Sukses

Pakuwon Jati Cetak Laba Bersih Rp 753,50 Miliar, Tumbuh 62 Persen pada Semester I 2022

Liputan6.com, Jakarta - PT  Pakuwon Jati Tbk (PWON) mencatat pertumbuhan kinerja keuangan selama semester I 2022. Hal ini ditunjukkan dari pertumbuhan pendapatan dan laba hingga Juni 2022.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (14/8/2022), PT Pakuwon Jati Tbk meraih pendapatan Rp 2,75 triliun pada semester I 2022, naik 11,84 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,45 triliun.

Beban pokok pendapatan bertambah 3,49 persen menjadi Rp 1,33 triliun pada semester I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,28 triliun. Dengan demikian, laba bruto tumbuh 21,02 persen menjadi Rp 1,41 triliun pada semester I 2022. Pada periode sama tahun sebelumnya, perseroan meraih laba bruto Rp 1,17 triliun.

Perseroan mencatat kenaikan beban penjualan dari Rp 79,25 miliar pada semester I 2021 menajdi Rp 92,79 miliar pada semester I 2022. Beban umum dan administrasi bertambah menjadi Rp 181,19 miliar pada semester I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 160,54 miliar. Beban keuangan turun 15,14 persen menjadi Rp 160,26 miliar pada semester I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 188,86 miliar. Perseroan meraih penghasilan bunga naik menjadi Rp 76,10 miliar pada semester I 2022 jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 64,35 miliar.

Dengan melihat kondisi itu, PT Pakuwon Jati Tbk meraih laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melambung 62,17 persen menjadi Rp 753,50 miliar pada semester I 2022. Pada periode sama tahun sebelumnya, perseroan meraih laba Rp 464,63 miliar.

Perseroan mencatat laba per saham dasar sebesar Rp 15,65 pada semester I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 9,65. Total ekuitas naik menjadi Rp 20,03 triliun pada semester I 2022 dari periode Desember 2021 Rp 19,17 triliun.

Total liabilitas tercatat Rp 9,68 triliun pada Juni 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 9,68 triliun. Total aset naik menjadi Rp 29,72 triliun pada 30 Juni 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 28,86 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 7,67 triliun pada semester I 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 6,44 triliun.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Belanja Modal 2022

Sebelumnya, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) hingga Rp 2,8 triliun pada 2022.

"Capex kita tahun ini sudah kita persiapkan sekitar Rp 2,8 triliun," kata Direktur Pengembangan Bisnis PT Pakuwon Jati Tbk, Wong Boon Siew Ivy dalam paparan publik di Jakarta, Selasa, 5 Juli 2022.

Belanja modal tersebut akan digunakan sebesar Rp 1 triliun untuk konstruksi dan renovasi di Yogyakarta, Solo dan tempat lainnya.

"Rp 1 triliun itu adalah untuk  konstruksi sama renovasi yang sudah dilakukan di Yogyakarta dan Solo dan tempat lain-lain,” ujar Ivy.

Sedangkan, sisanya sebanyak Rp 1,8 triliun akan digunakan untuk belanja tanah serta operasional aset yang akan dibeli oleh Pakuwon Jati.

"Sisanya, Rp 1,8 triliun itu kita memang stand untuk belanja tanah dan operasional aset yang lagi dibeli,” ia menambahkan.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 4 halaman

Realisasi Belanja Modal

Direktur Keuangan dan Corporate Secretary Pakuwon Jati, Minarto mengatakan, perseroan telah menggunakan belanja modal untuk konstruksi Bekasi Pakuwon City Mall dan renovasi Yogyakarta-Solo sebesar Rp 165 miliar hingga Maret 2022.

"Rp 165 miliar untuk konstruksi Bekasi, Pakuwon City Mall dan renovasi Yogya-Solo," ujar Minarto.

Terkait kinerja keuangan, Pakuwon Jati meraih pendapatan pada kuartal I 2022 sebesar Rp1,3 triliun, menunjukkan kekuatan pemulihan setelah pandemi COVID-19. Peningkatan pendapatan sebesar 17,1 persen dibandingkan kuartal I 2021

Kemudian, EBITDA kuartal I 2022 sebesar Rp732 miliar dengan ketahanan margin EBITDA 56 persen. Peningkatan EBITDA 28,7 persen dibandingkan kuartal I 2021.

Hingga kuartal I 2022, perseroan meraih marketing sales atau pra penjualan Rp 380 miliar. Selain itu, perseroan  juga melakukan Penandatanganan Perjanjian Manajemen Hotel Aloft Surabaya Kota Pakuwon dengan Marriott International.

 

4 dari 4 halaman

Sebar Dividen 2021

Sebelumnya, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) akan membagikan dividen tunai dari tahun buku 2021 sebesar Rp 193 miliar. Jumlah dividen yang dibagikan setara dengan 14 persen dari Rp 1,38 triliun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk.

Dividen tersebut senilai Rp 4 per saham. Pembagian dividen itu menggambarkan komitmen berkelanjutan perseroan kepada para pemegang saham Pakuwon Jati dan momentum kebangkitan ekonomi akibat COVID-19.

Direktur Keuangan dan Corporate Secretary Pakuwon Jati, Minarto mengatakan, selain untuk pembayaran dividen, sebesar Rp 1 miliar dialokasikan untuk dana cadangan dan sisanya diinvestasikan kembali dalam perseroan untuk memperkuat basis pertumbuhan pendapatan recurring maupun development perseroan.

Sementara itu, Pakuwon Jati membukukan pendapatan bersih 2021 Rp 5,71 triliun, naik 43,7 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 3,97 triliun. Laba bruto tercatat Rp 2,76 triliun, naik 42,4 persen dibanding tahun lalu Rp 1,94 triliun. 

Sedangkan EBITDA sebesar Rp 2,91 triliun, naik 42,4 persen dibanding tahun sebelumnya Rp 2,05 triliun. Perseroan mencatat laba bersih tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk Rp 1,38 triliun pada 2021. Laba itu tumbuh 48,67 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 929,91 miliar. Adapun laba bersih per saham (Earning Per Share/ EPS) tumbuh 48,7 persen.

Di sisi lain, pada 19 April 2021 perseroan menerbitkan obligasi sebesar USD 300 juta atau Rp 4,49 triliun (asumsi kurs Rp. 14.989) dan obligasi tambahan pada 17 Mei 2021 sebesar USD 100 juta atau Rp 1,49 triliun dengan bunga 4,875 persen per tahun dengan tenor 7 tahun yang digunakan untuk pelunasan Surat Utang 2024 sebesar USD 250 juta atau Rp 3,74 triliun dan untuk keperluan korporasi umum perseroan.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS