.579.486 kali transaksi dari 1.455.548 kali transaksi pada pekan sebelumnya.

Rata-rata volume transaksi harian bursa susut 9,05 persen menjadi 31,96 miliar saham dari 35,12 miliar pada pekan lalu.