Sukses

Top 3: Trimegah Sumber Mas Lepas 50 Juta Saham UVCR

Liputan6.com, Jakarta - Pemegang saham PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) yaitu PT Trimegah Sumber Mas melepas 50 juta saham UVCR.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (23/1/2022), PT Trimegah Sumber Mas menjual 50.000.000 saham UVCR atau setara 2,5 persen pada 10 Januari 2022. Harga penjualan saham Rp 450 per saham. Dengan demikian, penjualan saham UVCR senilai Rp 22,50 miliar.

“Tujuan transaksi keperluan internal perusahaan dengan status kepemilikan saham langsung,” tulis Direktur Utama PT Trimegah Karya Pratama Tbk Hady Kuswanto dalam keterbukaan informasi BEI.

Artikel Trimegah Sumber Mas lepas 50 juta saham UVCR telah menyita perhatian pembaca di saham. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di saham? Berikut tiga artikel terpopuler di saham yang dirangkum pada Senin (24/1/2022):

1.Trimegah Sumber Mas Lepas 50 Juta Saham UVCR

Pemegang saham PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) yaitu PT Trimegah Sumber Mas melepas 50 juta saham UVCR.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu, 23 Januari 2022, PT Trimegah Sumber Mas menjual 50.000.000 saham UVCR atau setara 2,5 persen pada 10 Januari 2022. Harga penjualan saham Rp 450 per saham. Dengan demikian, penjualan saham UVCR senilai Rp 22,50 miliar.

“Tujuan transaksi keperluan internal perusahaan dengan status kepemilikan saham langsung,” tulis Direktur Utama PT Trimegah Karya Pratama Tbk Hady Kuswanto dalam keterbukaan informasi BEI.

Berita selengkapnya baca di sini

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

2.10 Saham Paling Aktif Ditransaksikan pada 17-21 Januari 2022, Bank Jago dan BCA Teratas

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat rata-rata nilai transaksi harian bursa selama sepekan pada 17-21 Januari 2022 menurun sebesar 0,13 persen menjadi Rp 11,52 triliun dari Rp 11,53 triliun pada pekan lalu.

Rata-rata frekuensi harian bursa juga menurun yaitu sebesar 4,65 persen menjadi 1.302.330 transaksi dari 1.365.875 transaksi pada pekan sebelumnya. Bahkan, rata-rata volume transaksi harian bursa juga turun sebesar 5,49 persen menjadi 17,73 miliar saham dari 18,76 miliar pada pekan lalu.

Pada pekan ini, tercatat ada 10 saham paling aktif ditransaksikan berdasarkan nilai transaksi. Dari 10 saham yang paling aktif ditransaksikan berdasarkan nilai tersebut, dua teratas di adalah saham perbankan, yaitu saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) dan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) ada di urutan satu dan dua.

Berita selengkapnya baca di sini

3 dari 3 halaman

3.Kasus Omicron hingga Kenaikan Biaya Bahan Bakar Tekan Kinerja United Airlines

United Airlines rugi USD 646 juta atau setara Rp 9,27 triliun pada kuartal IV. United Airlines menyatakan, lonjakan kasus COVID-19 merupakan faktor yang merusak penghasilan pada kuartal pertama.

Maskapai milik negara Pam Sam ini juga memperkirakan pendapatan kuartal I menyusut 20-25 persen dari yang sama pada 2019. Hal ini dipengaruhi biaya bahan bakar yang naik sekitar 15 persen.

Varian COVID-19 Omicron turut menghambat rencana United Airlines pada 2022. Maskapai ini pernah berharap untuk mengoperasikan penerbangan 5 persen lebih banyak daripada 2019. Namun, dengan kondisi yang ada, nampaknya justru akan melakukan penerbangan lebih sedikit daripada sebelum pandemi COVID-19.

Berita selengkapnya baca di sini