Sukses

Indosat Gandeng BDX Asia Kembangkan Data Center di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta -- PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), gandeng BDX Asia Data Center Holdings Pte Ltd untuk mengembangkan bisnis data center di Indonesia.

Sekretaris perusahaan PT Indosat Tbk, Billy Nikolas Simanjuntak mengungkapkan, perseroan berencana membentuk usaha patungan (joint venture) senilai Rp 3,3 triliun.

"Pada 12 Mei 2022, Perseroan, PT Aplikanusa Lintasarta, PT Starone Mitra Telekomunikasi (SMT) dan BDX Asia Data Center Holdings Pte. Ltd telah menandatangani suatu perjanjian jual beli saham bersyarat dan perjanjian usaha patungan," beber Billy dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Jumat (13/5/2022).

Nantinya, perjanjian akan dilengkapi dengan serangkaian perjanjian komersial dan operasional. Hal itu memungkinkan para pihak untuk berkolaborasi dalam mengembangkan SMT sebagai perusahaan data center terkemuka di Indonesia.

"Estimasi nilai rencana transaksi adalah Rp 3,3 triliun. Ketika rencana transaksi diselesaikan, setelah memenuhi syarat pendahuluan, transaksi tersebut akan diungkapkan kepada OJK sesuai dengan peraturan yang berlaku, baik untuk transaksi afiliasi maupun material," imbuh Billy.

Selain dampak transaksi, hingga dikeluarkan pemberitahuan tersebut, Billy menjelaskan tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan.

Pada penutupan perdagangan Kamis, 12 Mei 2022, saham ISAT melemah 4,17 persen ke posisi Rp 5.750 per saham. Saham ISAT berada di level tertinggi Rp 6.050 dan terendah Rp 5.725 per saham. Total volume perdagangan 4.942.713 saham. Nilai transaksi Rp 28,8 miliar. Total frekuensi perdagangan 2.482 kali.

Sepanjang 2022, saham ISAT melemah 7,26 persen ke posisi Rp 7.400 dan terendah Rp 5.000 per saham. Total volume perdagangan 2.240.072.374 saham. Nilai transaksi Rp 14,3 triliun. Total frekuensi perdagangan 265.895 kali.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Kinerja Kuartal I 2022

Sebelumnya, Indosat Ooredoo Hutchison atau IOH mencatat kinerja keuangan beragam selama tiga bulan pertama 2022. IOH mencatat pertumbuhan pendapatan tetapi laba bersih turun pada kuartal I 2022.

Perusahaan membukukan hasil keuangan yang solid dengan pertumbuhan yang kuat pada pendapatan dan EBITDA pada kuartal pertama 2022 didorong oleh peningkatan basis pelanggan, inovasi produk, program integrasi merger yang efektif, dan pengendalian biaya yang bijaksana. 

Total pendapatan Indosat Ooredoo Hutchison meningkat 48 persen year on year menjadi Rp 10,87 triliun. Kemudian, EBITDA meningkat 29,1 persen year on year  menjadi Rp 4,380 triliun, dengan Margin EBITDA mencapai 40,3 persen. 

Sedangkan, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 128,7 miliar atau turun Rp 43,5 miliar dibandingkan keuntungan bersih kuartal I 2021. Laba bersih turun sekitar 25,2 persen seiring peningkatan beban operasional, beban Depresiasi dan amortisasi, serta peningkatan biaya finansial sebagai dampak dari penggabungan dua perusahaan yang diimbangi peningkatan pendapatan.

 

3 dari 4 halaman

Inovasi Produk

Total pelanggan seluler meningkat 34,6 juta menjadi 94,6 juta year on year dan juga  pertumbuhan 98,5 persen dalam lalu lintas data year on year.

"Hasil ini mencerminkan visi yang kami bayangkan untuk IOH melalui merger dengan skala yang ditingkatkan, kekuatan finansial, dan kemampuan yang memungkinkan kami mempercepat pertumbuhan dan transformasi ekonomi Indonesia menjadi masyarakat digital,"Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha dalam keterangan resminya, Kamis, 28 April 2022.

Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi produk, mengintegrasikan jaringan, dan menempatkan pengalaman pelanggan sebagai fokus utama operasional bisnis.

Pada kuartal pertama 2022, IOH meluncurkan beberapa inisiatif digital, termasuk UCan dan Bima Kredit. Selain itu, IOH juga memperkuat kerja sama strategis dengan para mitra global pada penyelenggaraan Mobile World Congress lalu untuk membawa teknologi dan solusi terbaik ke Indonesia. 

Kemudian, integrasi karyawan dan jaringan IOH diwujudkan dengan cara yang dipercepat. Sebesar 20 persen dari inisiatif integrasi Perusahaan dari strategi implementasi 9 kuartal telah selesai, sementara sinergi aktual lebih cepat dari target. 

 

4 dari 4 halaman

Perkuat Infrastruktur

Tak hanya itu, perseroan dengan cepat melakukan proyek percontohan untuk mengintegrasikan jaringannya dengan teknologi Multi Operator Core Network (MOCN) setelah selesainya merger. 

Sementara itu, IOH terus menjalankan komitmennya untuk menghubungkan dan memberdayakan setiap orang Indonesia melalui berbagai inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan. 

Bahkan, perseroan meluncurkan program pemberdayaan masyarakat berkelanjutan di Mandalika yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) melalui bantuan permodalan dari platform pinjaman digital Indosat Ooredoo Hutchison yaitu UCan (bekerja sama dengan QNB Indonesia) dan Bima Kredit (bekerja sama dengan Maucash). 

Sebagai entitas baru hasil penggabungan pada awal 2022, IOH resmi menjadi bisnis telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia. Lalu, dengan skala dan kekuatan yang lebih besar, perseroan akan terus memberikan pengalaman digital kelas dunia kepada pelanggan. 

Lebih lanjut, IOH akan terus menciptakan nilai lebih bagi pelanggan dan pemegang saham, serta mempercepat transformasi digital Indonesia. 

Dalam jangka panjang, perseroan akan mendukung pemerintah dalam memberikan pemerataan akses teknologi digital di Indonesia dengan memperkuat infrastruktur jaringan dengan penambahan 11.400 site baru dan perluasan jangkauan jaringan ke 7.660 desa baru di seluruh tanah air, yang ditargetkan selesai pada tahun akhir tahun 2025.