Sukses

Kimia Farma Ekspor Perdana ke Nigeria

Liputan6.com, Jakarta - PT Kimia Farma Tbk melepas ekspor perdana berupa multivitamin dan antiseptik ke Nigeria pada Rabu, 25 Mei 2022.

Pelepasan ekspor perdana ini menjadi milestone dari kerja sama antara PT Kimia Farma Tbk dengan perusahaan farmasi asal Nigeria. Ekspor ini tahap pertama dari keseluruhan kerja sama yang bertujuan membentuk pasar regular di Nigeria.

Kerja sama ini melibatkan berbagai pihak antara lain Kementerian Kesehatan, BPOM, Kementerian Perdagangan, Kementerian Luar Negeri, KADIN, KBRI Abuja dan ITPC Lagos.

Ekspor perdana ini merupakan pengiriman tahap pertama dari kerja sama yang telah disepakai dalam Indonesia Afrika Infrastructure Dialogue yang juga disaksikan oleh Presiden Joko Widodo,” ujar Direktur Pemasaran, Riset dan Pengembangan PT Kimia Farma Tbk, Jasmine Karsono dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (26/5/2022).

Ekspor ini diharapkan menjadi strategi penetrasi produk Kimia Farma di bagian barat Benua Afrika. Produk-produk farmasi yang diekspor adalah produk unggulan dari Kimia Farma dengan kualitas yang telah memenuhi standar GMP (Good Manufacturing Practice) yang diproduksi oleh Kimia Farma dengan fasilitas modern dan terbesar di Asia Tenggara.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Kimia Farma Bidik Dana Rp 4,5 Triliun dari Rights Issue

Sebelumnya, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) berharap penawaran umum terbatas (PUT) melalui rights issue dapat meraup dana Rp 4,5 triliun. Perseroan memastikan ada investor strategis yang ikut pelaksanaan rights issue tersbeut.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Kimia Farma Tbk, Lina Sari menuturkan, target dana rights issue mencapai Rp 4,5 triliun. Dana rights issue itu akan digunakan untuk pengembangan bisnis di grup Kimia Farma dan refinancing utang. Saat ini perseroan beum dapat menyampaikan harga penawaran dalam rights issue seiring sejumlah investor sedang melakukan due diligence.

"Jadi target (dana rights issue-red) memang Rp 4,5 triliun. Penggunaan untuk pengembangan bisnis di grup Kimia Farma dan refinancing utang. Terkait harga penawaran belum bisa disampaikan, beberapa calon investor sedang melakukan due diligence layak diberikan untuk saham kami,"  kata dia saat paparan publik perseroan, Rabu, 11 Mei 2022.

 

3 dari 4 halaman

Sesuai Jadwal

Meski demikian, manajemen perseroan menyatakan proses rights issue masih sesuai jadwal. Dalam pelaksanaan rights issue ini pun dipastikan ada investor strategis.

"Alhamdulilah on going mudah-mudahan target kami rencana bisa dilaksanakan triwulan dua 2022. Masih menunggu final bidding offer, masih berjalan sesuai timeline yang kami susun semula target di Juli, ini sudah ada kepastian siapa yang akan masuk sebagai investor strategi di Kimia Farma,” kata dia.

Kimia Farma menjajaki investor baru dan sudah diseleksi penasihat keuangan untuk pelaksanaan rights issue. Lina mengatakan, dampak aksi korporasi akan positif untuk kinerja perseroan ke depan. “Tujuan melakukan rights issue sebagian dana untuk pengembangan bisnis dan turunkan leverage, refinancing pinjaman jangka panjang,” kata dia.

Selain itu, perseroan juga akan melunasi medium term notes (MTN) atau surat utang jangka pendek sebesar Rp 500 miliar pada Juli 2021. Lina menuturkan, perseroan akan memakai dana internal untuk lunasi MTN itu dan tidak berencana menerbitkan obligasi.

"Juli ini harus lunasi MTN Rp 500 miliar. Jadi artinya harus lunasi kami rencanakan gunakan dana internal,” ujar Lina.

4 dari 4 halaman

Tebar Dividen 2021

Sebelumnya, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Kimia Farma Tbk (KAEF) memutuskan membagikan dividen 30 persen dari laba bersih untuk tahun buku 2021 pada Rabu (11/5/2022).

RUPST PT Kimia Farma Tbk telah menyetujui dan mengesahkan penetapan penggunaan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk tahun buku 2021 sebesar Rp 302,27 miliar.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Kimia Farma Tbk, Lina Sari menuturkan, penetapan dividen sebesar 30 persen dari laba bersih 2021. Sedangkan sisanya 70 persen untuk cadangan.

"Telah disetujui penggunaan laba bersih dalam bentuk diviiden sebesar 30 persen dari total laba dengan angka Rp 90,68 miliar. Sisanya 70 persen sebesar Rp 211 miliar ditetapkan cadangan,” kata dia saat paparan publik, Rabu, 11 Mei 2022.

Ia menuturkan, secara nilai, dividen yang dibagikan lebih besar dari 2020 meski persentase lebih kecil. Namun, perseroan mencatat pertumbuhan laba bersih 1.319 persen pada 2021.

“2020 pembagian dividen 40 persen dari laba bersih dengan nilai rupiah per lembar Rp 1. Sementara 2021, meski jumlah persentase lebih kecil 30 persen namun kalau dilihat dari rupiah per lembar meningkat Rp 19,” ujar Lina.

Lina  menambahkan, pembagian dividen tersebut menunjukkan perseroan mampu beroperasi lebih sehingga berkontribusi kepada stakeholder  Kimia Farma.