Sukses

IPO, Black Diamond Resources Lepas 25,93 Persen Saham

Liputan6.com, Jakarta - PT Black Diamond Resources Tbk, perusahaan bergerak di pertambangan batu bara dan jasa pertambangan menggelar penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO).

Mengutip prospektus perseroan di laman e-ipo ditulis Minggu,  (14/8/2022), PT Black Diamond Resources Tbk menawarkan saham sebanyak-banyaknya 1,75 miliar saham dengan nilai nominal Rp 10 dalam rangka IPO. Jumlah saham yang ditawarkan itu maksimal 25,93 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah IPO. Harga penawaran sebesar Rp 100-Rp 130 per saham.

Dengan demikian, perseroan akan memperoleh dana IPO maksimal Rp 227,50 miliar. Perseroan akan memakai dana IPO antara lain sekitar Rp 40 miliar akan disalurkan kepada entitas anak PT Dayak Membangun Pratama (DMP) yang digunakan untuk belanja modal.

Sisa dana akan disalurkan kepada DMP dan digunakan untuk modal kerja perseroan antara lain untuk membayar vendor dan supplier DMP, membayar biaya para kontraktor tambang, pembelian bahan bakar, perbaikan dan peningkatan kualitas jalan tambang dan lainnya.

Transaksi yang akan dilakukan perseroan terdiri dari dua tahapan. Pada tahap pertama adalah penyaluran dana IPO kepada DMP. Kemudian tahap kedua antara DMP dengan kontraktor atau supplier pihak ketiga yang bukan merupakan pihak terafiliasi dari perseroan.

“Rencana transaksi di atas akan dilakukan maksimal dalam waktu satu tahun setelah penawaran saham perdana perseroan dilakukan,” dikutip dari prospektus singkat perseroan.

Dalam pelaksanaan IPO ini, PT Black Diamond Resources Tbk telah menunjuk PT Surya Fajar Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Kinerja Perseroan

Perseroan mencatat laba komprehensif tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 25,99 miliar hingga Desember 2021 dari periode Desember 2020 sebesar Rp 124,56 juta.  Pendapatan perseroan naik menjadi Rp 171,69 miliar hingga Desember 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,41 miliar.

Total ekuitas perseroan tercatat Rp 79,30 miliar pada Desember 2021 dari Desember 2020 sebesar Rp 1,47 miliar. Sementara itu, perseroan mencatat liabilitas naik menjadi Rp 118,28 miliar pada Desember 2021 dari Desember 2020 sebesar Rp 50,76 miliar. 

Perseroan mencatat aset Rp 197,59 miliar pada 31 Desember 2021 dari Desember 2020 sebesar Rp 52,24 miliar. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 11,18 miliar pada 31 Desember 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,01 miliar.

Untuk kebijakan dividen, perseroan menyatakan berencana membagikan dividen tunai sekurang-kurangnya sekali dalam setahun.

Jumlah dividen dibagikan akan bergantung pada laba perseroan pada tahun berjalan dan menimbang indikator keuangan dan keputusan RUPS. Perseroan berencana membayar dividen kas tahunan maksimal 30 persen dari laba bersih perseroan.

 

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 4 halaman

Jadwal IPO

Adapun pemegang saham perseroan setelah IPO antara lain Sujaka Lays sebesar 38,89 persen, PT Esa Gemilang sebesar 22,22 persen, Arie Rinaldi sebesar 5,56 persen, PT Alam Tulus Abadi sebesar 3,7 persen, Herry Sen sebesar 3,7 persen dan masyarakat sebesar 25,93 persen.

Jadwal IPO antara lain:

-Perkiraan masa penawaran awal pada 12 Agustus 2022-22 Agustus 2022

-Perkiraan tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 29 Agustus 2022

-Perkiraan masa penawaran umum pada 31 Agustus 2022-5 September 2022

-Perkiraan tanggal penjatahan pada 5 September 2022

-Perkiraan tanggal pengembalian uang pemesanan pada 6 September 2022

-Perkiraan tanggal distribusi saham secara elektronik pada 6 September 2022

-Perkiraan tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 September 2022

4 dari 4 halaman

Penutupan IHSG pada Jumat 12 Agustus 2022

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah jelang akhir pekan ini, Jumat (12/8/2022). Hal itu seiring mayoritas sektor saham melemah.

Mengutip data RTI, IHSG melemah 0,43 persen ke posisi 7.129,27. Indeks LQ45 merosot 0,62 persen ke posisi 1.012,03. Seluruh indeks acuan kompak tertekan. Pada Jumat pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.162,77 dan terendah 7.113,57. Sebanyak 262 saham menguat dan 253 saham melemah. 174 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.254.787 kali dengan volume perdagangan 29,8 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 12,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.701.

Mayoritas sektor saham tertekan yang dipimpin indeks sektor saham IDXtechno yang melemah 2,09 persen. Diikuti indeks sektor saham IDXtransportasi susut 0,97 persen, indeks sektor saham IDXfinance merosot 0,73 persen, indeks sektor saham IDXenergy melemah 0,35 persen, indeks sektor saham IDXbasic melemah 0,32 persen. Selain itu, indeks sektor saham IDXnonsiklikal turun 0,19 persen, indeks sektor saham IDXhealth susut 0,04 persen.

Indeks sektor saham IDXinfrastruktur pimpin penguatan dengan menguat 0,64 persen. Sementara itu, indeks sektor saham IDXsiklikal dan indeks sektor saham IDXproperty menguat 0,43 persen. Indeks sektor saham IDXindustry menanjak 0,23 persen.

Bursa saham Asia beragam pada perdagangan Jumat, 12 Agustus 2022 seiring investor mencerna laporan inflasi Amerika Serikat. Di tengah bursa saham Asia yang beragam, indeks Jepang Nikkei melonjak.

Indeks Jepang Nikkei menguat 2,62 persen ke posisi 28.546,98. Indeks Topix bertambah 2,04 persen ke posisi 1.973,18.  

Pada Jumat pekan ini, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida menuturkan akan meminta jajaranya untuk mencari cara atasi kenaikan harga bahan bakar dan makanan. Inflasi di Jepang tidak sepanas negara lain, tetapi berada di atas target dua persen bank sentral.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS